Perayaan Imlek Identik dengan Turunnya Hujan & Disebut Pembawa Hoki, Ini Penjelasannya

Berikut ini penjelasan mengenai Imlek yang identik dengan turun hujan. Simak juga cerita legenda dibaliknya.


zoom-inlihat foto
imlek-hujan2.jpg
Kolase Grid.id
Kenapa selalu hujan saat momen Tahun Baru Imlek? Ternyata ini maknanya menurut kepercayaan China.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Selama perayaan Imlek, tak jarang dari tahun ke tahun identik dengan turunnya hujan.

Meski begitu, hujan saat Imlek justru dipercata mengandung keberkahan dan rezeki.

Akan tetapi, ada penjelasan ilmiah mengapa Imlek selalu identik dengan hujan.

Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, Imlek selama ini selalu jatuh pada Januari hingga Februari. Bulan-bulan tersebut adalah bulan musim hujan.

Selain itu, Dosen Jurusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmi Prihantoro menyebut, masyarakat China meyakini bahwa hujan merupakan tanda keberkahan.

“Sari sisi filososif sebenarnya hujan membawa keberkahan, sehingga kadang-kadang hujan itu justru ditunggu. Jadi, ketika Imlek kemudian hujan, itu mereka merasa berkahnya turun. Ada semacam kebahagiaan,” tuturnya dilansir TribunSolo.com dari artikel Kompas.com.

Ilustrasi hujan di saat Imlek disebut membawa keberkahan
Ilustrasi hujan di saat Imlek disebut membawa hoki (Kompas)

Baca: Kumpulan Ucapan Imlek 2022 dalam Bahasa Inggris, untuk Orang Terdekat

Selain itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia Provinsi DKI Jakarta Glenn Wijaya, menyebut hujan merupakan simbol keberuntungan.

Ia menegaskan, huja saat perayan Tahun Baru Imlek menjadi pertanda baik.

“Imlek identik dengan hujan karena hujan merupakan simbol keberuntungan. Apalagi Imlek itu untuk menandai datangnya spring (musim semi). Maka dari itu, hujan merupakan simbol yang baik untuk kehidupan agraris,” ujar dia.

Baca: Rayakan Tahun Baru Imlek dengan Tayangan Netflix, Kini Bisa Langganan Prabayar Lewat Alfamart

Jika Tidak Ada Hujan atau Gerimis Saat Imlek

Mengutip TribunSolo.com, Andrian Cangianto, Pengamat Budaya Tionghoa menjelaskan, tidak hanya etnis China saja yang menganggap gerimis adalah berkah.

Terkait tidak turun hujan saat Imlek, bukan berarti hal itu akan ada bencana yang turun.

"Semua agama dan semua warga dunia, saya rasa menganggap bahwa gerimis adalah berkah. Air adalah berkah yang diberikan oleh Tuhan untuk kehidupan manusia. Apalagi Indonesia adalah negara agraris. Air sangat diperlukan untuk persawahan," tutur Andrian, dikutip dari Tribun Jateng.

Namun, ia berujar jika hujan tidak turun pada Januari hingga Maret, justru hal itulah yang menjadi bencana.

Diketahui, di Indonesia sendiri musim hujan turun terjadi mulai Oktober hingga Maret.

Apabila tidak ada hujan hingga Maret, imbuh dia, sudah pasti kekeringan melanda Indonesia.

"Karena Imlek jatuh pada bulan sekitar Januari dan Februari, maka Imlek identik dengan hujan," jelasnya.

Perayaan Tahun Baru China atau Imlek 2022
Perayaan Tahun Baru China atau Imlek 2022 (freepik.com)

Baca: Simak 40 Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2022 Beserta Artinya, Cocok Untuk Update Status

Sementara, bagi Andi tak semua air yang turun dari langit saat Imlek adalah keberkahan.

Ia berujar, jika air yang diturunkan terlalu banyak, jelas hal itu adalah bencana.

Akan tetapi, hujan saat perayaan Tahun Baru Imlek tersebut selalu ditunggu-tunggu lantaran dianggap membawa hoki.

Bahkan, orang Tionghoa selalu berharap hujan turun menjelang dan tepat di Tahun Baru Imlek. Menurut mereka, semakin deras hujannya semakin bagus.

Baca: Penjelasan Tentang Kenapa Setiap Tahun Baru Imlek Selalu Hujan, Faktor Cuaca atau Sebuah Rezeki?

Cerita Legenda di Balik Turun Hujan saat Imlek

Perayaan yang selalu bertepaan dengan musim penghujan ternyata memiliki kisah legenda di baliknya.

Kisah itu diceritakan ulang oleh Ketua Yayasan Kelenteng Kebun Jerut TITD Low Lie Bio Semarang, Indra Satya Hadinata.

Indra mengisahkan, nenek moyang orang Tionghoa bermata pencaharian petani.

Mereka mengandalkan penghidupan murni dari hasil bercocok tanam. Tahun Baru Imlek ini rupanya menjadi penanda datangnya musim semi.

"Di Tiongkok yang kala itu mayoritas penduduknya hidup bertani, perayaan Imlek inilah sebagai perayaan musim semi," tutur Indra.

Musim semi membawa kabar gembira dan pengharapan bagi petani.

Hal itu lantaran di momen ini lah mereka dapat memulai kegiatan bercocok tanam pasca berlalunya musim dingin, yang menyebabkan aktivitas bekerja mereka terhenti.

Meski orang Tionghoa kini banyak yang tak bekerja sebagai petani, mereka tetap melanggengkan tradisi ini.

Indra mempercayai, hujan sebagaimana unsur air, selalu mendatangkan rezeki.

"Air merupakan satu sumber kehidupan. Maka waktu Tahun Baru Imlek sering bersamaan dengan turunnya hujan karena dipercaya membawa rizki bagi orang Tionghoa," pungkasnya.

Sehingga, itulah mengapa hujan di Tahun Baru Imlek adalah perlambang akan ada banyak rezeki dan keberuntungan menunggu di tahun baru.

Baca: Gong Xi Fa Cai! Rayakan kemeriahan Tahun Baru Imlek di Alila Solo

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)

Baca selengkapnya terkait Imlek 2022 di sini





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Revan & Reina

    Revan & Reina adalah sebuah film drama romantis
  • Film - Pesta Babi (2026)

    Pesta Babi adalah sebuah film dokumenter Indonesia karya
  • Film - R: Raja, Ratu

    R: Raja, Ratu dan Rahasia adalah sebuah film
  • Film - Kapan Hamil? (2023)

    Kapan Hamil? adalah sebuah film drama komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved