Jokowi Instruksikan Kapolri Usut Mafia Karantina : Beberapa Orang Asing Komplain ke Saya

Jokowi meminta agar pengetatan di pintu-pintu masuk internasional dan pelaksanaan proses karantina PPLN dilakukan dengan benar.


zoom-inlihat foto
Presiden-Joko-Widodo-saat-Penyerahan-Sertifikat-Redistribusi-Tanah-Objek-Reforma-Agraria-TORA-1.jpg
Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Joko Widodo mendorong Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit untuk segera mengusut tuntas dugaan praktik permainan pelaksanaan karantina pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Hal tersebut ditegaskannya setelah mendapat aduan dari para WNA mengenai praktik tersebut.

"Saya masih mendengar dan ini saya minta Kapolri untuk mengusut tuntas permainan yang ada di karantina. Sudah, karena saya sudah mendengar dari beberapa orang asing komplain ke saya mengenai ini," ujar Jokowi, berdasarkan unggahan di laman resmi setkab.go.id, Selasa (1/2/2022), dikutip dari Kompas.com.

Jokowi meminta agar pengetatan di pintu-pintu masuk internasional dan pelaksanaan proses karantina PPLN dilakukan dengan benar.

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo (Humas Setkab/Agung)

Seperti diketahui, baru-baru ini publik dikejutkan dengan informasi dugaan adanya mafia karantina terhadap WNA.

Hal tersebut terungkap dari unggahan Instagram pribadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

Sandiaga mengatakan, ada seorang warga negara asing asal Ukraina yang mengeluh soal karantina di salah satu hotel di Jakarta.

Wisatawan yang membawa anak perempuannya itu rencananya ingin berwisata ke Bali.

Namun, pada hari terakhir karantina di Jakarta timbul masalah.

"Di hari terakhir karantina, di salah satu hotel di Jakarta, mereka mendapat kabar bahwa tes PCR yang mereka ambil sebelum meninggalkan hotel menunjukkan hasil 'positif'," tulis Sandiaga dalam akun Instagram-nya, Sabtu (29/1/2022).

Baca: Ir H Joko Widodo (Jokowi)

Baca: Sandiaga Uno

Lantaran merasa ada yang janggal, wisatawan asal Ukraina itu pun memohon pertolongan agar dilakukan tes PCR kembali.

Namun,  petugas hotel diduga tak mengizinkan wisatawan itu untuk melakukan tes PCR dari pihak lain selain yang telah disediakan.

Wisatawan tersebut justru ditawari perpanjangan karantina dengan biaya besar ketika hendak meminta tes PCR ulang.

Sang wisatawan merasa ditipu.

"Mereka memohon pertolongan agar bisa melakukan tes PCR ulang karena mereka percaya bahwa hasilnya salah. Selain itu, tentunya akan memakan biaya lebih besar lagi," kata Sandiaga.

Saat dihubungi pada Minggu (30/1/2022) pagi, Sandiaga menegaskan tak segan untuk menindak pihak yang berlaku curang dan mencoba memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 demi mengeruk keuntungan.

"Jika terbukti melakukan hal tersebut (mafia karantina), saya akan tindak tegas," kata Sandiaga Uno kepada Kompas.com, Minggu.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

SIMAK ARTIKEL SEPUTAR KARANTINA COVID-19 DI SINI











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved