Menkes Pastikan Obat Covid-19 Molnupiravir Akan Diproduksi di Indonesia April 2022

Kemenkes telah mengamankan 400 ribu tablet obat Molnupiravir yang disiapkan PT Amarox.


zoom-inlihat foto
vaksin-covid-19-virus-corona.jpg
pixabay.com
Ilustrasi wabah Covid-19


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Kemenkes telah mengamankan 400 ribu tablet obat Molnupiravir yang disiapkan PT Amarox.

Selanjutnya, obat Molnupiravir akan diproduksi PT Amarox mulai April atau Mei 2022.

Ia juga meminta PT Amarox agar memproduksi paxlovid untuk menghadapi pandemi berikutnya.

“Beberapa varian obat yang pasti kita butuhkan adalah obat-obat anti virus seperti favipiravir dan juga molnupiravir. Kalau kita bisa dengan segera mendapat akses ke obat-obat tersebut akan sangat membantu untuk penanganan Covud-19 ini,” kata Budi dalam keterangan tertulis melalui laman resmi Kemenkes, Sabtu (15/1/2022).

Budi mengatakan, pemerintah tidak hanya ingin memenuhi ketersediaan obat, namun juga pembuatan obat di dalam negeri.

Pasalnya, berdasarkan pengalaman sebelumnya, Indonesia mengalami kesulitan dari logistik pengiriman obat-obatan ke Indonesia, saat terjadi lonjakan kasus di beberapa negara.

“Ini jadi penting sekali kalau kita bisa memproduksi obat dalam negeri dan manufacturingnya juga dibangun di sini,” ujarnya.

ILUSTRASI - Obat antivirus
ILUSTRASI - Obat antivirus (klikdokter.com)

Kemudian, Budi mengapresiasi keberadaan PT Amarox sebagai penyedia farmasi di Indonesia.

Kerjasama yang dibutuhkan bersama PT Amarox yaitu dalam jangka pendek perusahaan tersebut bisa membantu mengatasi pandemi Covid-19.

Sementara, untuk jangka menengah PT Amarox bisa mendukung kemandirian obat dalam negeri.

“Diharapkan bahwa semua produk-produk yang kritikal bagi bangsa kita itu diproduksi di dalam negeri dan kita akan memastikan bahwa banyak perusahaan obat dan alat kesehatan di Indonesia sehingga kalau ada pandemi selanjutnya kita tidak bergantung kepada negara lain,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) terhadap Molnupiravir sebagai obat Covid-19 pada Kamis (13/1/2022).

"Obat Molnupiravir yang disetujui berupa kapsul 200 mg yang didaftarkan oleh PT Amarox Pharma Global dan diproduksi Hetero Labs Ltd., India," kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam keterangan tertulis, Jumat (14/1/2022).

Baca: Menko Luhut dan Menkes Budi ke AS, Jajaki Molnupiravir, Proxalutamide dan AT-527 untuk Obat Covid-19

Baca: Covid-19 Varian Omicron

Penny mengungkapkan, obat Molnupiravir diindikasikan untuk pengobatan pasien infeksi Covid-19 bergejala ringan hingga sedang untuk usia dewasa 18 tahun ke atas.

Kemudian pasien tidak membutuhkan pemberian oksigen dan memiliki peningkatan risiko menjadi infeksi berat, yang diberikan dua kali sehari sebanyak 4 kapsul (@200 mg) selama 5 (lima) hari.

Penny menjelaskan, hasil evaluasi dari aspek keamanan menunjukkan bahwa pemberian Molnupiravir relatif aman dan memberikan efek samping yang dapat ditoleransi.

Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah mual, sakit kepala, mengantuk, nyeri abdomen, dan nyeri orofaring.

Adapin, hasil uji non-klinik dan uji klinik, molnupiravir tidak memicu gangguan fungsi hati.

"Namun demikian, Molnupiravir tidak boleh digunakan pada wanita hamil dan untuk wanita usia subur yang tidak hamil harus menggunakan kontrasepsi selama pemberian Molnupiravir," ucapnya.

Lalu, terkait aspek efikasi, hasil uji klinik fase 3 menunjukkan Molnupiravir dapat menurunkan risiko hospitalisasi (risiko dirawat di rumah sakit ) atau kematian sebesar 30 persen pada pasien Covid-19 derajat ringan hingga sedang dan 24,9 persen pada pasien Covid-19 ringan.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

SIMAK ARTIKEL SEPUTAR COVID-19 DI SINI











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved