Korban Erupsi Gunung Semeru Bakal Miliki Rumah Baru

Para korban terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, bakal memiliki rumah baru sebelum Lebaran 2022 mendatang.


zoom-inlihat foto
Presiden-Joko-Widodo-dan-Menteri-PU-PR-Basuki-Hadimuljono.jpg
dok. Agus Suparto
Presiden Joko Widodo dan Menteri PU PR Basuki Hadimuljono meninjau jalan penghubung Lumajang-Malang yang tertimbun lahar dingin erupsi Gunung Semeru, Selasa (7/12/2021)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Para korban terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, bakal memiliki rumah baru sebelum Lebaran 2022 mendatang.

Hal ini disampaikan Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat meninjau lokasi pembangunannya berada di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, pada Jumat (14/01/2022).

"Sekarang bapak ibu tenang, Insyaallah di hunian sementara (huntara) kemudian bisa di hunian tetap (huntap). Insyaallah Lebaran sudah bisa menghuni," ujar Wapres dalam keterangan pers, dikutip dari Kompas.com.

Pada tahap awal akan dibangun untara.

Kemudian akan dilanjutkan pembangunan huntap.

"Untuk itu, agar segera dipercepat pembangunannya, agar pengungsi secepatnya dapat menghuni," jelasnya.

Material awan panas guguran Gunung Semeru di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Minggu (5/12/2021). Gunung Semeru erupsi pada Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.00 WIB, mengeluarkan lava pijar, suara gemuruh, serta asap pekat berwarna abu-abu yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan materi
Material awan panas guguran Gunung Semeru di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Minggu (5/12/2021). Gunung Semeru erupsi pada Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.00 WIB, mengeluarkan lava pijar, suara gemuruh, serta asap pekat berwarna abu-abu yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan materi (KOMPAS.com/ANDI HARTIK)

Sementara itu, Sekjen PUPR Mohammad Zainal Fatah mengatakan, pembangunan hunian sementara (huntara) atau hunian tetap (huntap) sebanyak 1.951 unit di lahan Perhutani dengan luas 81,55 hektar.

Sejauh ini sudah ada satu unit rumah contoh yang diharapkan menjadi acuan untuk standar pembangunan huntara.

Bangunannya berukuran 4.8 meter x 6 meter tersebut berada di belakang dan menyatu dengan huntap.

Fasilitasnya berupa kamar tidur, ruang keluarga, kamar mandi.

Huntara tersebut dibangun atas prakarsa dari para donatur dan lembaga swadaya masyarakat.

Target pembangunannya diharapkan selesai dalam satu bulan ke depan.

"Sedangkan pembangunan huntap yang akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR ditargetkan selesai sebelum fase transisi darurat berakhir atau pada 24 Maret 2022," tandas Fatah.

Baca: Gunung Semeru

Baca: Kabupaten Lumajang

Huntap akan dibangun dengan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) berukuran 6 meter x 6 meter pada tanah seluas 10 meter x 14 meter untuk setiap Kepala Keluarga (KK).

Kemudian juga akan dibangun fasilitas lain untuk mengakomodasi kegiatan sehari-hari warga, seperti fasilitas umum, masjid, sekolah, sarana olahraga, lapangan, Ruang Terbuka Hijau (RTH), pasar, dan tempat pemakaman.

Selanjutnya fasilitas pendukung hunian seperti, instalasi air minum yang bersumber dari Kali Tunggeng dengan debit 10 liter per detik dan Hutan Bambu dengan debit 134 liter per detik.

Kemudian ada prasarana sanitasi berupa Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) dan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

"Saat ini (untuk fasilitas pendukung hunian) masih dilakukan tahap perencanaan dan land clearing. Konstruksi akan dimulai pada Bulan April 2022 dan ditargetkan selesai Oktober 2022," pungkas Fatah.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

SIMAK ARTIKEL SEPUTAR ERUPSI SEMERU DI SINI











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved