Dikritik karena Tampilkan Simbol Penjajahan, Kereta Emas Kerajaan Belanda Dipensiunkan

Salah satu sisi kereta tersebut dihiasi dengan lukisan yang disebut "Persembahan dari Negeri Jajahan".


zoom-inlihat foto
kereta-emas-dari-belanda-2.jpg
Twitter @redfishstream
Kereta Emas Kerajaan Belanda


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Raja Belanda Willem-Alexander mulai Kamis, (13/1/2022), memutuskan untuk tidak lagi menggunakan "Kereta Emas" keluarga kerajaan.

Keputusan ini muncul setelah ada kritik terhadap sebuah gambar atau lukisan yang ada pada kereta tersebut.

Gambar itu dianggap mengagung-agungkan masa lalu Belanda yang kelam, termasuk perannya dalam penjajahan dan perdagangan budak.

Misalnya, pada abad ke-17 sejarah mencatat para pedagang Belanda banyak mendapatkan keuntungan dari perbudakan.

Namun, Willem-Alexander menyebut kereta itu suatu saat mungkin bisa digunakan lagi.

"Kereta Emas hanya akan bisa digunakan lagi ketika Belanda telah siap, dan sekarang belum," kata Willem-Alexander melalui pesan video, dikutip dari Associated Press, (14/1/2022).

"Tidak ada gunanya mengutuk dan melarang apa yang telah terjadi melalui cara pandang kita saat ini."

"Melarang benda dan simbol bersejarah juga bukan solusi. Sebaliknya, diperlukan upaya bersama yang lebih banyak dan lama. Sebuah upaya yang menyatukan kita, bukan malah memecah belah kita."

Baca: VIRAL, Ribuan Orang Isi Petisi Gugat Kereta Emas dari Belanda Bergambar Perbudakan di Indonesia

Baca: Parlemen Belanda Nyatakan Perlakuan China terhadap Muslim Uighur adalah Genosida

Salah satu panel lukisan di kereta emas Belanda atau Gouden Koets, menggambarkan situasi Indonesia di zaman kolonial. Lukisan ini bernama Hulde der Kolonieen.
Salah satu panel lukisan di kereta emas Belanda atau Gouden Koets, menggambarkan situasi Indonesia di zaman kolonial. Lukisan ini bernama Hulde der Kolonieen. (TWITTER @redfishstream)

Salah satu sisi kereta tersebut dihiasi dengan lukisan yang disebut "Persembahan dari Negeri Jajahan".

Lukisan itu menampilkan orang kulit hitam dan orang Asia.

Salah satu dari mereka terlihat berlutut dan memberikan persembahan kepada seorang wanita kulit putih yang dianggap menyimbolkan Belanda.

Kereta itu kini dipamerkan di sebuah museum di Amsterdam setelah direstorasi.

Keputusan memensiunkan kereta itu disambut baik oleh seorang aktivis antirasisme di Amsterdam bernama Mitchell Esajas yang menganggapnya sebagai pertanda baik.

Namun, Esajas juga mengkritik ucapan raja itu.

"Dia berkata masa lalu seharusnya tidak dipandang dari sudut pandang dan nilai-nilai yang berlaku saat ini ... dan saya pikir itu adalah kekeliruan karena dalam konteks historis, perbudakan juga dianggap sebagai salah satu kejahatan kemanusiaan dan sistem yang kejam," katanya.

Baca: 7 Kota di Indonesia Ini Punya Rancangan Arsitektur yang Dibangun Penjajah Belanda dari Nol

Dikutip dari BBC, kereta itu sebenarnya sudah tidak digunakan sejak tahun 2015.

Biasanya kereta itu dipakai untuk membawa raja/ratu Belanda ke acara pembukaan parlemen.

Dalam beberapa tahun belakangan, banyak warga Belanda yang mendesak pemerintahnya mengingat masa lalunya.

Pada abad ke-17 Belanda menjajah Indonesia, Afrika Selatan, Curacao, dan lainnya, serta berperan besar dalam perdagangan budak transatlantik.

Tahun lalu Wali Kota Amsterdam Femker Halsema resmi meminta maaf atas keterlibatan kota itu dalam perdagangan budak.

Namun, tindakan Halsema itu membuatnya berselisih dengan Perdana Menteri Mark Rutte yang menolak adanya permintaan maaf secara resmi dari negara.

Baca: PM Mark Rutte Berharap Joe Biden Bisa Eratkan Hubungan dengan Belanda

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Belanda di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved