TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi turut memengaruhi tatanan kehidupan, tak terkecuali para pelaku usaha.
Jika dahulu usaha itu dijalankan menggunakan metode konvensional dan lebih banyak bertemu secara langsung antara penjual dan pembeli, maka berbeda dengan era modern ini.
Di era modern seperti sekarang ini, usaha (bisnis) lebih banyak dijalankan secara online.
Maka dari itu jasa pengiriman sangatlah penting dan sangat dibutuhkan para pelaku usaha.
Tak terkecuali Maman Fansyah.
Pria asal Banjarnegara, Jawa Tengah, itu memulai usahanya ketika ia berstatus mahasiswa.
Maman begitu sapaan akrabnya, ia mulai usaha sejak tahun 2011 ketika ia masih kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Awalnya sebelum memulai usaha ia terlebih dahulu menjadi tukang sol sepatu.
Sampai di kemudian hari ia mulai jualan produk-produk herbal dari pintu ke pintu.
Beberapa tahun kemudian ia merasa jualan dari pintu ke pintu kurang efektif dan ingin memulai sesuatu yang baru.
"Waktu itu saya datang dari pintu ke pintu untuk menawarkan barang dagangan, tapi ya itu tadi, hasilnya tidak seberapa tapi capeknya luar biasa" tuturnya kepada Tribunnewswiki.
Baca: Jadi Sorotan, Ini Profil Penyanyi Koko Tamvan Vernita Syabilla, Punya Bisnis Online Pelangsing Badan
Beralih ke online
Berbekal smartphone Android Maman mulai menawarkan barang dagangannya.
Pada saat itu aplikasai BlackBerry Messenger (BBM) sedang ngetren. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Maman lantas memanfaatkannya untuk berjualan.
Hari demi hari jualannya mulai laku dari satu kotak susu kambing etawa sampai puluhan kotak.
Selain BBM ia juga memanfaatkan Facebook untuk jualan.
Karena pada saat itu Marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada belum sepopuler seperti sekarang.
Maman yang bukan berasal dari kaya menggantungkan hidupnya dari hasil jualan itu.
Pasalnya ia tidak mendapatkan uang bulanan dari orang tuanya.
Untuk kuliah pun ia harus menggunakan beasiswa.
"Jualan ini bener-bener sumber penghasilanku, kalau tidak jualan mau makan apa aku. Apalagi aku punya adik di rumah yang butuh sokongan dana dariku" tuturnya penuh haru.
Bahkan ketika awal kuliah Maman harus rela tidur di masjid dengan menjadi marbot karena memang tidak punya biaya untuk ngekos.
Meski begitu ia tidak mengeluh sama sekali.
Setiap malam ia evaluasi tentang jualannya lalu menggali ide-ide dan strategi baru untuk dipraktikkan esok harinya.
Benar saja dari yang awalnya puluhan kotak, jualannya berkembang sampai ratusan kotak setiap bulannya.
Maman yang merasa sudah memiliki pelanggan tetap akhirnya memutuskan untuk membuat brand sendiri yang diberi nama "Begifa" pada tahun 2014.
Meski begitu bukan berarti tanpa cobaan, suatu hari ia harus rela kehilangan uang sebanyak Rp 2 juta.
Uang itu hilang karena ditipu oleh pelanggannya sendiri.
"Tidak menyangka sih bakal kena tipu, soalnya aku percaya dia. Sedih iya pastinya, uang segitu pada saat itu gede banget bagiku. Tapi ya mau gimana lagi" kenangnya.
Pria kelahiran 28 Oktober 1991 itu pun tidak mau tenggelam dalam kesedihan itu dan memutuskan untuk bangkit.
Benar saja, jualannya semakin hari semakin maju.
Ribuan kotak susu kambing etawa Begifa habis terjual setiap bulannya.
Dan hampir setiap hari kurir dari jasa pengiriman Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) datang ke rumah kontrakan yang ia sulap menjadi kantor.
Meski di-pick up oleh kurir, namun ia tidak mengeluarkan uang sepeserpun.
Malah ia pernah memberi tip ke kurir namun akhirnya dikembalikan lagi.
"Sebagai bentuk terima kasih karena sudah dijemput paketan saya, ya pengin gitu ngasih sedikit uang untuk kurir yang jemput. Tapi uang itu malah dikembalikan oleh pihak manajemen JNE. Katanya nggak boleh ngasih tip" ujar Maman sambil tersenyum.
Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya JNE, pasalnya selain dijemput terkadang ia juga minta di-packing-kan oleh pihak JNE nya dan itupun gratis tanpa biaya apapun.
"Kadang itu kalau lagi banyak kiriman terkadang saya cuma ngasih produk dan alamat penerima. Lalu pihak JNE yang nantinya akan membantu packing dan mengirimkannya" terang Maman.
Saat ini ia telah menikah dan dikarunia tiga orang anak.
Dan ia mulai mendelegasikan bisnisnya itu ke adik laki-lakinya.
Sampai dengan saat ini ia telah mempunyai puluhan agen dan reseller yang tersebar di seluruh Indonesia.
Tak kurang dari 3.000 kotak susu kambing etawa Begifa terjual setiap bulannya.
Baca: Trik dalam Bisnis Online, Kunci Jawaban Belajar dari Rumah TVRI untuk SMA, Rabu 22 Juli 2020
Lembur Sampai Malam Demi Pelanggan
Kisah lain terjadi pada Erlina Kusuma Wardhani. Ibu tiga anak ini harus memerankan peran ganda sebagai ibu rumah tangga sekaligus wanita karier.
Wanita kelahiran Madiun, 1979 itu bekerja di lembaga financial services.
Pada Juli 2018 lalu ia mulai jualan online dengan menjadi reseller Fabil Skincare.
Sehingga selain mengurus pekerjaan rumah tangga Erlina juga mengurus pekerjaan kantor dan jualan.
Meski begitu ia tetap menyukai aktivitasnya itu dan berusaha disiplin membagi waktunya.
"Kalau pagi itu saya ngurus pekerjaan rumah tangga mas, mulai dari ngepel, nyapu dan masak. Lalu siang sampai sore saya bekerja, dan malamnya ngurus bisnis" tuturnya.
Usahanya pun semakin berkembang, dari yang awalnya hanya sebagai reseller, ia naik ke agen dan pada November 2019 ia naik lagi menjadi distributor.
Tak kurang dari 100 orang reseller berada di bawah bimbingannya.
Tak berbeda dengan Maman Fansyah, Erlina juga memanfaatkan JNE untuk menjalankan usahanya.
Hampir setiap malamnya ia membungkus pesanan para pelanggannya dan kemudian mengirimkannya melalui jasa pengiriman itu.
Menurutnya, JNE sangat membantu pertumbuhan bisnisnya, selain lokasinya yang strategis dan dekat dengan rumahnya, outlet JNE nya pun buka sampai tengah malam.
"Sangat membantu sekali sih apalagi saya kan sering ngirimnya itu malam hari" katanya.
Namun Erlina juga pernah mengalami pengalaman yang kurang enak ketika menggunakan JNE.
"Ceritanya waktu itu saya mengirimkan di JNE Kumbolo Karanganyar, saat itu produk saya harus menunggu kiriman lainnya baru dikirimkan sehingga hal itu membuat pelanggan lama menunggu" kenangnya.
Meski begitu Erlina tetap menggunakan jasa kirim itu untuk membantu menjalankan roda bisnisnya.
Meski sudah kepala empat namun Erlina tetap semangat untuk mengejar mimpinya untuk menjadi seorang pengusaha.
"Target ke depannya sih bisa membukukan omset Rp 100 juta perbulannya" kata Erlina penuh semangat.
(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)
Baca berita seputar bisnis online di sini