Guru Pesantren di Sumsel yang Perkosa Santriwatinya Ternyata Pernah Dipenjara karena Kasus Serupa

MST ternyata merupakan residivis kasus yang sama pada 2006. Dia pernah menjalani hukuman kurungan penjara selama 1 tahun 8 bulan atas kasus pencabulan


zoom-inlihat foto
ilustrasi-pencabulankompascomhandout.jpg
KOMPAS.COM/HANDOUT
Ilustrasi Pencabulan


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang guru sekaligus pemilik salah satu asrama pondok pesantren (ponpes) berinisial MST (50) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel), telah memperkosa santriwatinya sendiri, yakni S (19).

Bahkan, korban pemerkosaan tersebut telah melahirkan seorang bayi prematur di dalam kamar mandi ponpes. Pihak kepolisian OKU Selatan kini telah menangkap dan menetapkan tersangka MST.

Kekinian, MST ternyata merupakan residivis kasus yang sama pada 2006. Dia pernah menjalani hukuman kurungan penjara selama 1 tahun 8 bulan atas kasus pencabulan.

Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, AKP Acep Yuli Sahara menyebutkan bahwa MST mendirikan pondok pesantren dan ikut menjadi salah satu pengajar setelah keluar penjara.

"Lima belas tahun lalu, tersangka merupakan residivis kasus pencabulan dan pernah ditahan dengan kasus serupa," ujar Acep, Minggu (2/1/2022), seperti dikutip dari Kompas.com.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku melakukan pemerkosaan terhadap S sekitar pada April 2021 yang lalu.

Kala itu, semua santri di ponpes tersebut tengah pulang ke rumah masing-masih karena menjalankan ibadah puasa pertama.

Baca: Guru Pesantren di Sumsel Perkosa Santriwatinya, Korban Melahirkan Bayi Prematur di dalam Kamar Mandi

Baca: Fakta Baru, Herry Wirawan Ternyata Perkosa Santriwati di Depan Istrinya, Geram saat Kepergok

Sementara korban memilih untuk tidak pulang ke rumah lantaran desanya cukup jauh dari lokasi pondok pesantren.

Pelaku pun kemudian melancarkan perbuatan tak senonoh itu kepada S.

"Karena kondisi saat itu sepi karena hampir semua santri pulang tidak ada yang mengetahui perbuatan pelaku. Korban sempat melawan namun kalah tenaga," kata Indra, Jumat (31/12/2021), seperti dikutip dari Kompas.com.

Usai melakukan perbuatannya, pelaku langsung keluar dari asrama.

Sekitar pada Juni 2021 lalu, S mengaku tidak lagi menstruasi.

Pada tanggal 21 Desember 2021 lalu korban melahirkan seorang bayi prematur di dalam kamar mandi asrama pondok pesantren.

"Karena curiga korban ini belum menikah, akhirnya terkuak bahwa pelaku adalah guru di sana. Sehingga kasus ini dilaporkan dan pelaku kita tangkap," ujar Indra.

Kini, bayi yang dilahirkan oleh S telah dibawa ke rumah sakit untuk dirawat.

Kondisi S sendiri diketahui dalam keadaan sehat.

"Bayinya baru berusia 7 hari, kondisinya sehat," kata Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved