Hasil Survei Indopol Pilpres 2024, Elektabilitas Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto Bersaing Ketat

Elektabilitas keduanya sama terkait tokoh nasional yang layak sebagai presiden pada 2024.


zoom-inlihat foto
menhan-Ketua-Umum-Partai-Gerindra-Prabowo-Subianto-11102019.jpg
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto dianggap sebagai sosok yang layak menjadi presiden Indonesia pada 2024.

Hal tersebut berdasarkan survei Indopol Survey and Consulting.

Elektabilitas keduanya sama terkait tokoh nasional yang layak sebagai presiden pada 2024.

"Ganjar Pranowo 13,98 persen, Prabowo Subianto 13,98 persen," ujar Direktur Eksekutif Indopol Ratno Sulistiyanto, dikutip dari Kompas.com, Minggu (12/12/2021).

Kemudian posisi ketiga ditempati Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 10,41 persen, keempat Presiden Joko Widodo 6,26 persen, kelima Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno 3,41 persen dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 2,44 persen.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berpose usai wawancara khusus dengan Tribun Network di kantor Tribun Network, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2020).
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berpose usai wawancara khusus dengan Tribun Network di kantor Tribun Network, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2020). (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Hasil survei yang sama menempatkan Prabowo sebagai calon presiden (capres) 2024 dengan elektabilitas tertinggi, sebesar 17,24 persen.

Posisi kedua ditempati Ganjar, dengan elektabilitas 17,15 persen, tipis dari capaian Prabowo.

Baca: Ganjar Pranowo

Baca: Prabowo Subianto

Lalu, di peringat ketiga ada Anies Baswedan dengan elektabilitas 13,58 persen.

Peringkat keempat ditempati AHY, dengan elektabilitas 5,73 persen.

Peringkat kelima ditempati Sandiaga Uno dengan elektabilitas 5,28 persen.

Survei Indopol dilaksanakan pada 17-19 November 2021 dengan melibatkan 1.230 responden.

Ratno menjelaskan, sumber dana dalam survei itu berasal dari anggaran mandiri dan dengan menjalin kerja sama dengan sejumlah kampus.

"Sementara kami memberi reward ke mahasiswa/surveyor bisa lebih murah dari biasanya survei dilakukan. Sehingga biaya mandiri yang kami keluarkan relatif murah," kata Ratno.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

 





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved