Tak Lagi Jadikan Ratu Inggris sebagai Kepala Negara, Barbados Resmi Jadi Republik

Meski kini jadi republik, Barbados tetap menjadi negara anggota persemakmuran Inggris.


zoom-inlihat foto
pelantikan-Presiden-Barbados.jpg
JEFF J MITCHELL / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP
Pertunjukan musik selama upacara pelantikan Presiden Barbados di Alun-Alun Heroes, Bridgetown, Barbados, 30 November 2021. Barbados kini resmi menjadi negara republik.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Barbados kini menjadi negara republik setelah mencopot Ratu Inggris Elizabeth II dari jabatannya sebagai kepala negara Barbados, Selasa (30/11/2021).

Pemerintahan republik ini lahir menjelang tengah malam di tengah sorak-sorai rakyat Barbados di Jembatan Chamberlain, Bridgetown.

Untuk menandai tonggak bersejarah ini, meriam ditembakkan sebanyak 21 kali dan lagu nasional dikumandangkan di Alun-Alun Heroes.

Dilansir dari Reuters, bendera kerajaan Inggris pun terlihat diturunkan

"Kita, rakyat [Barbados], harus memberikan semangat dan hakikat kepada Republik Barbados," kata Presiden Barbados yang pertama, Sandra Mason, dikutip dari Reuters.

"Kita harus menentukan masa depannya. Kita menjaga satu sama lain dan menjaga bangsa kita. Kita adalah rakyat Barbados," katanya.

Baca: Profil Ratu Elizabeth II, Penguasa Kerajaan Inggris Terlama dalam Sejarah, Panjang Umur 94 Tahun

Pangeran Charles Barbados
Pangeran Charles menghadiri upacara pelantikan Presiden Barbados di Alun-Alun Heroes, Bridgetown, Barbados, 30 November 2021

Barbados kini tidak lagi seperti 15 wilayah/negara di dunia yang menjadikan Ratu Inggris sebagai kepala negaranya.

Pangeran Charles dari Inggris mengatakan pendirian republik ini menawarkan awal baru bagi Barbados.

"Sejak hari-hari tergelap di masa lalu kita dan kekejaman perbudakan yang menodai sejarah kita, rakyat di pulau ini menentukan jalan mereka dengan keteguhan yang luar biasa," kata Pangeran Charles.

Pertunjukan tari dan musik pun digelar untuk memperingati momen bersejarah ini.

Barbados telah melepaskan ikatan kolonial yang melekatkannya dengan Inggris sejak ratusan tahun silam.

Langkah Barbados ini juga dianggap bisa memicu wilayah bekas koloni lainnya untuk melepaskan ikatan dengan Inggris.

Baca: Ratu Elizabeth II Rupanya Bukanlah Orang yang Mempertanyakan Warna Kulit Archie, Simak Faktanya

Pangeran Charles dalam pidatonya menginginkan perkawanan yang terus berlanjut antara Barbados dan Inggris.

Dia juga mengakui kekejaman perdagangan budak trans-Atlantik pada masa silam.

Perbudakan ini membuat sejumlah warga Barbados menuntut kompensasi dari Inggris.

Perbudakan di Barbados yang sangat menguntungkan perkebunan yang diusahakan oleh Inggris

Negara itu pernah menerima 600.000 budak Afrika antara tahun 1627 hingga 1833.

Mereka dipekerjakan oleh para pemiliknya di pekerbunan tebu.

Meski kini jadi republik, Barbados tetap menjadi negara anggota persemakmuran Inggris, bersama 53 negara lainnya.

Baca: Pangeran Charles dan Camilla Hadiri Peringatan VE Day, 75 Tahun Berakhirnya Perang Dunia II

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Barbados di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved