Kemenkes Ingatkan Masyarakat Waspadai Varian Omicron : Kelabui Imunitas dan Turunkan Efikasi Vaksin

Varian Omicron memiliki kombinasi sifat sejumlah varian of concern (VoC) dari varian-varian sebelumnya, termasuk dari varian Delta


zoom-inlihat foto
Ilustrasi-varian-Omicron-B11529.jpg
SHUTTERSTOCK/natatravel
Ilustrasi varian Omicron (B.1.1.529). Dokter di Afrika Selatan yang pertama kali menyadari ada varian baru Covid-19 mengatakan, gejala varian Omicron sangat ringan seperti infeksi virus umumnya


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi meminta masyarakat untuk berhati-hati terhadap varian virus Corona B.1.1.529 Omicron.

Nadia mengatakan, varian Omicron memiliki kombinasi sifat sejumlah varian of concern (VoC) dari varian-varian sebelumnya, termasuk dari varian Delta.

Maka, varian Omicron yang lebih infeksius berpotensi memberi dampak lebih besar.

"Varian ini memiliki sifat beberapa VoC lainnya sehingga kita harus waspada dan berhati-hati, mengingat varian Delta saja sudah sangat infeksius dan meyebabkan lonjakan kasus dengan cepat," ujar Nadia kepada Kompas.com, Selasa (30/11/2021).

"Menimbang kondisi itu kita harus tetap waspada untuk mencegah kemungkinan potensi lonjakan kasus ketiga dengan adanya bahaya varian baru maupun peningkatan mobilitas masyarakat," tegasnya.

Ilustrasi varian Omicron (B.1.1.529). Dokter di Afrika Selatan yang pertama kali menyadari ada varian baru Covid-19 mengatakan, gejala varian Omicron sangat ringan seperti infeksi virus umumnya
Ilustrasi varian Omicron (B.1.1.529). Dokter di Afrika Selatan yang pertama kali menyadari ada varian baru Covid-19 mengatakan, gejala varian Omicron sangat ringan seperti infeksi virus umumnya (SHUTTERSTOCK/natatravel)

Nadia menjelaskan, varian baru Omicron dapat mengelabui sistem imunitas manusia dan juga dapat menurunkan efikasi vaksin Covid-19.

"Varian ini tidak meningkatkan keparahan, tetapi orang yang pernah terinfeksi Covid-19 akan lebih mudah meyebabkan terinfeksi dengan varian Omicron. Kemudian, varian ini dapat mengelabui sistem imunitas dan menurukan efikasi vaksin," katanya.

Angka mutasi Omicron di atas 30 sehingga lebih cepat menular dibandingkan virus corona varian Delta, meski semua identifikasi di atas masih akan dikaji lebih dalam.

"Namun, semua identifikasi ini masih dalam kajian lebih lanjut," tambahnya.

Baca: Dokter Afrika Selatan Ungkap Gejala Varian Omicron : Sangat Ringan

Baca: Covid-19 Varian Omicron

Seperti diketahui, epidemiolog dari Griffifth University Australia, Dicky Budiman mengungkapkan varian baru B.1.1.529 Omicron bukan sekedar baru, namun juga berpotensi menjadi masalah besar bukan hanya Indonesia dan Afrika, tetapi dunia.

Pasalnya, kendati gejala yang diakibat oleh infeksi varian baru ini disebut cukup ringan, kecepatan penularan mencapai lebih dari 500 persen atau 5 kali lipat dibandingkan dengan virus corona SARS-CoV-2 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China, pada 2019.

Dengan potensi penularan tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tmengklasifikan varian Omicron ke dalam kategori VoC, tanpa melalui kategori variant of interest (VoI).

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved