Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Aisyiyah adalah salah satu organisasi otonom Muhammadiyah.
Organisasi otonom (ortom) adalah satuan organisasi yang dibentuk oleh dan berkedudukan di bawah Persyarikatan Muhammadiyah.
Ortom bertujuan untuk membina warga Muhammadiyah dan kelompok masyarakat tertentu sesuai dengan bidang kegiatan yang diadakan, dalam rangka mewujudkan maksud dan tujuan Muhammadiyah.
Organisasi Aisyiyah didirikan oleh Nyai Ahmad Dahlan pada 19 Mei 1917.
Aisyiyah bergerak dalam ranah sosial, pendidikan, kesehatan, dan keagamaan.
Dari waktu ke waktu, Aisyiyah berjuang memajukan harkat dan martabat perempuan Indonesia.
Hasil nyatanya adalah ribuan taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan perguruan tinggi.
Baca: Nahdlatul Ulama
Sejarah #
‘Aisyiyah didirikan pada 27 Rajab 1335 H/19 Mei 1917 dalam perhelatan akbar bertepatan dengan momen Isra Mi’raj Nabi Muhammad.
Embrionya telah dimulai sejak diadakannya perkumpulan Sapa Tresna pada tahun 1914.
Baca: Nasyiatul Aisyiyah (NA)
Sapa Tresna adalah perkumpulan gadis-gadis terdidik di sekitar Kauman.
Saat itu, K.H. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, mendorong perempuan untuk menempuh pendidikan, baik dalam pendidikan formal umum maupun keagamaan.
Saat itu, perempuan dianggap tidak perlu menempuh pendidikan.
Sebaliknya, K.H. Ahmad Dahlan mendorong anak gadis rekannya atau saudara teman-temannya untuk bersekolah.
Nama Aisyiyah terinspirasi dari istri Nabi Muhammad, Aisyah.
Aisyiyah berarti pengikut Aisyah.
Sebagai istri nabi, Aisyah dikenal cerdas dan meriwayatkan banyak hadis.
Aisyiyah pertama diketuai oleh Siti Bariyah.
Siti Bariyah lulus dari sekolah Belanda.
Ia memiliki kemampuan berbahasa Belanda dengan mumpuni.
Saat itu, tidak banyak perempuan yang berani keluar untuk bersekolah.
Dalam memimpin Aisyiyah generasi pertama, Siti Bariyah ditemani oleh delapan tokoh lain.
Mereka adalah Siti Badilah, Siti Aminah, Ny. H. Abdullah, Ny. Fatimah, Siti Dalalah, Siti Wadingah, Siti Dawimah, dan Siti Busyro. (1)
Kiprah #
Hal yang dilakukan oleh Aisyiyah pertama kali, selain menggerakkan pengajian bagi perempuan, adalah mendirikan Frobel School.
Aisyiyah adalah salah satu pilar perjuangan untuk memberantas buta huruf sejak tahun 1923.
Baca: Ikatan Pelajar Muhammadiyah
Pada tahun 1926, Aisyiyah mulai menerbitkan majalah Suara Aisyiyah.
Majalah tersebut hingga kini masih eksis.
Pada tahun 1928, Aisyiyah juga mengorganisir terbentuknya organisasi wanita.
Organisasi wanita ini kemudian dikenal dengan Kongres Wanita Indonesia (Kowani).
Kini, Aisyiyah memiliki ribuan amal usaha seperti sekolah, rumah sakit, panti asuhan, dan lain-lain yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca: Muhammadiyah
Asyiyah memiliki 86 kelompok bermain/pendidikan anak usia dini, 5.865 taman kanak-kanak, 380 madrasah diniyah, 668 TPA/TPQ, 2.920 IGABA, 399 IGA, 10 sekolah luar biasa, 14 sekolah dasar, 5 SLTP, 10 madrasah tsanawiyah, 8 SMU, 2 SMK, 2 madrasah aliyah, 5 pesantren putri, serta 28 pendidikan luar sekolah.
Untuk pendidikan tinggi, Aisyiyah memiliki 3 perguruan tinggi, 2 STIKES, 3 AKBID serta 2 AKPER di seluruh Indonesia. (2)
(Tribunnewswiki.com/Yusuf)
| Tipe | Organisasi Perempuan Muhammadiyah |
|---|
| Berdiri | 27 Rajab 1335 H/19 Mei 1917 |
|---|
| Pendiri | Ahmad Dahlan & Nyai Walidah |
|---|
| Ketua Pertama | Siti Bariyah |
|---|