Tak Hanya AS, Inggris Juga Pertimbangkan Boikot Olimpiade Beijing 2022

Boikot secara diplomatik ini dilakukan untuk memprotes dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) oleh pemerintah China.


zoom-inlihat foto
boris-johnson-kunjungi-sekolah.jpg
JACK HILL / POOL / AFP
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson saat mengunjungi sekolah Castle Rock di Coalville, England tengah, pada 26 Agustus 2020.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mempertimbangkan untuk memboikot gelaran Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, Sabtu (20/11/2021).

Boikot secara diplomatik ini dilakukan untuk memprotes dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) oleh pemerintah Cina.

Diwartakan oleh Reuters, (20/11/2021), kini tengah ada diskusi di dalam pemerintahan Inggris perihal boikot ini.

Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss dilaporkan mendukung aksi boikot.

Lima politikus Partai Konservatif telah mendesak Johnson untuk melarang adanya perwakilan diplomatik apa pun dari Inggris pada ajang Olimpiade yang digelar Februari tahun depan.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden juga mempertimbangkan untuk memboikot Olimpiade di Beijing.

Boikot ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap perlakuan pemerintah Cina kepada minoritas muslim Uyghur di Cina.

Dilansir dari CNBC, Jumat (19/11/2021), jika boikot diplomatik ini benar-benar diterapkan, atlet AS masih tetap dapat mengikuti pertandingan yang dimulai tanggal 4 Februari 2022.

Baca: Prihatin dengan Nasib Muslim Uyghur, AS Pertimbangkan Boikot Olimpiade Beijing

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara kepada staf di RAF Lossiemouth, Skotlandia timur laut, pada 23 Juli 2020 dalam kunjungan ke Dataran Tinggi dan Kepulauan Utara Skotlandia.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara kepada staf di RAF Lossiemouth, Skotlandia timur laut, pada 23 Juli 2020 dalam kunjungan ke Dataran Tinggi dan Kepulauan Utara Skotlandia. (Andrew Milligan / POOL / AFP)

Namun, delegasi resmi dari pemerintah AS tidak akan hadir di sana.

Masalah Uyghur

Gagasan untuk memboikot pesta olahraga di Beijing itu bukanlah hal baru.

Pada bulan April lalu, Kementerian Dalam Negeri AS menyatakan sedang melakukan pembicaraan dengan sekutunya mengenai cara memprotes kejahatan kemanusian yang diduga dilakukan oleh Cina, saat Olimpiade berlangsung.

Washington Post melaporkan bahwa pemboikotan ini kemungkinan akan diumumkan sebelum akhir bulan November.

Para aktivis HAM juga telah lama menyerukan pemboikotan terhadap Olimpiade Beijing.

Baca: Parlemen Belanda Nyatakan Perlakuan China terhadap Muslim Uighur adalah Genosida

Mereka bahkan menyebut olimpiade itu sebagai "Genocide Games".

Selain itu, mereka juga mendorong Komite Olimpiade Internasional untuk menunda atau memindahkan tempat berlangsungnya acara.

Namun, negera-negara Barat umumnya menolak ide pemboikotan secara penuh terhadap Olimpiade Beijing.

Negara-negara itu menganggap pemboikotan secara penuh adalah hal yang tidak adil bagi para atlet yang ingin tampil pada ajang itu.

Foto ini diambil pada 11 September 2019 menunjukkan seorang pria mengendarai kendaraan di lingkungan etnis Uighur di Aksu, Xinjiang. Otoritas China melakukan sterilisasi paksa terhadap perempuan dalam opersi menahan pertumbuhan populasi etnis minoritas di wilayah Xinjiang barat, menurut penelitian yang diterbitkan pada 29 Juni 2020.
Foto ini diambil pada 11 September 2019 menunjukkan seorang pria mengendarai kendaraan di lingkungan etnis Uighur di Aksu, Xinjiang. Otoritas China melakukan sterilisasi paksa terhadap perempuan dalam opersi menahan pertumbuhan populasi etnis minoritas di wilayah Xinjiang barat, menurut penelitian yang diterbitkan pada 29 Juni 2020. (HECTOR RETAMAL / AFP)

Perlakuan Beijing terhadap minoritas muslim Uyghur di Cina juga telah menarik perhatian dunia dan memunculkan kecaman internasional.

Pada bulan Maret lalu, AS dan sekutunya mengenakan sanksi kepada beberapa pejabat di Provinsi Xinjiang tempat orang Uyghur berada.

Baca: Twitter Hapus Postingan Kedubes China di AS yang Sebut Wanita Uighur Bukan Lagi Mesin Pembuat Bayi

Menteri Dalam Negeri AS Anthony Blinken bahkan menyebut perlakuan Cina kepada muslim Uyghur sebagai "genosida".

Namun, Joe Biden belum menggunakan istilah itu mengecam tindakan Cina.

Cina selalu menyangkal bahwa telah terjadi kejahatan kemanusiaan terhadap Uyghur.

(Tribunnewswiki/Tyo)

Baca berita lainnya tentang Olimpiade Beijing 2022 di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved