Ikuti Tren 'Salam dari Binjai', 9 Bocah di Lamongan Merusak Pohon Pisang Milik Warga

Aksi meninju pohon pisang hingga roboh rupanya ditiru oleh sejumlah bocah di Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan.


zoom-inlihat foto
Pohon-pisang-tumbang-gegara-salam-dari-Binjai.jpg
tangkap layar
Beberapa pohon pisang milik warga yang tumbang di Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, usai dirusak sekumpulan bocah yang tengah demam 'salam dari Binjai'.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Belakangan ini adegan meninju pohon pisang hingga roboh dengan diawali ucapan 'salam dari Binjai' viral di dunia maya.

Aksi tersebut pertama kali diviralkan di media sosial TikTok oleh seorang pria bernama Paris Pernandes.

Paris Pernandes meninju pohon pisang diawali dan diakhiri ucapan 'salam dari Binjai'.

Aksi meninju pohon pisang hingga roboh itu rupanya ditiru oleh sejumlah bocah di Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan.

Aksi bocah-bocah merusak pohon pisang warga itu diunggah oleh akun Instagram, @beritalamongan.

Terlihat dalam video yang berdurasi 39 detik tersebut, sejumlah bocah laki-laki merusak pohon pisang dengan tak merasa bersalah di malam hari.

"Detik-detik beberapa bocah menebangi pohon pisang karena menirukan yang lagi viral. Kejadian tersebut pada 24 Oktober 2021 dan para pelaku sudah diberi pembinaan agar tidak mengulangi perbuatan yang merugikan orang lain," tulis keterangan dalam unggahan tersebut, seperti dikutip TribunnewsWiki, Selasa (2/11/2021).

Baca: Viral Video Kapolres Nunukan Aniaya Anggota, Korban Ditendang dan Dipukul, Pelaku Kini Dinonaktifkan

Baca: Viral Istri Kapolres Tebing Tinggi Pamer Uang di Medsos, Kapolda Sumut Beri Peringatan

Kemudian pada video kedua tampak sebuah kebun yang penuh dengan pohon pisang yang rusak.

Di video tersebut terdengar jika pohon-pohon tersebut rusak akibat tren 'salam dari Binjai' yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Desa Surabayan Sunarto membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (31/10/2021) malam.

"Masih anak-anak semua, rata-rata seusia SMP. Pas kejadian, ada yang mengambil video dan kemudian memviralkan," kata Sunarto, Selasa (2/11/2021), dikutip Kompas.com.

Baca: Jangan Makan Pisang saat Perut Kosong, Ternyata Berbahaya

Baca: Hati-hati, Buah Pisang Bisa Jadi Racun Jika Dikonsumsi Orang dengan Kondisi Berikut

Sunarto dan perangkat desa setempat mendapat laporan dari warga, yang merasa memiliki pohon pisang tersebut.

Akhirnya, sembilan anak yang terlibat dalam peristiwa perusakan tersebut dipanggil ke balai desa didampingi oleh orangtua masing-masing untuk proses mediasi.

"Sebenarnya sih banyak yang ikut waktu itu (saat kejadian), namun yang kami panggil kemarin hanya sembilan anak beserta orangtuanya," ujar Sunarto.

"Ketika kami tanya, mereka rata-rata menjawab latihan silat-silatan dengan nada polos," imbuhnya.

Pemilik pohon pisang akhirnya memaklumi sikap anak-anak tersebut dan tidak mengambil jalur hukum.

"Namanya anak-anak. Tapi tetap, kepada para orangtua kami sudah berpesan untuk menjaga dan mengawasi tingkah laku anak mereka, supaya kejadian seperti itu tidak sampai terulang di kemudian hari," kata Sunarto.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved