Serikat Pekerja Garuda Tuding Dirut Irfan Setiaputra Liburan ke New York Pakai Fasilitas Perusahaan

Serikat Pekerja Garuda melaporkan direktur utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra ke Menteri BUMN Erick Thohir.


zoom-inlihat foto
pesawat-garuda-indonesia.jpg
Instagram/soekarnohattaairport
Pesawat Garuda Indonesia


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Serikat Pekerja Garuda melaporkan direktur utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra ke Menteri BUMN Erick Thohir.

Mereka menyebut Irfan Setiaputra telah menggunakan fasilitas kantor dengan mengajak keluarganya saat menghadiri forum resmi sambil menikmati liburan. 

Sekarga menerima informasi penerbitan Kartu Member Garuda Indonesia yaitu GA Miles Platinum VIP terhadap 4 orang keluarga Dirut Garuda yakni anak, menantu, dan cucu.

Mengetahui hal tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Sekarga Dwi Yulianta kemudian mengirim surat permohonan kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk menginvestigasi. 

Surat tersebut dibuat untuk menyikapi pengakuan Direktur Utama Garuda Indonesia yang disampaikan pada saat sharing session bersama karyawan pada Senin, 25 Oktober 2021 pukul 11.00 hingga selesai terkait kehadirannya pada Undangan Pertemuan IATA yang dilaksanakan tanggal 3-5 Oktober 2021.

"Mengingat pentingnya good corporate governance (GCG) dan core value AKHLAK Kementerian BUMN dan terkait hal tersebut di atas sudah menjadi polemik serta banyaknya pertanyaan-pertanyaan dari pihak karyawan yang disampaikan kepada kami sebagai pengurus Serikat Pekerja, maka kami memohon kiranya Bapak Menteri BUMN dapat membentuk tim investigasi," tulis Dwi dalam suratnya seperti dikutip dari Kompas TV, Rabu (27/10/2021).

Irfan Setiaputra, Dirut Garuda Indonesia
Irfan Setiaputra, Dirut Garuda Indonesia (sigfox.id)

Irfan Setiaputra diketahui berangkat bersama keluarga (istri, anak, menantu dan 2 orang cucu) menggunakan rute penerbangan semula Jakarta - New York via Amsterdam tanggal 30 September 2021 dengan nomor penerbangan GA088.

Namun, tiket tersebut kemudian diubah menjadi Jakarta - New York via Incheon/Seoul tanggal 30 September 2021 dengan nomor penerbangan GA878 menggunakan fasilitas kelas bisnis.

Irfan Setiaputra dan keluarga pulang pada tanggal 16 Oktober 2021 dengan rute Amsterdam - Jakarta dengan GA089 menggunakan fasilitas kelas bisnis.

"Kami berpendapat seharusnya seorang Dirut lebih memprioritaskan perhatiannya terhadap kondisi Garuda Indonesia saat ini, karena undangan tersebut biasanya didelegasikan kepada salah satu manager, senior manager, atau vice president oleh direktur utama sebelumnya," ucap Dwi dalam surat. 

Baca: Ini Daftar Maskapai Terbaik Dunia Tahun 2021 Versi Skytrax, Ada Garuda Indonesia?

Baca: Semester I-2021, Kerugian Garuda Indonesia Tembus Rp 13 Triliun, Meningkat dari Tahun Lalu

Sekarga juga mengaku sangat prihatin lantaran yang bersangkutan lanjut berlibur bersama keluarga dan baru kembali ke Jakarta pada 16 Oktober 2021.

BMW Indonesia Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra berada didalam mobil BMW 730Li M Sport saat peluncuran 

Opsi Pelita gantikan Garuda

Sementara itu, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengonfirmasi rencana untuk menyiapkan PT Pelita Air Service (PAS) sebagai maskapai berjadwal nasional menggantikan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk atau GIAA.

Persiapan Pelita Air sebagai maskapai ini untuk mengantisipasi apabil restrukturisasi dan negosiasi Garuda tak berjalan mulus.

"Kalau mentok ya kita tutup (Garuda), tidak mungkin kita berikan penyertaan modal negara karena nilai utangnya terlalu besar,’" kata Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wirjoatmodjo dilansir dari Antara.

Menurut Tiko progres negosiasi dan restrukturisasi utang Garuda Indonesia dilakukan dengan seluruh lender, lessor pesawat, hingga pemegang sukuk global, melibatkan tiga konsultan yang ditunjuk oleh Kementerian Negara BUMN.

Namun demikian, negosiasi dengan kreditur dan lessor masih buntu dan membutuhkan waktu yang panjang.

Alasannya antara lain pesawat yang digunakan Garuda Indonesia dimiliki puluhan lessor.

Dia mengatakan, kendati Garuda Indonesia bisa diselamatkan, nyaris mustahil Garuda Indonesia bisa melayani lagi penerbangan jarak jauh, seperti ke Eropa.

Maka, untuk melayani penerbangan internasional, maskapai asing akan digandeng sebagai partner maskapai domestik.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved