Bid Propam Polda Kaltara Pastikan Kasus Kapolres Nunukan Tetap Diproses : Semua Bisa Kena Sanksi

Dearystone mengungkapkan, AKBP SA dan Brigpol SL diduga melanggar kode etik Kepolisian Republik Indonesia.


zoom-inlihat foto
Kapolres-Nunukan-AKBP-Syaiful-Anwar-menganiaya-anak-buahnya.jpg
Capture Instagram/@jktnewss
Tangkapan layar Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar menganiaya anak buahnya yang viral di media sosial.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kasus pemukulan oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Nunukan AKBP SA terhadap anggotanya, Brigpol SL, bakal diproses hingga tuntas.

Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) Kombes Dearystone Supit mengungkapkan, pihaknya tidak membenarkan kekerasan yang dilakukan AKBP SA.

Kini, Bid Propam Polda Kaltara tengah memeriksa AKBP SA dan Brigpol SL.

"Masalah pemukulan ini menjadi atensi pimpinan, sehingga kami prioritaskan. Saat ini pemeriksaan sedang dilakukan dan akan kami lanjutkan sampai tuntas," ujarnya, Selasa (26/10/2021), dikutip dari Kompas.com.

Dearystone mengungkapkan, AKBP SA dan Brigpol SL diduga melanggar kode etik Kepolisian Republik Indonesia.

Maka, keduanya berpotensi bakal mendapat sanksi.

"Semua tentang kode etik, karena kalau masalah pidananya, anggota kan tidak melaporkannya ke Reskrim," ucapnya.

(Kiri) Brigadir SL, anggota Polres Nunukan yang menjadi korban penganiayaan Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar meminta maaf.
(Kiri) Brigadir SL, anggota Polres Nunukan yang menjadi korban penganiayaan Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar meminta maaf. (Kolase TribunnewsWiki/Capture Instagram/@jktnewss)

Seperti diketahui, Kapolres Nunukan AKBP SA telah dinonaktifkan oleh Kapolda Kaltara.

Sementara itu, Brigpol SL yang menjadi korban pemukulan Kapolres Nunukan, menyampaikan permintaan maaf terhadap atasannya, dalam sebuah video berdurasi 58 detik.

SL mengaku dirinya lalai terhadap perintah pimpinannya.

“Dengan beredarnya video tersebut, saya sangat menyesal dan saya membenarkan tidak melaksanakan perintah pimpinan," tuturnya.

Baca: Brigadir SL, Korban Penganiayaan Kapolres Nunukan Minta Maaf karena Viralkan Video Dirinya Dianiaya

Baca: Viral Video Kapolres Nunukan Aniaya Anggota, Korban Ditendang dan Dipukul, Pelaku Kini Dinonaktifkan

SL mengatakan, dirinya telah menghadap ke AKBP SA untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan usai insiden pemukulan itu

Dearystone mengonfirmasi video tersebut diunggah oleh Brigpol SL.

Saat diperiksa Bid Propam Polda Kaltara, SL yang bertugas sebagai staf bagian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), mengaku melanggar perintah untuk mengawal Zoom meeting dengan Mabes Polri.

"Anggota (SL) diminta standby, jika sewaktu waktu terjadi trouble, tapi ternyata anggota itu pergi, dan benar terjadi trouble dua kali. Setelah dicari-cari tidak ada, beberapa kali ditelepon, tidak diangkat malah dimatikan,” papar Dearystone.

"Selesai acara baru datang, dicoba ditelepon oleh Kapolres, ternyata aktif saja HP-nya. Itu yang membuat Kapolres emosi," sambungnya.

Kendati Brigpol SL telah meminta maaf, namun hal tersebut tidak akan menghentikan proses dugaan pelanggaran etik ini.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

 











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved