Buntut Viral Periksa Paksa Ponsel Warga, Aipda Ambarita Dimutasi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan, mutasi Aipda Ambarita diduga karena pelanggaran standar operasional prosedur (SOP)


zoom-inlihat foto
Pimpinan-Raimas-Backbone-Bripka-MP-Ambarita.jpg
Kompas.com
Pimpinan Raimas Backbone, Bripka MP Ambarita di Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (16/11/2020)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Aipda MP Ambarita, pemimpin Rainmas Backbone, tim pengurai massa Polres Jakarta Timur di bawah Direktorat Sabhara, akhirnya dimutasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan, mutasi Aipda Ambarita diduga karena pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) saat bertugas.

Mutasi Aipda Ambarita tercantum dalam Surat telegram (ST) nomor ST/458/X/KEP/2021 tertanggal 18 Oktober 2021.

Aipda Ambarita dimutasi menjadi Bintara Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Metro Jaya.

Kemudian, Aiptu Jakaria juga dimutasi untuk mengisi posisi yang sama dengan Ambarita.

Polisi yang dikenal dengan Jacklyn Choppers itu sebelumnya Bintara Unit (Banit) 9 Uni 2 Subnit 4 Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Seperti diketahui, sebelumnya Ambarita viral di media sosial karena telah memeriksa paksa ponsel milik seorang pemuda yang sedang berkumpul malam hari.

"Sekali lagi saya katakan memang betul kita akui Pak Ambarita itu ada dugaan kesalahan SOP," ujar Yusri dalam keterangannya, Selasa (19/10/2021), dikutip dari Kompas.com.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus (Tribunnews.com,Rizki Sandi Saputra)

Menurut Yusri, pemeriksaan ponsel diperbolehkan, selama tidak melanggar SOP dalam bertugas, dan dapat berlaku dalam pemeriksaan terhadap pelaku kejahatan.

"Apakah polisi boleh melakukan pengecekan? Boleh, tergantung sesuai tidak dengan SOP. Contoh dari Resmob menangkap pelaku penadahan misalnya, boleh (periksa ponsel) kalau sesuai SOP," kata Yusri.

Baca: Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Jakarta Barat, Polisi Tetapkan 6 Orang sebagai Tersangka

Baca: Kondisi Mahasiswa yang Dibanting Polisi Memburuk, Jalani Pemeriksaan ke-4 di RS Ciputra Jakarta

Meski demikian, Yusri tak memberikan alasan berkait mutasi Aiptu Jakaria.

Ia menjelaskan, Aiptu Jakaria memiliki kelebihan hingga diposisikan sebagai Bintara Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Metro Jaya.

"Kami punya namanya Subdit Multimedia. Kami butuh orang seperti Pak Jacklyn (Aiptu Jakaria) untuk bisa membantu kami bermain di humas. Untuk mengelola humas ini," kata Yusri.

Sebelumnya, sebuah potongan video salah satu acara televisi memperlihatkan polisi memeriksa paksa ponsel seorang pemuda, viral di Twitter.

Terlihat pemilik ponsel keberatan ketika polisi ingin memeriksa ponselnya, yang dianggapnya sebagai ranah privasinya.

Polis menjelaskan bahwa mereka memiliki wewenang untuk memeriksa ponsel tersebut.

"Saya hanya untuk pencegahan, siapa tahu kau berdua merencanakan pembunuhan, misalnya," kata salah seorang petugas dalam video tersebut.

Setelah adu mulut, pemilik ponsel akhirnya tmemberikan ponselnya untuk diperiksa oleh petugas kepolisian.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved