Aturan Baru PPKM, Penumpang Pesawat Tak Lagi Bisa Pakai Antigen, Wajib Tes PCR

Pada periode PPKM 19 Oktober-1 November 2021, pemerintah menerapkan sejumlah aturan untuk membatasi mobilitas masyarakat.


zoom-inlihat foto
pos-penyekatan-PPKM-Level-4-di-Jalan-Raya-Bogor.jpg
TribunJakarta.com/Bima Putra
Tampak pos penyekatan PPKM Level 4 di Jalan Raya Bogor, Kecamatan Pasar Rebo perbatasan Jakarta Timur dengan Kota Depok, Rabu (28/7/2021)


TRIBUNEWSWIKI.COM - Pemerintah melanjutkan penerapan PPKM di wilayah Jawa-Bali sebagai upaya mengendalikan pandemi Covid-19.

Dikutip dari Kompas.com, setiap daerah dikategorikan pada level 1-4 berdasarkan tingkat kasus penularan dan kematian.

Pada periode PPKM 19 Oktober-1 November 2021, pemerintah menerapkan sejumlah aturan untuk membatasi mobilitas masyarakat.

Salah satunya syarat perjalanan udara domestik.

Dalam dua pekan ke depan, pemerintah tak lagi mengizinkan penggunaan tes rapid antigen sebagai syarat penerbangan.

Pelaku perjalanan penerbangan domestik hanya diperbolehkan tes RT-PCR, berlaku untuk daerah dengan status PPKM Level 3, Level 2, maupun Level 1 di Jawa-Bali.

Berdasarkan aturan yang diperbaharui per 19 Oktober 2021 itu, diatur bahwa pelaku perjalanan domestik yang menggunakan pesawat wajib menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama.

Kemudian, wajib menunjukkan hasil tes negatif Covid-19.

Baca: PPKM Level 1-4 Kembali Diperpanjang hingga 1 November 2021, Kapasitas Bioskop Diizinkan 70 Persen

Baca: Luhut: Uji Coba PPKM Level 1 di Kota Blitar Tunjukkan Hasil Positif

Penumpang diwajibkan memperlihatkan surat keterangan negatif Covid-19 dari hasil tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Aturan tersebut berlaku baik bagi penumpang dengan vaksin dosis pertama maupun dosis kedua.

Perbedaan dari aturan sebelumnya

Pada aturan sebelumnya, syarat perjalanan udara diperbolehkan dengan tes rapid antigen untuk wilayah Jawa-Bali.

Adapun penumpang yang baru vaksin dosis pertama harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Sejumlah penumpang pesawat sedang antre untuk tes GeNose C19 di bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Sejumlah penumpang pesawat sedang antre untuk tes GeNose C19 di bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. (Dok. I Gusti Ngurah Rai, Bali Airport)

Sementara, bagi penumpang yang sudah melakukan vaksin dosis kedua, bisa menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes rapid antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Maka, pada aturan sebelumnya, syarat keterangan negatif Covid-19 dengan tes rapid antigen hanya berlaku untuk perjalanan udara antar bandara di Jawa-Bali.

Apabila penerbangan berkaitan dengan bandara di luar Jawa-Bali, maka aturannya tetap harus tes RT-PCR.

Meski demikian, seiring dengan terbitnya Inmendagri 53/2021, syarat tes RT-PCR menjadi sama yakni berlaku baik untuk perjalanan di Jawa-Bali, maupun di luar Jawa-Bali, sehingga syarat tes rapid antigen menjadi dihilangkan.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved