Direktur dan 2 Kolektor Pinjol Ilegal PT Indo Tekno Nusantara Ditetapkan sebagai Tersangka

Polisi menetapkan 3 orang sebagai tersangka dalam kasus pinjaman online (pinjol) ilegal atas penangkapan puluhan karyawan PT ITN


zoom-inlihat foto
Kantor-Pinjol-Ilegal-Digerebek.jpg
Dok. Polres Metro Jakbar
Tim Krimsus Satreksrim Polres Metro Jakarta Barat menggerebek kantor fintech penyedia pinjaman online ilegal di Sedayu Square Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (13/10/2021).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Polisi menetapkan 3 orang sebagai tersangka dalam kasus pinjaman online (pinjol) ilegal atas penangkapan puluhan karyawan PT Indo Tekno Nusantara (ITN) yang sejak 2018 lalu bergerak di bidang penagihan utang untuk aplikasi pinjol.

Sebelumnya, polisi telah melakukan penggerebekan terhadap perusahaan yang berlokasi di Ruko Crown Blok C1-C7, Green Lake City, Tangerang itu pada Kamis (14/10/2021).

Terkait penggerebekan tersebut, polisi menetapkan tiga orang tersangka.

Adapun ketiganya ialah berinisial P, MAF dan RW.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.

"Kemarin sudah disaksikan penggerebekan di Green Lake Tangerang, diamankan 32 orang di sana kemudian dibawa ke Polda metro dari 32 orang, 3 orang ditetapkan sebagai tersangka," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jumat (15/10/2021), seperti dikutip dari Tribunnews.

Yusri menyebutkan bahwa ketiga orang tersangka itu mempunyai peranan masing-masing.

Tersangka P adalah Direktur PT ITN atau perusahaan pinjol ilegal.

Sementara tersangka MAF dan RW berperan sebagai kolektor atau penagih hutang pada debitur dengan cara mengirimkan foto-foto tidak seronoh.

"Yang pertama inisial P, adalah direktur PT ITN bertanggungjawab atas kegiatan Pinjol ilegal. Saudara RW menagih pinjaman dengan mengirim foto korban sama yang dilakukan MAF," beber Yusri.

Baca: Berawal dari Laporan Masyarakat, Kantor Pinjol Ilegal di Jakbar Digerebek, 56 Karyawan Diamankan

Baca: Nafa Urbach Sentil Pemerintah Soal Banyaknya Kasus Bunuh Diri karena Pinjol: Seperti Ini Dibiarkan?

Yusri mengatakan, untuk sisa para karyawan yang diamankan kemarin, diterapkan untuk wajib lapor.

Sementara untuk ketiga tersangka itu dikenakan pasal 35 Juncto Pasal 51 dan Pasal 27 Juncto pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Akan tetapi, Yusri mengatakan pihaknya masih akan melakukan pendalaman pemeriksaan guna mengungkap adanya kemungkinan tersangka lainnya.

"Ini updatenya untuk sementara, apakah ada tersangka lainnya nanti akan saya sampaikan," tukasnya.

Gaji Karyawan Pinjol Ilegal

Seorang Ibu yang mempunyai anak yang bekerja sebagai karyawan di PT ITN mengungkapkan bahwa anaknya harus bekerja selama kurang lebih 10,5 jam dalam sehari.

Sementara upah atau gaji yang diterima oleh anaknya tersebut hanya Rp1,4 juta dalam satu bulan.

"Anak saya gajian Rp1,4 juta per bulan. Dia kerja dari jam 08.30 WIB-19.00WIB," katanya dalam rekaman suara, Kamis (15/10/2021), seperti dikutip dari Kompas.com.

L, ibu anak tersebut menyebut bahwa anaknya ini baru bekerja di PT ITN selama 1 bulan.

Dia menyebutkan, anaknya bekerja sebagai petugas telemarketing di perusahaan tersebut.

"Saya dikasih Rp800 ribu buat sehari-hari jualan, dan dia pegang Rp600.000 buat kesehariannya," katanya.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved