Informasi Awal #
TRIBUNNEWSIKI.COM - Salat istikharah merupakan salat yang fungsinya untuk memohon petunjuk dari Allah Swt.
Petunjuk ini adalah sesuatu hal yang hukumnya mubah (boleh), tetapi masih terdapat keraguan, misalnya petunjuk jodoh dan pekerjaan.
Jika seseorang masih ragu dalam hal-hal itu, dia bisa melakukan salat istikharah.
Salat istikharah ini bisa dilakukan kapan saja, tetapi waktu yang utama ialah pada malam hari seperti halnya waktu salat tahajud.
Jumlah rakaatnya ialah dua rakaat.[1]
Baca: Salat Duha
Tata Cara #
1. Niat sholat Istikhoroh
Ushalli sunnatal istikhaarati rak'ataini lil laahi taalaa . Allahu Akbar.
Artinya:
Aku niat sholat sunat istikhoroh dua rakaat karena Allah ta'alaa. Allahu Akbar.
2. Takbiratul ihram.
3. Berdiri tegak bagi yang berkuasa ketika shalat fardlu. Boleh sambil duduk atau berbaring bagi yang sedang sakit.
4. Membaca surat Al-Fatihah pada tiap-tiap rakaat.
5. Ruku dengan thumaninah.
6. Iktidal dengan thumaninah.
7. Sujud dua kali dengan thumaninah.
8. Duduk antara dua sujud dengan thumaninah.
9. Duduk tasyahhud akhir dengan thumaninah.
10. Membaca tasyahhud akhir.
11. Membaca shalawat Nabi pada tasyahhud akhir.
12. Membaca sulam yang pertama.
13. Tertib berurutan mengerjakan rukun-rukun tersebut.
14. Membaca doa sesudah sholat istikharah.[2]
Baca: Salat Tahiyatul Masjid
Doa #
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ
Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaanMu.
Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib.
Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku sukseskanlah untuk ku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah.
Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untuk ku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaanMu kepadaku.” [3]
(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)
| Nama | Salat Istikharah |
|---|
| Hukum | Sunah |
|---|
Sumber :
1. bersamadakwah.net
2. www.tribunnews.com
3. saintif.com