HUT ke-76 TNI, Sejarah Kelahiran dan Perubahan Nama, Bermula dari BKR

Institusi pertahanan negara tersebut tidak langsung berdiri dengan nama TNI, namun dengan nama Badan Keamanan Rakyat (BKR).


zoom-inlihat foto
alutsista-tni-2.jpg
(KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO)
Tentara Nasional Indonesia di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis (5/10/2017)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - 76 tahun lalu, atau tepatnya 5 Oktober 1945, adalah salah satu momen penting bagi bangsa Indonesia, yakni lahirnya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Namun, institusi pertahanan negara tersebut tidak langsung berdiri dengan nama TNI, namun dengan nama Badan Keamanan Rakyat (BKR).

Dikutip dari Kompas.com, BKR adalah bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang yang didirikan di Jakarta pada Agustus 1945.

BKR memiliki tugas sebagai pemelihara keamanan bersama rakyat dan badan negara yang baru terbentuk setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Dari buku Perlindungan Penduduk Sipil Dalam Perlawanan Rakyat Semesta dan Hukum Internasional (1992) karya F Sugeng Istanto, BKR dibentuk pada 22 Agustus 1945.

BKR diumumkan secara resmi oleh Presiden Soekarno pada 23 Agustus 1945.

Setelah pembentukan BKR, para pemuda dan mantan anggota PETA, Kaprawi, Sutaklasana, Latief Hendraningrat, Arifin Abdurrachman, Machmud dan Zulkifli Lubis, merumuskan struktur BKR sesuai dengan teritorial pendudukan Jepang.

Meski dibentuk kalangan pemuda, rupanya sebagian pemuda tidak setuju dengan BKR.

pasukan Badan Keamanan Rakyat (BKR)
pasukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) (gramozavr.com)

Mereka memilih untuk membentuk badan perjuangan sendiri, seperti Persatuan Pemuda Pelajar Indonesia di Bandung, Angkatan Muda Indonesia di Surabaya, Balai Penerangan Pemuda Indonesia di Padang, dan masih banyak lainnya.

Alhasil, BKR sendiri hanya berusia jagung sebelum diganti menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Pembentukan TKR

Kemudian, TKR didirikan Pemerintah Indonesia pada 5 Oktober 1945.

Pembentukan angkatan perang ini bertujuan untuk mengatasi situasi yang mulai tidak aman karena tentara Sekutu kembali datang ke Indonesia.

Berdirinya TKR bermula dari penerbitan maklumat tentang pembentukan tentara kebangsaan.

Wakil Presiden Mohammad Hatta memanggil mantan perwira KNIL, Urip Sumohardjo untuk menyusun organisasi tentara.

Lalu, pada 6 Oktober 1945, pemerintah mengangkat Supriyadi, tokoh PETA, organisasi buatan Jepang, di Blitar, untuk menjadi Menteri Keamanan Rakyat.

Markas tertinggi TKR awalnya ditetapkan di Purwokerto, namun dipindahkan di Yogyakarta dengan sejumlah pertimbangan.

Baca: Tentara Nasional Indonesia (TNI)

Baca: Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL)

TKR berubah jadi Tentara Rakyat Indonesia

Pada 26 Januari 1946, nama TKR berubah menjadi Tentara Rakyat Indonesia (TRI) berdasarkan Penetapan Pemerintah Nomor 4/SD Tahun 1946.

Perubahan nama ini didasari dengan keberadaan laskar perjuangan dan barisan bersenjata yang dibentuk oleh rakyat Indonesia di daerah masing-masing.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved