Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Megamendung merupakan salah satu motif atau corak batik Indonesia.
Batik megamendung sangat lekat dengan Kota Cirebon, Jawa Barat.
Bukan hanya kain batik saja yang bermotif megamendung, namun hampir seluruh rancangan kota sangat khas dengan motif tersebut.
Motif megamendung ini tidak berbentuk polos seperti umbul-umbul lainnya, namun dihiasi ciri khas Cirebon, yaitu motif wadasan dan mega mendung, serta dilengkapi lambang yang mengandung arti Cirebon.
Wadasan dan megamendung itu sendiri menggambarkan pandangan hidup masyarakat setempat yang tercermin dalam berbagai bentuk seni rupa khas Cirebon.
Misalnya batik dan lukisan, baik di atas kaca, kain, maupun kanvas.
Sementara itu, wadasan memiliki arti harfiah sebagai bebatuan, yang diterjemahkan sebagai bumi dengan segala isinya yakni tanah, tumbuhan, air.
Sementara megamendung adalah semesta langit yang menaungi bumi dan segala isinya.
Megamendung dianggap pula sebagai simbol Ketuhanan.
Sementara itu, makna wadasan dan megamendung mengajarkan tentang kehidupan, yang mengingatkan kepada umat manusia supaya cinta terhadap sesama di muka bumi (wadasan) in, di sisi lain, memperkuat sikap religius (megamendung). (1)
Motif megamendung pada batik menjadi favorit banyak orang, sehingga warnanya pun beragam, mulai dari kuning, biru, hingga merah. (2)
Baca: Kain Sarung
Pengaruh Budaya China #
Motif wadasan dan megamendung melambangkan pertemuan kebudayaan China dan Cirebon pada masa Sunan Gunung Jati.
Pasalnya, pada saat itu di Cirebon banyak berdatangan saudargar dari China.
Dari daratan China, banyak dibawa keramik-keramik berhiaskan gambar awan dan dedaunan.
Sementara itu, dari Cirebon sendiri banyak simbol atau lambang dari tanah dan bebatuan.
Kemudian, pada akhirnya keduanya bertemu dan disatukan, sehingga membentuk karakteristok tersendiri.
Perpaduan tersebut yang kemudian menjadi ciri khas dalam kebudayaan Cirebon.
Itulah sebabnya berbagai bentuk lukisan karya seniman Cirebon selalu disertai lambang wadasan dan megamendung. (1)
Baca: Kain Songket
Filosofi #
Menurut salah satu maestro batik megamendung di Cirebon, motif yang ada pada batik tersebut harus terdiri dari tujuh gradasi warna.
Sesuai namanya yang berarti langit yang akan turun hujan, tujuh gradasi warna batik megamendung tersebut sesuai dengan tujuh lapisan yang ada di langit.
Dalam filosofi batik megamendung, kata “mendung“ diartikan sebagai kesabaran. Jadi, sebagai manusia, hendaknya kita tidak mudah marah, melainkan harus panjang sabar.
Hal tersebut sama halnya seperti proses pembuatan batik megamendung, yang membutuhkan kesabaran.
Semakin baik batik yang dihasilkan seseorang, berarti orang tersebut telaten dan sabar.
Harapannya, pengguna batik tersebut juga diharapkan jadi pribadi yang sabar sebab memakai motif megamendung sejatinya harus mampu mendinginkan suasana.
Terdapat aturan dalam menggambar batik megamendung, bentuk awan mendung pada motif tersebut pun tidak boleh sembarangan.
Arahnya harus mendatar, tidak boleh vertikal. Harus mendatar karena fungsi awan mendung tersebut adalah melindungi dari cahaya matahari yang panas.
Oleh karena itu, esensi megamendung harus mampu mendinginkan atau mengayomi mereka yang ada di bawah. (3)
Baca: Kain Ulos
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)
| Nama | Batik Megamendung |
|---|
| Asal | Cirebon, Jawa Barat, Indonesia |
|---|
| Bentuk | Menyerupai Awan-awan |
|---|
Sumber :
1. kompas.com
2. palembang.tribunnews.com
3. batiqa.com