Fitri Nganthi Wani

Fitri Nganthi Wani merupakan putri Wiji Thukul yang menjadi penulis.


zoom-inlihat foto
Fitri-Nganthi-Wani-44.jpg
Tribunnews.com/DANY PERMANA
Putri aktivis yang hilang Wiji Thukul, Fitri Nganthi Wani, membacakan puisi dalam sebuah acara di Jakarta, Rabu (7/5/2014).

Fitri Nganthi Wani merupakan putri Wiji Thukul yang menjadi penulis.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Fitri Nganthi Wani merupakan putri Wiji Thukul yang menjadi penulis.

Ia lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada 6 Mei 1989.

Fitri Nganthi Wani adalah putri dari pasangan Wiji Thukul dan Siti Dyah Sujirah.

Bakat menulisnya sedikit banyak mewarisi dari ayahnya, Wiji Thukul yang juga merupakan penulis dan penyair.

Nama Fitri Nganthi Wani dikenal oleh masyarakat karena karya-karya yang ia tulis. (1)

Peluncuran Album Buku Terbaru Fitri Nganthi Wani: Sastra Untuk Tarendra di Bentara Budaya Solo
Peluncuran Album Buku Terbaru Fitri Nganthi Wani: Sastra Untuk Tarendra di Bentara Budaya Solo (Tribunnews.com/AndariWN)

Baca: Wiji Thukul

  • Karier #


Fitri Nganthi Wani meniti kariernya ketika masih berusia 12 tahun.

Pada usia itu, ia telah menyukai puisi dan tak jarang membacakan karyanya di depan khalayak.

Kariernya di dunia sastra semakin menjadi setelah ia lulus dari perguruan tinggi.

Pada 2008 puisi karyanya berhasil terpilih dan masuk dalam kurikulum Bahasa Indonesia Regional di Universities Indonesia Language Inituative (RUILI), Australia.

Kemudian pada 2009 ia mengeluarkan karya tulisnya berjudul "Selepas Bapakku Hilang".

Karya tersebut adalah kumpulan puisi yang ditulis olehnya.

Pada 2014 ia bahkan diundang sebagai pembicara di ASEAN Literary Festival di Jakarta.

Selain menulis, ia juga menjadi pengusaha.

Ia membangun usaha kosmestik herbal buatan tangan pada 2015.

Kosmetiknya itu diberi nama "Bubacaca". (1)

Fitri Nganthi Wani memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar gemar menulis diera digital, Minggu (21/4/2019).
Fitri Nganthi Wani memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar gemar menulis diera digital, Minggu (21/4/2019). (surabaya.tribunnews.com/sugiyono)

Baca: Marsinah

  • Karya Tulis #


- Selepas Bapakku Hilang (kumpulan puisi, PuSdEP, 2009)

- Kau Berhasil Jadi Peluru (kumpulan puisi, Warning Books,2018)

- Choco Jasmine (cerpen, Difalitera dan pribadi, 2018)

- Sastra Untuk Tarendra (kumpulan puisi dan catatan, Shira Media, 2019) (2)

Buku karya Fitri Nganthi Wani
Buku karya Fitri Nganthi Wani (Tribunnews.com/AndariWN)

Baca: Siti Rukiah Kertapati

  • Prestasi dan Sepak Terjang #


2008 - Puisinya terpilih sebagai kurikulum Bahasa Indonesia Regional Universities Indonesia Language Inituative (RUILI), Australia.

2010 - Menjadi Juri Lomba Monolog SMA se-Yogyakarta di Universitas Sanata Dharma.

2013 - Berkolaborasi bersama Superman is Dead (SID) dan adiknya Fajar Merah, saat konser SID di Karanganyar.

2014 - Menjadi pembicara di ASEAN Literary Festiv di Jakarta.

2015 - Berkolaborasi dengan Merah Bercerita dalam lagu Derita Sudah Naik Seleher.

2018 - Merilis cerpen Choco Jasmine. Sebagian dari ceritanya dialihwahanakan dalam bentuk audiobooks oleh Komunitas Difalitera Solo.

2018 - Menjadi Juri Lomba Baca Puisi tingkat SMP-SMA se-Jateng-DIY di Universitas Sebelas Maret.

2018 - Menjadi Juri Lomba Baca Puisi tingkat Kabupaten di Perpustakaan Karanganyar.

2018 - Kolaborasi dengan Melanie Subono dalam Bakti Sosial 'Aku Kamu Kita Mereka'.

2018 - Akhir tahun 2018 bergabung dengan Kelompok Musikalisasi Puisi Seleksi Alam.

2019 - Berkolaborasi dengan MCPR dalam menyanyikan lagu dan pembuatan video klip Tentang Negeri. (2)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



Nama Fitri Nganthi Wani
Lahir Surakarta, Jawa Tengah pada 6 Mei 1989
Profesi Penulis
Orang Tua Wiji Thukul dan Siti Dyah Sujirah
   


Sumber :


1. www.tribunnews.com
2. id.wikipedia.org


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved