Putri Nia Daniaty, Olivia Nathania Dilaporkan ke Polisi Terkait Kasus Penipuan & Pemalsuan Surat

Olivia Nathania dipolisikan lantaran kasus penipuan, korban yang berjumlah ratusan itu dijanjikan dapat lolos dalam seleksi CPNS


zoom-inlihat foto
1-Olivia-Nathania.jpg
Instagram/niadaniatynew
Olivia Nathania dan Nia Daniaty


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kabar kurang sedap datang dari penyanyi lawas, Nia Daniaty.

Pasalnya, putri sulungnya yang bernama Olivia Nathania diduga terlibat kasus penipuan.

Olivia Nathania dan sang suami Rafly N Tilaar atau RAF dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Olivia dan Rafly diduga melakukan penipuan, penggelapan, dan pemalsuan surat terkait seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Dalam kasus penipuan itu, setidaknya ada 225 korban yang telah menggelontorkan dana sekitar Rp 9,7 miliar.

Nia Daniaty dan putrinya Olivia Nathania
Nia Daniaty dan putrinya Olivia Nathania (Youtube Entertainment News)

Baca: Nia Daniaty

Baca: Nia Daniaty Alami Kecelakaan Mobil Saat Pawai, Akibat Rem Blong hingga Tak Bisa Bicara

Odie Hudiyanto selaku kuasa hukum para korban turut buka suara atas kasus tersebut.

"Dua orang yang masing-masing berinisial Oli dan RAF dilaporkan ke polisi, Oli merupakan anak dari penyanyi lawas ND, jelas Odie, dikutip dari Tribunseleb.

"Sehingga kami laporkan ke Polda Metro Jaya dan terjerat pasal pemalsuan surat serta penipuan."

"Terlapor telah menyebabkan 225 orang menjadi korban dan mengalami kerugian senilai Rp 9,7 miliar," imbuh Odie.

Lebih jauh, Odie mengatakan Oli dan RAF menjanjikan dapat meloloskan orang-orang tersebut dalam seleksi CPNS.

Keduanya mengaku memiliki hubungan dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Baca: Pihak Mansyardin Malik Datangi MUI, Tuding Marlina Octoria Lakukan 5 Kesalahan Fatal

Baca: Setelah Menjalani Operasi, Kondisi Tukul Arwana Belum 100 Persen Sadar

Oli dan RAF kemudian meminta orang-orang itu untuk memberikan sejumlah uang dengan iming-iming akan lolos seleksi CPNS.

Kisaran uang yang diminta Oli dan RAF \dari Rp 25 juta hingga Rp 165 juta.

"Mereka mengiming-imingi para korban dapat lolos seleksi CPNS karena memiliki link di BKN, sehingga para korban pun tergiyur akan hal itu," paparnya.

"Kemudian Oli dalam prakteknya meminta korban menyerahkan dalam bentuk cash dan transfer ditampung di rekeningnya Oli dan RAF, sehingga korban-korban itu menuntut kepada Oli dan RAF penanggung jawabannya," beber Odie.

Kemudian, Oli mengirimkan surta pengangkatan dan keputusan atau SK yang dikeluarkan oleh BKN.

Sayangnya, surat tersebut merupakan surat palsu.

"Setelah uang itu diserahkan kepada Oli dan RAF, Oli menyerahkan surat pengangkatan dan SK yang dikeluarkan oleh BKN," lanjutnya.

"Setelah menunggu lama sejak 2019 sampai 2021 di bulan Agustus kami memastikan SK yang dibuat BKN itu sah atau tidak," kata Odie.

Hingga berita ini turun, pihak Oli maupun RAF belum angkat bicara mengenai kasus dugaan penipuan tersebut.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)

Baca selengkapnya soal Mansyardin Malik di sini

 











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved