KPK Bantah Tawari Pegawai TMS yang Gagal Asesmen TWK untuk Kerja di BUMN

Setelah sebelumnya beredar isu KPK terima 57 pegawai TMS yang gagal di TWK, kabar itu langsung dibantah Nurul Ghufron


zoom-inlihat foto
nurul-ghufron.jpg
surya/sri wahyunik
Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Santer terdengar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi tawaran kepada 57 pegawai tidak memenuhi syarat (TMS) yang gagal di asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk bisa bekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Isu tersebut pun sampai ke telinga Wakil Ketua KPK, Nuruf Ghufron.

Dengan lantang, Nurul membantah kabar tersebut.

Ia mengatakan pimpinan tidak menyuruh melakukan hal tersebut.

"Yang jelas dari kita enggak ada meminta pengunduran diri dan lain-lain," ungkap Ghufron, dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (14/9/2021).

Nurul Ghufron mengatakan tidak mengetahui soal surat permohonan penyaluran pegawai nonaktif ke BUMN.

Nurul Ghufron
Nurul Ghufron (unej.ac.id)

Baca: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Baca: Polisi Periksa Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Victor Teguh Prihartono Terkait Kasus Kebakaran

"Yang jelas form-nya (surat permohonan) saya enggak tahu. Kalau ditawari, itu bukan ditawari, mereka itu katanya sih, ya, mereka nanya masa sih pimpinan enggak memikirkan mereka. Begitu," paparnya.

Ghufron mengungkapkan dari 57 pegawai nonaktif itu tidak semuanya mengindahkan penawaran bekerja di BUMN.

Ia mengaku ada sebagai dari 57 pegawai itu yang meminta bantuan kepada pemimpin.

"Artinya, mereka yang TMS kan ada macam-macam levelnya, ada yang melawan, kemudian ada yang meminta tolong. Mungkin ada yang minta tolong begitu, mereka mungkin inisiasi di antara mereka sendiri, itu mungkin," aku Ghufron.

Sebelumnya, seorang pegawai nonaktif KPK mengungkapkan didekati dua pejabat struktural lembaga antirasuah, yakni Deputi Pencegahan dan Monitoring Pahala Nainggolan dan Sekretaris Jenderal Cahya Hardianto Harefa.

Pegawai nonaktif itu mengaku mendapat tawaran untuk bekerja di BUMN dengan syarat memberikan surat pengunduran diri terlebih dahulu yang bisa diserahkan di rapat pimpinan pada Senin (13/9/2021) lalu.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)

Baca lengkap soal Lapas Kelas I Tangerang di sini

 











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved