Ashraf Ghani Kembali Minta Maaf Tinggalkan Afghanistan : Demi Selamatkan Kabul

Dirinya mengaku harus kabur dari Afghanistan atas desakan keamanan istana demi menghindari risiko pertempuran darah.


zoom-inlihat foto
presiden-afghanistan-ashraf-ghani-1.jpg
PRESS OFFICE OF PRESIDENT OF AFGHANISTAN / AFP
Sebuah foto resmi yang diambil pada 7 Agustus 2020 dan dirilis oleh Kantor Pers Presiden Afghanistan, memperlihatkan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani memberi isyarat jari telunjuk saat ia berbicara pada hari pertama pertemuan akbar majelis Loya Jirga di Aula Loya Jirga di Kabul. Ribuan warga Afghanistan memulai pertemuan selama tiga hari di Kabul pada 7 Agustus untuk memutuskan apakah akan membebaskan sekitar 400 tahanan Taliban.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani kembali menyampaikan permintaan maaf karena  meninggalkan negara tersebut saat Taliban mulai menduduki Kabul pada 15 Agustus lalu.

Hal tersebut disampaikan Ghani lewat pernyataan yang diunggah melalui Twitter pada Rabu (8/9/2021).

Dirinya mengaku harus kabur dari Afghanistan atas desakan keamanan istana demi menghindari risiko pertempuran darah.

Meski demikian, dirinya menegaskan bahwa tuduhan yang menyebut dia kabur sambil membawa uang negara dalam jumlah yang banyak, tidaklah benar.

Ghani pun mengaku siap untuk diselidiki mengenai uang tersebut untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah.

Tudingan tersebut dilontarkan mantan Duta Besar Afghanistan untuk Tajikistan, Zahir Aghbar.

Aghbar menuduh Ghani telah membawa sekitar 169 juta dollar AS.

"Meninggalkan Kabul adalah keputusan paling sulit dalam hidup saya, tapi saya percaya itu satu-satunya cara untuk membungkam senjata dan menyelamatkan Kabul dan 6 juta warganya," kata Ghanis dalam surat tersebut, sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Sebuah foto yang dirilis oleh Kantor Pers Presiden Afghanistan, 7 Agustus 2020 memperlihatkan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani (kiri) berbicara pada hari pertama pertemuan akbar Loya Jirga di Aula Loya Jirga di Kabul.
Sebuah foto yang dirilis oleh Kantor Pers Presiden Afghanistan, 7 Agustus 2020 memperlihatkan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani (kiri) berbicara pada hari pertama pertemuan akbar Loya Jirga di Aula Loya Jirga di Kabul. (Press Office of President of Afghanistan / AFP)

Ghani, yang kini berada di Abu Dhabi, menyesalkan para pendahulunya termasuk dirinya yang tak mampu membawa perdamaian ke Afghanistan.

“Dengan penyesalan yang mendalam, bagian saya sendiri berakhir dengan tragedi yang sama dengan pendahulu saya,” ujar Ghani.

"Saya meminta maaf kepada rakyat Afghanistan bahwa saya tidak bisa mengakhirinya dengan cara yang berbeda,” sambungnya.

Baca: Pakai Burka dan Mengaku Taat, Puluhan Pasukan SAS Inggris Tipu Taliban untuk Melarikan Diri

Baca: Taliban Dituduh Bunuh Polwan Afghanistan yang Hamil 6 Bulan di Depan Keluarganya

Sejak mayoritas pasukan asing mulai angkat kaki dari Afghanistan, Taliban segera menduduki wilayah-wilayah Afghanistan.

Satu per satu ibu kota provinsi akhirnya jatuh hingga akhirnya Taliban menduduki Kabul pada 15 Agustus.

Terpisah, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, Ghani berucap kepadanya pada malam saat kejadian sebelum dia meninggalkan Afghanistan, bahwa dia siap bertempur sampai mati.

“Saya tentu tidak tahu tentang itu, dan kami tentu tidak melakukan apa pun untuk memfasilitasinya,” kata Blinken.

Blinken juga mengaku tidak mengetahui apakah Ghani telah membawa uang tunai dalam jumlah banyak saat kabur.

“Itu saya tidak tahu. Yang saya tahu adalah dia meninggalkan negara itu, dan sekali lagi, dalam waktu yang sangat singkat. Pasukan keamanan sebagai sebuah institusi runtuh dan begitu pula pemerintah,” ucap Blinken.

Seperti diketahui, permohonan maaf Ghani tersebut muncul sehari setelah Taliban mengumumkan pemerintahan interim Afghanistan.

Sosok Mullah Mohammad Hassan Akhund dijadikan sebagai Perdana Menteri interim Afghanistan.

Kemudian, Abdul Ghani Baradar akan menjadi wakilnya bersama dengan Abdul Salam Hanafi.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

SIMAK ARTIKEL SEPUTAR AFGHANISTAN DI SINI











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved