Pegawai KPI Pusat yang Diduga Terlibat Kasus Pelecehan Seksual Dinonaktifkan Sementara

Ketua KPI Pusat Agung Suprio mengambil langkah tegas untuk menonaktifkan sementera terduga pelaku pelecehan seksual.


zoom-inlihat foto
ilustrasu-bully-pegawai-KPI.jpg
ISTIMEWA/worldofbuzz.com
Ilustrasi perundungan yang dilakukan oleh pegawai KPI terhadap pegawai KPI lain berinisial MS


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menonaktifkan sementara pegawainya yang diduga terlibat kasus pelecehan seksual.

Terduga pelaku yang berjumlah 7 orang itu dibebastugaskan dari segala aktivitas di kantor.

Agung Suprio selaku Ketua KPI Pusat menjelaskan bahwa keputusan itu diambilnya dalam rangka menindaklanjuti kasus pelecehan seksual yang viral di sosial media.

"Membebastugaskan terduga pelaku dari segala kegiatan KPI Pusat dalam rangka memudahkan proses penyelidikan oleh pihak kepolisian," beber Agung dalam keterangan tertulis, Jumat (3/9/2021).

Agung juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan menyelesaikan kasus tersebut secara tuntas melalui jalur hukum yang ada.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Agung Suprio
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Agung Suprio (ISTIMEWA)

Baca: KPI (Komisi Penyiaran Indonesia)

Baca: Viral Kasus MS Pegawai KPI, Komnas Perempuan Sebut Laki-laki Juga Bisa Jadi Korban Pelecehan Seksual

KPI Pusat akan memberikan segala informasi yang dibutuhkan pihak berwajib demi mengusut tuntas kasus pembulian tersebut.

Agung menjelaskan bahwa KPI Pusat juga melakukan investigasi secara internal melalui penjelasan dari pihak terduga pelaku.

KPI akan melakukan pendampingan hukum serta bertanggung jawab atas pemulihan psikologis korban.

"Melakukan pendampingan hukum terhadap terduga korban serta menyiapkan pendampingan psikologis sebagai upaya pemulihan terduga korban," imbuh Agung.

Komisioner Bidang Kelembagaan Irsal Ambia mengungkapkan total ada 7 orang anggota KPI yang dinonaktifkan sementara karena kasus perundungan dan pelecehan seksual itu meski korban hanya melaporkan 5 pelaku saja.

"Tujuh orang yang kami periksa dan nonaktifkan, kemudian yang dilaporkan cuma 5 orang itu terserah dari korban," ungkap Irsal.

Baca: Viral Dugaan Pelecehan Seksual dan Perundungan oleh Oknum Pegawai KPI, Ini Tanggapan KPI Pusat

Foto Tangkapan layar Twit tentang pelecehan seksual dan perundungan di KPI Pusat
Foto Tangkapan layar Twit tentang pelecehan seksual dan perundungan di KPI Pusat (Twitter/mediteraniaq va Kompas.com)

Selain itu, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) juga turut buka suara atas kasus pelecahan yang terjadi di lingkungan KPI tersebut.

LPSK mengklaim akan memberikan perlindungan terhadap korban sesuai dengan mekanisme yang ada.

Wakil Ketua LPSK RI Maneger Nasution tak tinggal diam atas kasus perundungan yang dialami salah satu pegawai KPI.

"Dan kejadian ini berlangsung lama dan berulang, LPSK juga pertimbangkan lakukan proaktif dengan mendatangi korban untuk menjelaskan tentang pentingnya kehadiran negara untuk melindungi yang bersangkutan melalui LPSK," kata Nasution.

Nasution juga akan memaparkan hak-hak korban yang bisa diberikan negara melalui LPSK.

Baca: KPI Minta Sinetron Suara Hati Istri Stop Produksi, Indosiar Umumkan Cerita dan Judul Baru

Ia juga mengimbau agar publik mempercayakan kasus tersebut kepada pihak berwajib untuk diproses secara transparan dan profesional sesuai mekanisme peraturan yang ada.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)

Baca lengkap soal KPI di sini

 

 











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved