10 Pria Bertopeng Lecehkan Bocah 10 Tahun Secara Bergilir, Korban Dipaksa dan Dibawa Masuk ke Pikap

Bocah berusia 10 tahun diculik dan dilecehkan oleh 10 pria bertopeng secara bergantian di Medan, Sumatera Utara. Akibatnya, korban mengalami trauma.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-pelecehan-seksual.jpg
Tribun Lampung
10 Pria Bertopeng Lecehkan Bocah 10 Tahun Secara Bergilir


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bocah laki-laki berinisial RAP (10) mengalami nasib memilukan, yakni menjadi korban pelecehan.

Menurut keterangan korban, pelakunya berjumlah 10 pria, dan semuanya mengenakan topeng.

Peristiwa tersebut terjadi saat bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu, hendak membeli jajan di warung dekat rumahnya.

Adapun lokasinya di kawasan Medan Amplas, Medan, Sumatera Utara.

Kasus itu terungkap usai ibu korban yang curiga melihat perilaku anaknya yang murung.

"Awalnya saya curiga lihat anak saya ini, dia kelihatan murung," ujar PA, ibu korban, Rabu (1/9/2021), dilansir Tribun Medan.

Ilustrasi pelecehan terhadap bocah 10 tahun
Ilustrasi pelecehan terhadap bocah 10 tahun (Pixabay - sippakorn / 114 foto)

Karena merasa ada yang janggal, PA lantas membujuk sang buah hati agar mau bercerita.

Sambil menangis, RAP pun memberitahu ibunya, bahwa ia telah dilecehkan oleh 10 pria dewasa.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (23/8/2021), seperti mengutip Kompas.com.

Baca: Bocah 10 Tahun Diculik dan Diperkosa 10 Pria Bertopeng, Korban Mengenali 2 Pelaku

Kronologi

Menurut pemaparan korban, kejadian itu bermula saat bocah 10 tahun itu hendak membeli jajan di warung dekat rumahnya.

Tiba-tiba datang mobil pikap dan beberapa orang yang keluar dari mobil tersebut.

Sejumlah pria itu kemudian menghampiri RAP.

Mereka lantas menarik korban masuk ke dalam mobil yang diberi penutup plastik terpal.

"Waktu itu lagi mau beli jajan, sendirian, kemudian dia ditarik orang itu ke mobil pikap dan di mobil itu dilakukan," papar PA, mengutip Tribunnews.com.

RAP (kanan), korban penculikan dan pelecehan seksual, didampingi ibundanya, PA, saat ditemui wartawan di Kantor Pengacara Irwansyah Nasution Law Office & Advocate di Jalan Teladan, Medan, Rabu (1/9/2021).
RAP (kanan), korban penculikan dan pelecehan seksual, didampingi ibundanya, PA, saat ditemui wartawan di Kantor Pengacara Irwansyah Nasution Law Office & Advocate di Jalan Teladan, Medan, Rabu (1/9/2021). (Tribun-Medan.com/Jun)

Berdasarkan pengakuan korban, pelaku sempat mengancam akan membunuh RAP jika ia melawan.

Karena ketakutan, RAP pun pasrah saat para pelaku mencoba melecehkan dirinya.

RAP mengaku, selain dilecehkan, ia juga dianiaya oleh para pria bertopeng itu.

Ia bahkan disundut rokok dan diancam menggunakan pisau.

"Dia disundut rokok, anak saya juga diancam dengan pisau," lanjut PA.

Baca: Laporkan Anak Ahok ke Polisi, Ayu Thalia: Pihak Berwajib Jangan Lihat Dia Anak Siapa

Dari penuturan korban, seluruh pelaku mengenakan topeng.

Namun, korban sempat meraih topeng salah satu pelaku dan melihat wajahnya.

Korban mengaku, bahwa para pelaku melakukan pelecehan secara bergantian.

Usai melecehkan korban, pelaku kemudian membawa bocah tersebu ke tempat semula dengan menendang korban agar keluar dari mobil pikap tersebut.

Akibat kejadian memilukan itu, korban pun mengalami trauma mendalam.

Baca: KONI Pusat Resmi Luncurkan Ajang Virtual Run Kirab Api PON XX Papua 2021

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)

Lihat selengkapnya terkait Pelecehan Anak di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Kecelakaan di Tol Cipularang, Truk

    Insiden kecelakaan terjadi di KM 91 Tol Cipularang,
Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved