Electronic-Health Alert Card (e-HAC)

Electronic-Health Alert Card (e-HAC) ialah Kartu Kewaspadaan Kesehatan versi modern dari kartu manual yang digunakan sebelumnya


zoom-inlihat foto
e-hac.jpg
Kompas.com
Electronic-Health Alert Card (e-HAC)

Electronic-Health Alert Card (e-HAC) ialah Kartu Kewaspadaan Kesehatan versi modern dari kartu manual yang digunakan sebelumnya




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Electronic-Health Alert Card (e-HAC) merupakan Kartu Kewaspadaan Kesehatan versi modern dari kartu manual yang digunakan sebelumnya.

e-Hac dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia, yakni Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan.

Pengembangan e-HAC merupakan wujud nyata dalam menjawab tantangan di era globalisasi.

Pada awalnya, e-HAC hanyalah sistem untuk memantau secara cepat seluruh calon pengunjung yang akan datang ke Indonesia melalui gerbang pelabuhan laut maupun bandara.

Dengan adanya terobosan tersebut diharapkan dapat memudahkan akses layanan kepada semua calon penumpang yang akan datang ke Indonesia.

Ilustrasi aplikasi e-HAC versi lama
Ilustrasi aplikasi e-HAC versi lama (KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto)

Baca: OnlyFans (Aplikasi)

e-HAC juga bertujuan untuk mendata sekaligus mengontrol penyebaran penyakit yang dibawa oleh penumpang saat datang ke Indonesia.

  • Syarat


Para pengguna e-HAC harus mengisi persyaratan terlebih dahulu sesuai Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19.

Pengisian tersebut dapat melalui aplikasi maupun website resmi e-HAC. (1)

  • Berita Terkini


Kabar mengejutkan datang dari sebuah aplikasi bernama e-HAC buatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Lantaran bocornya data sebanyak 1,3 juta pengguna yang telah terjadi pada 15 Juli 2021.

Menurut VPNMentor, ukuran data yang bocor itu mencapai 2 GB.

Baca: Edmodo (Aplikasi)

Mendengar hal itu, Kemenkes pun langsung angkat bicara.

"Sudah ada pers konferensinya. Lihat di YouTube Kemkes ya," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi pada Selasa (31/8/2021).

Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes Anas Maruf menjelaskan bahwa kebocoran data tersebut berasal dari aplikasi e-HAC lama.

"Kebocoran data di aplikasi Electronic Health Alert atau e-HAC yang lama, yang sudah tidak digunakan lagi sejak Juli 2021. Tepatnya 2 Juli 2021," kata Anas saat konferensi pers virtual "Penggunaan eHAC Melalui Peduli Lindungi" pada laman YouTube Kemenkes, Selasa (31/8/2021).

Sejak 2 Juli 2021, aplikasi e-HAC sudah tidak lagi digunakan karena sudah terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi, sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.01/Menkes/847/2021.

Baca: ATM Link

Untuk menindaklanjuti kebocoran data tersebut, Kemenkes bersama Kominfo melakukan investigasi mendalam.

Anas menduga, kebocoran itu kemungkinan terjadi lantaran adanya kebocoran dari pihak mitra.

"Dugaan kebocoran di data e-HAC yang lama diakibatkan kemungkinan adanya dugaan kebocoran di pihak mitra dan ini sudah diketahui oleh pemerintah dan saat ini pemerintah sudah melakukan tindakan pencegahan serta melakukan upaya lebih lanjut," beberr Anas.

Anas juga menambahkan, pemerintah meminta seluruh masyarakat untuk menghapus ataupun meng-uninstall aplikasi e-HAC lama. (2)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)

Baca lengkap soal OnlyFans di sini

 



Nama e-HAC
Jenis Aplikasi
Pengembang Kementerian Kesehatan Indonesia
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved