TRIBUNNEWSWIKI.COM - Afternoon tea merupakan tradisi masyarakat Inggris untuk menikmati teh, yang biasanya dilakukan antara waktu siang menjelang sore.
Sebagai pelengkap, ada sandwich, scone hingga kue atau cake lainnya untuk menemani tradisi menikmati teh.
Menurut sejarahnya, afternoon tea adalah kebiasaan ngeteh para bangsawan Inggris pada tahun 1800-an.
Alila Solo mengangkat tradisi minum teh di siang hari ini dengan konsep “Elegant Indonesian Afternoon Tea”.
Yakni mengembangkan budaya ke dalam gaya hidup di era baru dengan menikmati cita rasa lokal bergaya kontemporer.
Menghadirkan menu-menu asli daerah yang terkenal seperti “rendang sapi, tahu gimbal, lemper, klepon, dawet solo dan es kelapa” yang menjadi menu makan siang favorit di Indonesia.
Disajikan lebih ringan dan atraktif, dipadukan dengan gaya minum teh yang elegan, membuat suasana menjadi lebih santai.
Pilihan populer untuk suasana tropis ini mendatangkan getaran menawan untuk anda menikmati cita rasa pilihan, cita rasa yang memikat lidah dengan beragam hidangan populer Indonesia dengan sajian lokal yang lebih modern.
Elegant Indonesian Afternoon Tea bisa dinikmati setiap hari di Epice Restaurant atau Largo Pool Side hanya dengan Rp 118.000++ / orang, mulai dari pukul 12.00 hingga 17.00.
Selain menu-menu khas pilihan, paduan teh yang menjadi signature adalah Sekar Kedaton yang berarti "Kecantikan Kerajaan" dan biasanya digunakan untuk menyebut putri sulung raja di kerajaan Jawa kuno.
Perpaduan mewah menggabungkan teh putih, teh hijau, kelopak mawar, bunga melati dan rempah-rempah Indonesia yang eksotis.
Menawarkan keharuman yang dalam dan aroma eksotis yang sempurna.
Baca: Alila Solo
Baca: Alila Solo Raih Predikat Prestigious Hotel Berbintang dan Sertifikasi Earth Check Silver
Selain itu ada juga Royal Princess yang berarti “Menenangkan dan Santai” merupakan salah satu budaya teh di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah dan JawaTimur.
Berbeda dengan teh melati lainnya, resep putri kerajaan di turunkan dari generasi ke generasi.
Proses panjang yang kompleks, menghasilkan infus warna merah tembaga dengan aroma melati yang indah.
Rangkaian afternoon tea ini pun menghadirkan signature mixologist tea Butterfly Pea Tea.
Terinspirasi oleh budaya lokal kami di mana kacang kupu-kupu atau "BungaTelang" digunakan sebagai pewarna organik makanan dan tumbuh di kebun kami.
Campuran ini menciptakan warna yang unik ketika menambahkan beberapa bahan seperti lemon, berubah menjadi magenta cerah dan minuman berkarbonas iberubah menjadi warna merah muda.
Pandanus Lychee Tea, dimana teh ini memiliki wangi yang harum untuk penyedap masakan Asia Tenggara, berpadu dengan teh hitam dan buah leci saat musim panas akan memberikan karakter yang unik dan rasa yang menyegarkan.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)