Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Silas Papare adalah salah satu pahlawan nasional yang berjuang dalam penyatuan Irian Jaya (Papua) ke dalam wilayah Indonesia.
Silas Papare dilahirkan di Serui, Papua, pada tanggal 18 Desember 1918 dan menutup usia di Serui, Papua, pada 7 Maret 1979, saat menginjak umur 60 tahun.
Atas perjuangannya tersebut, namanya diabadikan menjadi salah satu Kapal Perang Korvet kelas Parchim TNI AL KRI Silas Papare dengan nomor lambung 386.
Namanya juga diabadikan menjadi nama Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara di Sentani, Jayapura, menjadi Lanud Silas Papare Jayapura.
Selain itu, untuk mengenang jasanya, didirikan pula Monumen Silas Papare di dekat pantai dan pelabuhan laut Serui.
Di Jayapura, namanya diabadikan sebagai nama Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik (STISIPOL) Silas Papare, yang berada di Jalan Diponegoro dan Pangkalan TNI AU Silas Papare.
Sementara di Kota Nabire, tokoh Silas Papare dikenang dalam bentuk nama jalan. (1)
Masa Muda #
Ketika kecil, Silas Papare hidup dalam lingkungan keluarga yang sederhana, harmonis, dan taat beragama.
Silas Papare semasa kecil rutin dididik dengan nilai-nilai agama.
Silas Papare menempuh pendidikan dengan masuk ke Sekolah Desa (Volkschool) ketika umurnya sembilan tahun.
Di sana, ia bersekolah selama 3 tahun dengan bahasa pengantarnya adalah bahasa daerah.
Sekolah Desa tersebut bertujuan untuk menghasilkan kaum tani dan kaum buruh terpelajar.
Setelah lulus sekolah, Silas Papare tidak langsung melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi, tetapi terlebih dulu membantu orang tuanya selama setahun.
Atas masukan dari orang tuanya, akhirnya Silas Papare melanjutkan sekolah dan masuk ke sekolah juru rawat di Serui. (2)
Baca: Perang Gerilya Jenderal Soedirman
Baca: Stadion Papua Bangkit
Kiprah #
Bekerja dengan Belanda
Walaupun tidak didukung dengan pendidikan militer secara khusus selama menjadi juru rawat, Silas Papare dipercaya Belanda sebagai tenaga inteljen berkat penguasaan mendan yang bagus.
Selama bekerja sebagai inteljen Belanda, banyak prestasi yang diraih Silas Papare.
Ketika masa pendudukan Sekutu dan Belanda setelah Perang Dunia ke II, Silas Papare diangkat menjadi tentara Sekutu dengan pangkat sersan Persteklas.
Semenjak Sekutu meninggalkan Irian Jaya dan digantikan oleh Belanda, Silas Papare tak lagi sebagai tentara sehingga ia kembali menjadi tenaga medis.
Pada akhri tahun 1945, Silas Papare diangkat sebagai Kepala Rumah Sakit Zending di Serui.
Melawan Belanda
Mengetahui kabar bahwa Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaan, Silas Papare segera keluar dari pekerjaannya dan melakukan perlawanan kepada Belanda untuk mempertahankan kemerdekaan.
Pada Desember 1945, bersama pemuda Irian Barat, Silas bergabung dalam Batalyon Papua dan merencanakan aksi pemberontakan yang ternyata informasi itu bocor sehingga gagal terlaksana.
Menanggapi hal itu, Silas Papare kemudian ditangkap dan dijebloskan ke penjara oleh Belanda.
Setelah bebas dari masa tahanan, Silas kembali merencanakan pemberontakan, namum lagi-lagi harus merakhir dengan kegagalan.
Pada saat dipenjara ke Serui, Silas bertemu dengan Dr. Sam Ratulangi, Gubernur Sulawesi Selatan yang juga diasingkan.
Pada November 1946, Silas mendirikan Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII), yang membuatnya harus ditahan kembali oleh Belanda.
Namun, berkat kelihaiannya, Silas berhasil melarikan diri ke Kota Yogyakarta dan membentuk Badan Perjuangan Irian pada Oktober 1949.
Tujuan Silas Papare dalam hal ini adalah mengakhiri kekuasaan Belanda di tanah leluhurnya dan mempertahankan kemerdekaannya. (2)
Baca: Poltekkes Kemenkes Jayapura
Baca: Kabupaten Jayapura
(TribunnewsWiki.com/Septiarani)
| Nama | Silas Papare |
|---|
| Lahir | Serui, Papua, 18 Desember 1918 |
|---|
| Wafat | Serui, Papua, 7 Maret 1979 |
|---|
| Profesi | Juru Rawat |
|---|
| Penghargaan | Pahlawan Nasional |
|---|