Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sultan Agung merupakan sultan ke-3 di Kesultanan Mataram.
Ia lahir di Kota Gede Yogyakarta pada 14 November 1593.
Sultan yang memiliki nama lengkap Sultan Agung Hanyokrokusumo tersebut adalah putra dari Prabu Hadi Hanyakrawati dan Ratu Mas Adi Dyah Banawati putri dari Prabu Wijaya.
Dirinya naik tahta dan menjabat sebagai Sultan Mataram pada 1613 saat itu usianya baru 20 tahun.
Kurang lebih ia memerintah Kesultanan Mataram selama 32 tahun sejak 1613 sampai dengan 1645.
Kurun waktu 14 tahun sejak menjabat, dirinya berhasil membawa Kesultanan Mataram itu mencapai puncak kejayaannya.
Baca: Sultan Baabullah
Pada saat itu kekuasaan Kesultanan Mataram berada di sepanjang Pulau Jawa.
Di bawah pemerintahannya, daerah pesisir Surabaya dan Madura berhasil tunduk dan takluk.
Selain itu, Sultan Agung juga melakukan berbagai usaha dan kebijakan untuk memperluas kekuasaan serta mempertahankan wilayah kekuasaannya.
Sehingga ketika datangnya VOC (Vereenigde Ooos Indische Compagnie) ke Batavia, Sultan Agung menentang habis-habisan dan memutuskan untuk memeranginya.
Tidak hanya itu, ia juga raja yang berjasa dalam memajukan agama dan kebudayaan Islam.
Atas jasanya itu ia diberi gelar "Susuhunan (sunan)" yang mana gelar ini biasanya diberikan kepada para wali. (1) (2)
Baca: Shalahuddin Al-Ayyubi
Guru #
Sultan yang ketika kecil bernama Raden Mas Jatmiko ini dikenal sebagai raja yang kuat, cerdik, bijaksana dan cakap dalam memerintah.
Selain itu, ia juga dikenal sebagai raja yang cerdas dan taat beragama.
Hal ini tak lepas dari peran guru spiritualnya yang bernama Sunan Kalijaga.
Sunan Kalijaga inilah yang mendidik Sultan Agung sekaligus menjadi pembimbing atau penasihatnya. (3)
Baca: Utsman bin Affan
Keluarga #
Sultan Agung memiliki dua permaisuri yang bernama Kanjeng Ratu Mas Tinumpuk dan Kanjeng Ratu Batang.
Permaisuri pertama, Kanjeng Ratu Mas Tinumpuk berasal dari Sultan Cirebon bergelar Kanjeng Ratu Kulon.
Dari permaisuri yang dituakan ini Sultan Agung dikarunia satu orang putra bernama Raden Mas Syahwawrat atau yang dikenal dengan Pangeran Alit.
Permaisuri kedua yakni Kanjeng Ratu Batang yang merupakan putri dari Pangeran Upasanta dari Batang.
Permaisuri muda ini diberi gelar sebagai Kanjeng Ratu Wetan.
Darinya, Sultan Agung dikarunia seorang putra yang bernama Raden Mas Sayidin alias Amangkurat I. (4)
Baca: Umar bin Abdul Aziz
Pertempuran Melawan VOC #
Dalam melawan VOC, Sultan Agung mempersiapkan segala hal terutama pasukannya.
Ia melatih para pasukannya sebelum bertempur melawan VOC.
Selain itu, sultan juga menggunakan berbagai strategi seperti penyamaran yang dilakukan oleh pasukan, melakukan serangan dadakan di benteng tepi laut dan dalam kota.
Dengan strategi itu, sultan berusaha menjepit VOC agar tidak bisa bergerak.
Selain itu, sultan juga melarang penduduk menjual beras ke Batavia mulai 1626.
Hal ini agar perdagangan beras yang dilakukan VOC berhenti.
Baca: Umar bin Khattab
Tercatat, Sultan Agung melakukan serangan kepada VOC sebanyak dua kali yakni 1628 dan 1629 dan berhasil merebut Benteng Hollandia dari VOC.
Akan tetapi karena bekal pasukan yang sedikit dan semakin menipis sehingga Kesultanan Mataram tidak bisa mempertahankan benteng itu.
Melihat kegigihan dari Sultan Agung, VOC pun memberikan janji-janji dan penawaran kepadanya.
Akan tetapi sultan menolaknya dan tetap memutuskan mengangkat senjata hingga dirinya wafat.
Sultan Agung wafat pada 1645 dan di makamkan di astana Kesultanan Agung. (5)
Baca: Sulaiman bin Abdul-Malik
Kebijakan-Kebijakan #
1. Menempatkan ulama sebagai orang terhormat yang diangkat sebagai pejabat anggota Dewan Parampa (penasihat tinggi kerajaan).
2. Mendirikan Lembaga Mahkamah Agama Islam.
3. Berusaha menyatukan keragaman yang ada di bawah kekuasannya yang terdiri dari unsur-unsur kebudayaan Indonesia asli dengan Hindu dan Islam.
Dari kebijakan itu kemudian muncul acara Grebeg yang dilaksanakan di hari Raya Idul Fitri.
Kemudian untuk peringatan kelahiran Nabi Muhammad dikenal dengan acara Grebeg Puasa dan Grebeg Maulud.
Selain itu, sultan juga mengenalkan kalender Saka dan kitab filsafat Sastra Gendhing.
4. Menetapkan bahasa Bagongan sebagai bahasa yang digunakan oleh kalangan bangsawan, kebijakan ini diambil untuk menghilangkan kesenjangan antara satu dengan yang lain sekaligus untuk mencipatakan persatuan dan kesatuan penghuni istana. (6)
(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)
| Nama | Sultan Agung Hanyokrokusumo |
|---|
| Lahir | Kota Gede Yogyakarta pada 14 November 1593 |
|---|
| Riwayat Karir | Raja ke-3 Kerajaan Mataram |
|---|
| Permaisuri | Kanjeng Ratu Kulon dan Kanjeng Ratu Wetan |
|---|
Sumber :
1. kebudayaan.jogjakota.go.id
2. www.kompas.com