Kronologi 26 WNI Berhasil Dievakuasi dari Afganistan, Kini Telah Tiba di Indonesia

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengungkapkan kronologi pemulangan WNI dan WNA dari Afganistan.


zoom-inlihat foto
proses-evakuasi-wni-dari-Afghanistan-4.jpg
YouTube.com/MoFA Indonesia
Warga negara Indonesia yang dievakuasi dari Afganistan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Sabtu (21/8/2021) dini hari.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Sebanyak 26 warga negara Indonesia (WNI) dan 7 warga negara asing (WNA) asal Filipina berhasil dievakuasi dari Afganistan.

Mereka telah tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada Sabtu (21/8/2021).

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengungkapkan kronologi pemulangan WNI dan WNA tersebut.

Dikatakan Retno, awalnya evakuasi akan dilakukan menggunakan pesawat sipil.

Namun, karena kondisi lapangan yang berubah dan setelah berkoordinasi dengan Panglima TNI, evakuasi dilakukan dengan pesawat militer.

Baca: Kisah Tragis Zaki Anwari, Pesepak Bola Muda Afganistan yang Tewas Jatuh dari Pesawat Militer AS

Skadron Udara 17 yang mengawaki pesawat TNI AU jenis Boeing 737-400 berhasil mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Afghanistan.
Skadron Udara 17 yang mengawaki pesawat TNI AU jenis Boeing 737-400 berhasil mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Afghanistan. (Istimewa)

Retno mengatakan tim evakuasi berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma pada Rabu (18/8/2021) pagi.

“Mengenai proses evakuasi, pesawat evakuasi milik TNI Angkatan Udara berangkat dari Bandara Hlim Perdana Kusuma pada 18 Agustus pagi hari sekitar pukul 06.00.

Briefing terakhir dilakukan 04.50, dan saya secara resmi melepas keberangkatan tim,” kata Menlu Retno dalam konferensi pers, Sabtu dini hari.

Lebih lanjut, rute yang ditempuh oleh pesawat ialah Jakarta-Aceh-Colombo-Karachi-Islamabad-Kabul.

Awal keberangkatan, kata Retno, pesawat memang dirancang untuk bermalam di Islamabad, Pakistan.

Baca: Coba Kabur dari Afganistan, Orangtua Evakuasi Anak-anak Lewat Tembok Tinggi Berduri

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi (Tribunnews.com/ Imanuel Nicolas Manafe)

“Keputusan ini diambil dengan pertimbangan, bahwa penerbangan Islamabad-Kabul sangat pendek, yaitu sekitar 1 jam atau kurang dari 1 jam.

Dan pesawat dapat bergerang cepat jika kesempatan mendarat di Kabul sewaktu-waktu diberikan,” ujarnya.

Retno mengatakan ada banyak hal yang harus diurus setelah pesawat evakuasi take off dari Bandara Halim Perdanakusuma.

Termasuk pula mengurus perizinan lintas udara dan izin mendarat di Kabul.

Setelah mendapat izin, pesawat diperbolehkan mendarat di Islamabad pada 18 Agustus malam.

“Alhamdulillah izin lintas udara semuanya dapat diperoleh dan pesawat mendarat di Islamabad pada 18 Agustus pukul 20.27 waktu setempat.

Koordinasi terus dilakukan untuk mengurus izin landing pesawat di Bandara Hamid Karzai, Kabul," ujar Retno.

Baca: Mengukur Kekayaan Mineral Afganistan yang Dikuasai Taliban, Diperkirakan Senilai Rp 14 Ribu Triliun

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengungkapkan kronologi evakuasi 26 WNI dan 7 WNA dari Afghanistan yang berhasil tiba di Tanah Air pada Sabtu (21/8/2021). Proses evakuasi yang menggunakan pesawat Boeing 737-400 milik Skadron Udara 17 TNI Angkatan Udara berjalan lancar.
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengungkapkan kronologi evakuasi 26 WNI dan 7 WNA dari Afganistan yang berhasil tiba di tanah air pada Sabtu (21/8/2021). Proses evakuasi yang menggunakan pesawat Boeing 737-400 milik Skadron Udara 17 TNI Angkatan Udara berjalan lancar. (Tangkapan Layar KompasTV)

Dikatakan Retno, awalnya tim evakuasi mendapatkan slot pendaratan di Kabul pada Kamis, (19/8/2021), pagi sekitar pukul 04.10 waktu setempat.

Akan tetapi, izin tersebut kemudian ditarik kembali dan ditunda karena adanya perkembangan di lapangan yang tidak kondusif.

Pihaknya pun harus mengurus izin mendarat di Kabul yang baru.

Tim di Indonesia terus melakukan koordinasi baik secara internal maupun eksternal dari tanggal 18 Agustus malam hingga 20 Agustus dini hari.

Selain itu, Retno melakukan komunikasi langsung dengan sejumlah pihak, yakni Menteri Luar Negeri Turki, Menteri Luar Negeri Norwegia, pihak Belanda, Amerika Serikat, dan NATO.

Baca: Retno Marsudi

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengungkapkan kronologi evakuasi 26 WNI dan 7 WNA dari Afghanistan yang berhasil tiba di Tanah Air pada Sabtu (21/8/2021). Proses evakuasi yang menggunakan pesawat Boeing 737-400 milik Skadron Udara 17 TNI Angkatan Udara berjalan lancar.
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengungkapkan kronologi evakuasi 26 WNI dan 7 WNA dari Afghanistan yang berhasil tiba di Tanah Air pada Sabtu (21/8/2021). Proses evakuasi yang menggunakan pesawat Boeing 737-400 milik Skadron Udara 17 TNI Angkatan Udara berjalan lancar. (tangkapan Layar KompasTV)

"Proses ini benar-benar sebuah proses yang tidak mudah dan memerlukan koordinasi yang kuat," kata dia.

Tanggal 20 Agustus dini hari tim mendapatkan izin mendarat di Kabul.

Pesawat TNI AU kemudian berangkat menuju Kabul pada 20 Agustus sekitar pukul 04.10 dan tiba di Kabul pukul 05.17.

Namun, sesampainya di Kabul, terdapat situasi yang tak terduga dan proses evakuasi tidak berjalan seperti yang telah direncanakan.

“Rencana awal, pesawat hanya berhenti selama 30 menit, namun kembali terjadi dinamika sehingga pesawat berada di Bandara Kabul selama kurang lebhi 2 jam," ujar Retno.

Pesawat kemudian terbang dari Kabul pukul 07.10 dan tiba kembali di Islamabad ukul 11.00 waktu setempat untuk mengisi bahan bakar.

Baca: WNI di Kabul Ungkap Kondisi Saat Taliban Kuasai Afganistan : Panik dan Kacau, Warga Berhamburan

Warga negara Indonesia yang dievakuasi dari Afghanistan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Sabtu (21/8/2021) dini hari.
Warga negara Indonesia yang dievakuasi dari Afghanistan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Sabtu (21/8/2021) dini hari. (YouTube.com/MoFA Indonesia)

Sesaat kemudian pesawat TNI AU kembali terbang menggunakan rute yang sama pada saat keberangkatan.

"Dan alhamdulillah, pesawat TNI Angkatan Udara sudah tiba kembali di Bandara Halim Perdanakusuma pada pagi hari ini, 21 Agustus 2021," kata Retno.

Selain 26 WNI, evakuasi juga mengangkut 7 warga negara asal Filipina.

Hal ini dilakukan karena pemerintah Filipina meminta bantuan ke Indonesia untuk ikut diangkut dalam misi evakuasi.

Rerno Marsudi juga berterima kasih atas bantuan dan kerja sama dari pemerintah dan otoritas India, Sri Lanka, Pakistan, Ameriks Serikat, NATO, Turki, Norwegia, dan Belanda.

(Tribunnewswiki.com/Saradita)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved