Taliban Sita Senjata Militer AS, Gedung Putih: Cukup Banyak yang Jatuh ke Tangan Mereka

Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, menyebut senjata militer AS yang disita Taliban ada cukup banyak.


zoom-inlihat foto
Pejuang-Taliban-mengendarai-kendaraan-Tentara-Nasional-Afghanistan-1.jpg
AFP
Pejuang Taliban mengendarai kendaraan Tentara Nasional Afghanistan (ANA) melalui jalan di Kandahar pada 13 Agustus 2021.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Sejumlah peralatan militer yang disediakan Amerika Serikat untuk Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan telah disita oleh Taliban, dalam rute cepat kelompok militan itu ke Afghanistan.

Hal tersebut dikatakan oleh Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, Selasa (17/8/2021).

Sullivans menyebut senjata militer AS yang disita Taliban ada cukup banyak

"Kami tidak memiliki gambaran lengkap, jelas, ke mana perginya setiap artikel bahan pertahanan," kata Sullivan pada konferensi pers Gedung Putih, seperti dikutip dari USA Today.

"tapi tentu saja cukup banyak yang jatuh ke tangan Taliban. Dan jelas, kami tidak merasa mereka akan dengan mudah menyerahkannya kepada kami di bandara." lanjutnya.

Baca: Taliban Janji Akan Lindungi Hak Perempuan Sesuai Syariah Islam, Perbolehkan Wanita Kerja dan Belajar

Pejuang Taliban duduk di atas kendaraan di sebuah jalan di provinsi Laghman, Afghanistan pada 15 Agustus 2021.
Pejuang Taliban duduk di atas kendaraan di sebuah jalan di provinsi Laghman, Afghanistan pada 15 Agustus 2021. (AFP)

AS telah mengucurkan dana lebih dari 80 miliar dolar AS untuk peralatan dan pelatihan ke pasukan keamanan Afghanistan sejak dimulainya perang di Afghanistan, yang diluncurkan AS untuk membasmi al-Qaeda setelah serangan 9/11.

Namun terlepas dari upaya itu, militer Afghanistan jatuh ke tangan Taliban selama akhir pekan tanpa mengerahkan perlawanan di sebagian besar kota.

Setelah menguasai Afghanistan, Taliban merilis foto-foto helikopter militer Black Hawk AS di Bandara Internasional Kandahar yang telah diberikan AS kepada tentara Afghanistan.

"Helikopter Black Hawk itu tidak diberikan kepada Taliban. Mereka diberikan kepada Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan untuk membela diri," kata Sullivan.

Sullivan mengatakan mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani meminta helikopter tersebut selama kunjungan Gedung Putih dengan Presiden Joe Biden pada bulan Juni.

Baca: Mengenal Kelompok Militan Taliban dan Alasan Mengapa Ingin Kuasai Afghanistan

Seorang pejuang Taliban duduk di dalam kendaraan Tentara Nasional Afghanistan (ANA) di sepanjang pinggir jalan di provinsi Laghman pada 15 Agustus 2021.
Seorang pejuang Taliban duduk di dalam kendaraan Tentara Nasional Afghanistan (ANA) di sepanjang pinggir jalan di provinsi Laghman pada 15 Agustus 2021. (AFP)

Meski demikian Presiden AS Joe Biden memiliki dua pilihan dengan risiko tinggi.

“Jadi presiden punya pilihan. Dia tidak bisa memberikannya kepada mereka, dengan risiko akhirnya jatuh ke tangan Taliban,” kata Sullivan.

“atau dia bisa memberikannya kepada mereka, dengan harapan mereka bisa menyebarkannya untuk membela negara mereka. Kedua opsi itu memiliki risiko,” imbuhnya.

Sullivan tidak merinci peralatan pertahanan AS lainnya yang dimiliki Taliban.

Dia mengatakan pasukan keamanan Afghanistan tidak lagi menjadi "entitas yang koheren" setelah memberi jalan kepada Taliban ketika para pemimpin Afghanistan melarikan diri dari negara itu.

Baca: Taliban

(FILES) Dalam foto file ini, pasukan khusus tentara AS berjalan di lapangan saat helikopter Black Hawk yang mengangkut perwira NATO mendarat di lingkungan Balakino Bazar, Marjah, pada 24 Februari 2010. Dukungan Amerika untuk penarikan pasukan AS dari Afghanistan telah menurun tajam setelah serangan Taliban yang mengejutkan. kembali berkuasa, menurut jajak pendapat pada 17 Agustus 2021. Survei Politico-Morning Consult terhadap hampir 2.000 pemilih AS menunjukkan bahwa hanya 49 persen yang menyetujui penarikan itu, dibandingkan dengan 69 persen pada April, ketika Presiden Joe Biden mengumumkan bahwa semua pasukan AS harus keluar dari Afghanistan pada 11 September, meskipun ia kemudian memindahkan tanggal itu hingga 21 Agustus.
(FILES) Dalam foto file ini, pasukan khusus tentara AS berjalan di lapangan saat helikopter Black Hawk yang mengangkut perwira NATO mendarat di lingkungan Balakino Bazar, Marjah, pada 24 Februari 2010. Dukungan Amerika untuk penarikan pasukan AS dari Afghanistan telah menurun tajam setelah serangan Taliban yang mengejutkan. kembali berkuasa, menurut jajak pendapat pada 17 Agustus 2021. Survei Politico-Morning Consult terhadap hampir 2.000 pemilih AS menunjukkan bahwa hanya 49 persen yang menyetujui penarikan itu, dibandingkan dengan 69 persen pada April, ketika Presiden Joe Biden mengumumkan bahwa semua pasukan AS harus keluar dari Afghanistan pada 11 September, meskipun ia kemudian memindahkan tanggal itu hingga 21 Agustus. (Patrick BAZ / AFP)

Biden dan pemerintahannya telah membela penarikan kacau militer AS dari Afghanistan yang tak lama kemudian dikuasai oleh Taliban.

Penarikan pasukan militer itu dilakukan dengan alasan AS tidak boleh "membangun bangsa" dan bahwa terorisme yang berakar di Afghanistan tidak lagi menjadi ancaman besar bagi AS.

Sullivan mengatakan prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan evakuasi yang aman bagi warga Amerika dan lainnya yang ingin melarikan diri dari Afghanistan.

Dia mengatakan AS telah melakukan kontak dengan Taliban untuk memastikan perjalanan orang yang aman ke bandara Kabul, yang katanya aman.

Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan pemerintah sedang memantau evakuasi bandara.

Baca: Taliban Blokir Bandara Kabul, 7 Warga Afghanistan Dilaporkan Tewas saat Rebutan Naik Pesawat

Pejuang Taliban mengendarai kendaraan Tentara Nasional Afghanistan (ANA) melalui jalan di Kandahar pada 13 Agustus 2021.
Pejuang Taliban mengendarai kendaraan Tentara Nasional Afghanistan (ANA) melalui jalan di Kandahar pada 13 Agustus 2021. (AFP)




Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Teman Tegar Maira:

    Teman Tegar Maira: Whisper form Papua adalah sebuah
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved