Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo

Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo adalah seorang tokoh Islam yang memimpin pemberontakan Darul Islam melawan pemerintah Indonesia.


zoom-inlihat foto
Sekarmadji-Maridjan-Kartosoewirjo.jpg
medan.tribunnews.com
Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo

Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo adalah seorang tokoh Islam yang memimpin pemberontakan Darul Islam melawan pemerintah Indonesia.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo dikenal sebagai salah satu tokoh pendiri negara Indonesia.

Kartosuwiryo merupakan teman akrab Soekarno dan Musso sewaktu masih tinggal bersama di rumah HOS Cokroaminoto.

Namun saat diakhir hidupnya Kartosuwiryo dieksekusi mati di depan regu tembak saat Soekarno berkuasa.

Kartosoewirjo
Kartosoewirjo yang tertangkap setelah merencanakan pembunuhan Presiden Soekarno

  • Kehidupan Pribadi #


Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo dilahirkan di Cepu, Jawa Tengah pada tanggal 7 Januari 1905, dan merupakan anak dari 7 bersaudara. (1)

Ayahnya yang bernama Kartosuwiryo bekerja sebagai seorang mantri candu, dimana jabatan tersebut diketahui cukup tinggi bagi seorang pribumi pada masa kolonial.

Baca: Sekar Rukun

Kartosuwiryo tidak dilahirkan dari keluarga islam yang taat, mengingat ayahnya merupakan mantri candu, namun Kartosuwiryo mendapatkan pendidikan dengan layak.

Pada tahun 1901, Belanda menetapkan politik etis yang merupakan politik balas budi, dan Kartosuwiryo menjadi salah satu anak yang berhasil untuk mengenyam pendidikan tersebut.

Dimasa kecilnya, Kartosuwiryo diketahui memulai pendidikannya di Tweede Inlandsche School, kemudian dikirim ke Rembang, Jawa Tengah di Hollandsch Inlandsche School.

Kemudian orang tuanya menyekolahkan Kartosuwiryo kecil di Europeesche Lagere School, sebuah sekolah elit untuk anak belanda dan para bangsawan di Bojonegoro, Jawa Timur.

Orang tuanya kemudian menyekolahkan Kartosuwiryo di Nederlandsch Indische Artsen School pada 1923, sekolah kedokteran yang berada di Surabaya.

Baca: Robby Darwis

Ia juga berguru pada beberapa kiai dan diketahui memiliki guru mengaji bernama Notodiharjo yang dikenal sebagai tokoh sarekat islam indonesia yang berasal dari Jawa Timur.

Pengetahuan akan dunia pergerakan dan keislaman lebih banyak ia dapat dari guru besarnya yang bernama HOS Cokroaminoto.

Di rumah Cokroaminoto, Kartosuwiryo bertemu dan tinggal bersama dengan Soekarno, Musso, Semaun, Alimin, Darsono hingga Tan Malaka.

Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Tan Malaka

 

  • Perjalanan Karier #


Kartosoewiryo meniti karier sebagai pimpinan redaksi koran Harian Fadjar Asia yang dimiliki oleh Cokroaminoto. (1)

Di koran tersebut, ia pun pernah membuat tulisan yang berisi tentang penentangan terhadap bangsawan Jawa.

Selain itu, melalui artikel yang dibuatnya ia pun juga sering kali untuk mengkritik pihak nasionalis.

Kartosuwiryo menjadi kader muda Partai Serikat Islam tahun 1927, beberapa tahun kemudian, ia diangkat sebagai ketua muda Partai Serikat Islam Indonesia.

Baca: Kolonel Pnb Putu Sucahyadi

Selanjutnya ia kemudian diangkat menjadi sekjen dari Partai Serikat Islam Indonesia (PSII) yang menjadi kelanjutan dari Sarekat Islam Cokroaminoto.

Kartosuwiryo diketahui merupakan salah satu pendiri Masyumi bersama dengan KH Wachid Hasyim dan Mohammad Natsir.

Masyumi menjadi organisasi berhaluan Islam yang bertujuan melawan penjajahan Belanda untuk merdeka melalui politik.

Pasca kemerdekaan, Kartosuwiryo mulai bertolak belakang dengan pemerintah Indonesia yang kala itu dipimpin oleh Soekarno.

Ia kerap menetang kebijakan pemerintah kala itu khususnya penolakan saat pasukan Divisi Siliwangi diperintahkan long march ke Jawa Tengah.

Baca: Hoogere Burgerschool (HBS)

Tanggal 7 Agustus 1949, Kartosuwiryo resmi memproklamirkan Negara Islam Indonesia (NII). Dimana bagian NII ini meliputi Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Aceh.

  • Pemberontakan #


Negara Islam Indonesia bentukan Kartosuwiryo kemudian resmi mengobarkan pemberontakan yang kemudian dikenal dengan nama Pemberontakan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia). (2)

Di Jawa Barat, pemberontakan DI/TII dipimpin sendiri oleh Kartosuwiryo. Di Sulawesi Selatan, Pemberontakan DI/TII sendiri dipimpin oleh Kahar Muzakkar, sementara di Aceh, dipimpin oleh Daud Beureueh.

Pemberontakan DI/TII merupakan salah satu pemberontakan bersenjata di Indonesia yang paling lama dipadamkan.

Baca: Pahlawan Revolusi Indonesia

Perlawanan atau pemberontakan Kartosuwiryo itu terjadi dari tahun 1949 hingga 1962.

Kartosuwiryo memerintahkan ajudannya untuk membunuh Soekarno tahun 1961, dan akhirnya percobaan pembunuhan terhadap Soekarno oleh DI/TII sendiri terjadi pada tahun 1962.

Kala itu, anggota DI/TII yang terdiri dari Mardjuk, Sanusi, Abudin, Djaja, Napdi, dan Kamil diperintahkan untuk membunuh Soekarno.

Kemudian anggota bernama Sanusi mencoba menembak Soekarno dari jarak 7 meter saat shalat Idul Adha berlangsung dihalaman istana kepresidenan.

Upaya pembunuhan itu gagal. Mardjuk, Abudin, Djaja, Napdi, Kamil dan Sanusi kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman mati.

Perlawanan Kartosuwiryo sendiri berakhir tepatnya pada tanggal 6 juni 1962, Ia tertangkap oleh pasukan Kompi C Batalion 328/Kujang II Divisi Siliwangi setelah bersembunyi di gunung Rakutak, Jawa Barat.

Baca: Hari Merdeka (Lagu 17 Agustus)

Hasil persidangan memutuskan Kartosuwiryo, pentolan DI/TII ini dijatuhi hukuman mati.

Akhirnya eksekusi mati terhadap Kartosuwiryo dilakukan pada tanggal 5 September 1962 beberapa bulan setelah ia tertangkap.

Lokasi eksekusi mati Kartosuwiryo dilakukan di Pulau Ubi di wilayah kepulauan Seribu, Jakarta dan ia juga dimakamkan disana. (TribunnewsWiki.com/Mirta)



Info Pribadi Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo
Pendidikan Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS)
Profesi Pemimpin redaksi
   


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. tirto.id


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved