Polisi Buru Pembuat Mural Jokowi 404 Not Found, Politisi PKS: Anak Kreatif Jangan Dihukum

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera meminta pemerintah tidak menganggap serius mural Jokowi 404:Not Found itu.


zoom-inlihat foto
Mural-Presiden-Jokowi-bertuliskan-404Not-Found-1.jpg
istimewa
Mural Presiden Jokowi bertuliskan 404:Not Found di Batuceper, Kota Tangerang, Banten.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Sebuah mural bergambar Presiden Jokowi menjadi perbincangan.

Sebab mural bergambar Jokowi itu tertulis ‘404:Not Found’ di Batuceper, Tangerang.

Sontak saja gambar mural ini beredar di media sosial dan menjadi perbincangan.

Aparat kepolisian langsung turun untuk menyelidiki kasus ini dan memburu pembuat mural.

Sementara itu Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera meminta pemerintah tidak menganggap serius mural Jokowi 404:Not Found itu.

Baca: Minta Penyidik Lanjutkan Proses Hukum Jerinx, Adam Deni: Keputusan Saya Tidak Bisa Diganggu Gugat

Baca: Mediasi dengan Adam Deni, Jerinx Akui Perbuatannya dan Minta Maaf

Mural Presiden Jokowi bertuliskan 404:Not Found di Batuceper, Kota Tangerang, Banten/ISTIMEWA
Mural Presiden Jokowi bertuliskan 404:Not Found di Batuceper, Kota Tangerang, Banten/ISTIMEWA (istimewa)

Namun kritikan itu harus dijawab dengan pumbuktian pemerintah menangani negara ini dengan lebih baik.

“Santuy saja, nggak usah dianggap terlalu serius dan buktikan dengan kerja keras.

Buktikan dengan Covid-19 yang turun, buktikan bansos yang tepat sasaran, dan tidak ada korupsi,” kata Mardani Ali Sera seperti dikutip dari KompasTV, Sabtu (14/8/2021).

Ia menyarankan agar pelaku pembuat mural tidak dihukum.

“Anak-anak kreatif jangan dihukum. Tapi diajak berdialog,” kata dia.

Baca: Pedagang Angkringan Gugat Jokowi ke PTUN, Faldo Maldini Sarankan Ini ke Penggugat

Baca: Jokowi Video Call Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Ucapkan Selamat atas Medali Emas

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera (Tribunnews / Istimewa)

Kasubbag Humas Polres Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim menyebut, penyelidikan ini didasari lantaran presiden adalah lambang negara yang harus di hormati.

“Tetap diselidiki itu perbuatan siapa. Karena bagaimanapun itu kan lambang negara, harus dihormati,” kata Kompol Abdul Rachim seperti dikutip dari Tribunnews, Jumat (13/8/2021).

Rachim menilai pembuatan mural tersebut telah melecehkan Presiden Jokowi.

Maka dari itu pihaknya terus bergerak untuk menyelidiki kasus ini dan mengungkap pelaku.

"Banyak yang tanya tindakan aparat apa? Presiden itu Panglima Tertinggi TNI-Polri, itu lambang negara. Kalau kita sebagai orang Indonesia mau pimpinan negara digituin? Jangan dari sisi yang lain kalau orang punya jiwa nasionalis," terang Rachim.

Baca: Ir H Joko Widodo (Jokowi)

Baca: Greysia/Apriyani Raih Medali Emas Olimpiade, Jokowi: Jadi Kado Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia

Presiden Jokowi saat berpidato secara virtual dalam KTT Kesehatan Global, Jumat (21/05/2021) malam.
Presiden Jokowi saat berpidato secara virtual dalam KTT Kesehatan Global, Jumat (21/05/2021) malam. (BPMI SETPRES)

Diketahui mural tersebut dibuat di terowongan inspeksi Tol Kunciran-Bandara Soekarno Hatta.

Beberapa orang saksi telah dimintai keterangan.

Warga sekitar mengatakan jika mural tersebut telah ada sejak beberapa hari lalu.

"Sudah tiga atau empat hari lalu, ya. Jadi Kapolsek, dari pihak Kecamatan, terus Koramil sudah menghapus itu dengan mengecat warna hitam," tutur Rachim.

Setelah viral, mural itu sudah dihapus polisi dan jajaran aparat terkait.

Mural Jokowi 404 Not Found kini ditutup dengan cat warna hitam.

(Tribunnewswiki.com/Saradita)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved