Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Social Butterfly adalah istilah untuk seseorang yang mempunyai kemampuan bersosialisasi yang tinggi dan dapat bergaul dengan mudah dengan berbagai jenis orang.
Juga mudah menyesuaikan diri dari satu kelompok sosial ke kelompok sosial yang lainnya, persis kupu-kupu yang mudah hinggap dari bunga satu ke bunga yang lain. (1)
Namun orang social butterfly seakan hidup dalam dunianya sendiri, dan paling penting adalah dirinya sendiri, hal inilah yang membuat social butterfly kerap gagal mempertahankan komitmen atau hubungan dalam jangka waktu lama.
Mengenal Social Butterfly #
Nicole Beurkens, Ph.D., CNS, psikolog anak dan keluarga, mengatakan bahwa social butterfly menempatkan prioritas tinggi untuk berhubungan dengan orang lain dan secara aktif mencari rencana dan percakapan. (2)
Bahkan, meskipun tidak ada kesamaan hobi atau latar belakang namun mereka mendapatkan energinya melalui bersosialisasi, pergi keluar, serta lebih cenderung fokus pada aktivitas eksternal, orang, dan acara.
Baca: ISTP (Introvert, Sensing, Thinking, Persepsi)
Kata social butterfly berasal dari bahasa Latin “socius” yang berarti “teman”, itulah mengapa ciri-ciri utama social butterfly adalah bisa berteman dengan banyak orang sama seperti kupu-kupu yang bisa hinggap di mana saja.
Jika menghubungkan bagaimana cara social butterfly berinteraksi dengan cara kerja otak, ternyata ada refleksi dari lingkungan sosial yang dihadapi sehari-hari.
Penelitian ini digagas untuk riset pascadoktoral mahasiswa Oxford University Maryan Noonan, Ide utamanya adalah untuk mengetahui apakah kinerja otak yang membuat seseorang menjadi social butterfly, atau sebaliknya. (3)
Meski masih kesimpulan awal, Noonan menemukan bahwa otak bekerja menyesuaikan dengan seberapa sosial seseorang berinteraksi.
Baca: Kepribadian - ESFP (Ekstrovert, Sensing, Feeling, Perception)
Artinya, otak beradaptasi terhadap semua kebutuhan dan kemampuan seseorang.
Temuan lain dari seorang profesor University of Rochester Medical Center di New York, social butterfly terutama yang berusia 60 tahun ke atas bisa saja menyimpan depresi dalam dirinya, entah itu karena trauma atau pengalaman kehilangan.
Ciri-ciri #
Sangat mudah mengetahui ciri-ciri social butterfly karena mereka akan selalu terlihat mencolok di kehidupan sosial. Beberapa cirinya adalah: (4)
Sibuk dengan banyak teman
Jangan berharap social butterfly bisa memiliki lingkaran pertemanan atau persahabatan dalam jangka panjang.
Mereka justru lebih sering terlihat bergaul dalam kelompok-kelompok yang berbeda, bahkan meski tak ada kesamaan dari kelompok yang didekati.
Baca: Kepribadian - INFP (Introvert, Intuition, Feeling dan Perceiving)
Suka perhatian
Tentu saja, social butterfly suka menjadi pusat perhatian, dan ketika ada topik obrolan, mereka akan mendominasi dengan karakter yang khas.
Mudah berubah pikiran
Social butterfly tidak terpaku pada satu pilihan sehingga mereka bisa dengan mudah berubah pikiran.
Bahkan, perubahan pikiran ini bisa terjadi hanya dalam hitungan menit, dan bisa membuat mereka tidak memahami betul pengertian tanggung jawab karena pikiran yang kurang konsisten.
Baca: Kepribadian - ISFJ (Introverted, Sensing, Feeling, Judging)
Sangat spontan
Social butterfly tidak akan ragu mengambil keputusan yang sangat spontan, bahkan yang berdampak besar sekalipun.
Ini juga terkait dengan kegemaran mereka bereksperimen seperti mencoba gadget termutakhir, potongan rambut terbaru, fesyen, dan banyak lagi.
Tak bisa kesepian
Social butterfly sulit menerima fakta kesendirian, bahkan rasa kesepian bisa membuat mereka merasa depresi.
Namun, terkadang orang di sekitarnya tidak tahu menahu bahwa si social butterfly mengalami depresi karena tampak bahagia dan supel.
Jadwal padat
Kaum social butterfly tidak segan bangun pagi dan baru pulang ke rumah larut malam setelah seharian bersosialisasi.
Justru, mereka mendapatkan energi dari bertemu orang lain dan tidak merasa kelelahan karenanya.
Baca: Kepribadian - ISFP (Introverted, Sensing, Feeling, Perceiving)
Ego cukup tinggi
Social butterfly belum tentu bisa menyikapi kritik dari orang lain dengan lapang dada.
Terlebih, mereka terbiasa menjadi pusat perhatian dan pembawa suasana setiap kali berada di tengah pergaulan sosial.
Sulit berkomitmen
Social butterfly juga terkadang dikenal sering bergonta-ganti pasangan, karena mereka terbiasa dengan perubahan yang begitu spontan, termasuk dari pasangan masing-masing.
Konsekuensi bukan hal yang menyeramkan bagi mereka, artinya tak ada masalah mengakhiri hubungan dan berpindah hati ke orang lain apabila dirasa tidak pas.
Baca: Gangguan Kepribadian Paranoid
Perhatian pada penampilan
Sebagai seorang social butterfly, tentu tak ingin penampilannya biasa-biasa saja seperti orang kebanyakan, karena harus memastikan penampilan yang paripurna.
(TribunnewsWiki.com/Mirta)
| Tentang | Social Butterfly |
|---|
| Informasi | Penjelasan dan Ciri-ciri |
|---|
Sumber :
1. journal.sociolla.com
2. www.kompas.com
3. www.webmd.com
4. www.lifehack.org