Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Abdurrahman bin Auf merupakan orang kaya raya yang menjadi sahabat Nabi Muhammad SAW.
Abdurrahman bin Auf adalah putra dari pasangan Auf bin Abdu Auf bin Abdul Harits bin Zahrah dan Shafiyah.
Ia lahir kurang lebih 10 tahun setelah tahun Gajah.
Nama lengkapnya ialah Abdurrahman bin Auf bin Abdi Auf bin Abdil Harits Bin Zahrah bin Kilab bin al-Qurasyi az-Zuhri Abu Muhammad.
Namun di masa jahiliyah ia dikenal dengan Abdul Ka'bah atau Abdu Amr, akan tetapi setelah masuk Islam ia diberi nama "Abdurrahman" oleh Nabi Muhammad saw.
Abdurrahman bin Auf ini termasuk dalam golongan Assabiqunal Awwalun yakni orang-orang yang pertama masuk Islam. (1)
Baca: Utsman bin Affan
Kisah Hijrah #
Ketika turun perintah untuk hijrah, maka Abdurrahman bin Auf pun ikut serta hijrah dari Makkah ke Madinah.
Kala itu orang-orang dari Makkah dikenal dengan kaum Muhajirin dan orang Madinah dikenal dengan kaum Anshar.
Setelah tiba di Makkah, Nabi Muhammad saw mempersaudarakan orang-orang Muhajirin kepada orang-orang Anshar, tak terkecuali Abdurrahman bin Auf.
Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa'ad ibnu Arabi Alausani.
Sa'ad yang sudah menjadi saudara Abdurrahman bin Auf pun menawarinya untuk mengambil setengah dari harta kekayaannya dan untuk memilih salah satu istrinya.
Akan tetapi Abdurrahman menolak itu semua dan hanya meminta kepada Sa'ad untuk ditunjukkan di mana pasar.
Di pasar itulah kemudian Abdurrahman memulai kariernya lagi dalam bidang perdagangan setelah peristiwa hijrah. (2)
Baca: Umar bin Khattab
Kiprahnya Dalam Islam #
Harta kekayaannya yang begitu melimpah ia gunakan untuk perjuangan Islam.
Ketika Perang Badar, ia mendermakan 40.000 dirham, 40.000 dinar serta 500 kuda untuk mendukung kaum muslimin dalam berperang.
Selain itu ia juga menambahnya dengan 500 unta untuk para mujahidin yang lain serta 400 dinar emas untuk umat Islam korban di Perang Badar.
Tidak hanya memberikan harta, ia juga ikut serta dalam peperangan, bahkan ketika Perang Uhud kaki Abdurrahman bin Auf mendapatkan 20 luka di tubuhnya salah satunya mengenai kakinya hingga ia jalannya pincang.
Ia juga mengalami kesulitan dalam berbicara lantaran gigi serinya rontok.
Kemudian, sepeninggalnya Nabi Muhammad saw ia menjual tanah miliknya seharga 1000 dinar dan kemudian ia bagikan kepada keluarganya Bani Zuhrah, istri-istri Nabi Muhammad dan penduduk miskin.
Kiprahnya untuk Islam terus ia lakukan hingga akhirnya ia meninggal pada 32 Hijirah di usia 75 tahun. (3) (4)
Baca: Zubair bin Awwam
Kisah Kurma Busuk #
Kisah ini terjadi setelah terjadinya Perang Tabuk.
Pada saat itu kurma yang dimiliki para penduduk Madinah membusuk lantaran ditinggal berperang sehingga bisa mengakibatkan harga jualnya turun.
Abdurrahman bin Auf yang saat itu ingin jatuh miskin sekaligus ingin menolong para penduduk akhirnya membeli semua kurma busuk itu dengan harga normal seperti harga kurma pada umumnya.
Akan tetapi beberapa waktu kemudian ada utusan dari kerajaan di Yaman yang sedang mencari kurma busuk untuk digunakan sebagai obat untuk mengobati wabah yang sedang melanda wilayahnya.
Utusan raja Yaman tersebut kemudian memborong kurma busuk milik Abdurrahman bin Auf dengan harga 10 kali lipat lebih mahal dari harga kurma biasanya.
Sehingga Abdurrahman bin Auf pun gagal menjadi orang miskin. (5)
(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)
| Nama | Abdurrahman bin Auf |
|---|
| Lahir | Makkah, 10 tahun setelah tahun Gajah |
|---|
| Riwayat | Pengusaha muslim |
|---|
| Meninggal | 32 Hijirah di usia 75 tahun |
|---|
Sumber :
1. www.rumahzakat.org
2. investorcenter.id
3. hukumline.com
4. inibaru.id