Informasi awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Prasasti Kedukan Bukit ialah prasasti peninggalan Kerajayan Sriwijaya yang ditemukan di Kota Palembang.
Ukuran prasasti itu tergolong kecil yakni 45 x 80 cm.
Di bagian luar Prasasti Kedukan Bukit terdapat tulisan menggunakan huruf Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno.
Diperkirakan prasasti tersebut berumur 604 Saka atau 682 Masehi.
Pada tahun 1924, tulisan di Prasasti Kedukan Bukit diterjemahkan oleh Philippu Samuel van Ronkel yakni seorang ahli Bahasa Melayu kenamaan.
Penemu Prasasti Kedukan Bukit ialah seorang pria Belanda bernama C.J. Batenburg pada 29 November 1920.
Baca: Kitab Negarakertagama
Isi #
Berikut tulisan yang ada di Prasasti Kedukan Bukit:
svasti sri sakavastitta 605 ekadasi sukla-
paksa vulan vaisakha dapunta hiyam nayik di
samvau mangalap siddhayatra di saptami suklapaksa
vulan jyestha dapunta hiyam marlapas dari minana
tamvan mamava yam vala dua laksa dangan kosa
duaratus cara di samvau danan jalan sarivu
Baca: Bhineka Tunggal Ika
tluratus sapulu dua vañakña datam di mata jap mukha upam
sukhacitta di pañcami suklapaksa vulan... asadha
laghu mudita datam marvuat vanua ...
srivijaya jaya siddhayatra subhiksa nityakala!
Terjemahan #
Selamat! Tahun Saka telah lewat 605, pada hari ke sebelas paro-terang bulan Waisakha Dapunta Hiyang naik di sampan mengambil siddhayatra.
Pada hari ke tujuh paro-terang bulan Jyestha Dapunta Hiyang berlepas dari Minanga untuk membawa bala tentara 20.000 dengan perbekalan 200 peti di sampan dengan diiringi sebanyak 1312 orang berjalan kaki datang ke hulu Upang dengan sukacita.
Baca: Cinta Tanah Air
Pada 15 hari pertama bulan asadha dengan lega gembira datang membuat benua...
srivijaya jaya siddhayatra subhiksa nityakala!
Tafsir #
Berikut ialah tafsir dari tulisan yang ada di Prasasti Kedukan Bukit:
Raja Sriwijaya yang bergelar Dapunta Hyang naik perahu untuk pergi ke suatu tempat pada tanggal 11 Waisaka 604 atau 23 April 682.
Ia pergi menuju ke pasukannya yang berhasil menaklukkan Minanga (Binanga).
Kemudian, Dapunta Hyang memimpin pasukannya untuk kembali ke ibu kota pada 7 Jesta (19 Mei).
Mereka bahagia lantaran pulang membawa kemenangan.
Tiba di ibu kota, Dapunta Hyang menyuruh untuk membuat bangunan berupa wihara sebagai bentuk rasa syukur dan kebahagiaan.
Sehingga, terbentuk Prasasti Kedukan Bukit. (1)
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)
Baca lengkap soal Kitab Negarakertagama di sini
| Nama | Prasasti Kedukan Bukit |
|---|
| Peninggalan | Kerajayaan Sriwijaya |
|---|
| Ditemukan | Palembang |
|---|
Sumber :
1. www.kompas.com