Kabupaten Langkat

Nama Langkat diambil dari nama Kesultanan Langkat yang dulu pernah ada di tempat yang kini merupakan kota kecil bernama Tanjung Pura, sekitar 20 km dari Stabat.


zoom-inlihat foto
Kabupaten-Langkat-Sumatra-Utara.jpg
Tribun Medan / Muhammad Anil Rasyid
Obyek wisata Batu Katak di Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara

Nama Langkat diambil dari nama Kesultanan Langkat yang dulu pernah ada di tempat yang kini merupakan kota kecil bernama Tanjung Pura, sekitar 20 km dari Stabat.




  • Informasi #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kabupaten Langkat adalah sebuah kabupaten yang terletak di Sumatra Utara, Indonesia. Ibu kotanya berada di Stabat.

Nama Langkat diambil dari nama Kesultanan Langkat yang dulu pernah ada di tempat yang kini merupakan kota kecil bernama Tanjung Pura, sekitar 20 km dari Stabat.

Mantan wakil presiden Adam Malik pernah menuntut ilmu di sini.

H Adam Malik Batubara
H Adam Malik Batubara (infobiografiku.com)

Baca: Kota Prabumulih

 

  • Sejarah #


Awal 1942, kekuasaan pemerintah Kolonial Belanda beralih ke Pemerintahan jepang, namun sistem pemerintahan tidak mengalami perubahan, hanya sebutan Keresidenan berubah menjadi SYU, yang dipimpin oleh Syucokan.

Afdeling diganti dengan Bunsyu dipimpin oleh Bunsyuco Kekuasaan Jepang ini berakhir pada saat kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17-08-1945.

Pada awal kemerdekaan Republik Indonesia, Sumatra dipimpin oleh seorang Gubernur yaitu Mr.Teuku Muhammad Hasan, sedangkan Kabupaten Langkat tetap dengan status keresidenan dengan asisten residennya atau kepala pemerintahannya dijabat oleh Tengku Amir Hamzah, yang kemudian diganti oleh Adnan Nur Lubis dengan sebutan Bupati.

Pada tahun 1947-1949, terjadi agresi militer Belanda I, dan II, dan Kabupaten Langkat terbagi dua, yaitu Pemerintahan Negara Sumatra Timur (NST) yang berkedudukan di Binjai dengan kepala Pemerintahannya Wan Umaruddin dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedudukan di Pangkalan Berandan, dipimpin oleh Tengku Ubaidulah.

Berdasarkan PP No.7 Tahun 1956 secara administratif Kabupaten Langkat menjadi daerah otonom yang berhak mengatur rumah tangganya sendiri dengan kepala daerahnya (Bupati) Netap Bukit.

Mengingat luas Kabupaten Langkat, maka Kabupaten Langkat dibagi menjadi 3 (tiga) kewedanan yaitu:

Kewedanan Langkat Hulu berkedudukan di Binjai
Kewedanan Langkat Hilir berkedudukan di Tanjung Pura
Kewedanan Teluk Haru berkedudukan di Pangkalan Berandan.

Pada tahun 1963 wilayah kewedanan dihapus sedangkan tugas-tugas administrasi pemerintahan langsung di bawah Bupati serta Assiten Wedana (Camat) sebagai perangkat akhir.

Pada tahun 1965-1966 jabatan Bupati Kdh. Tingkat II Langkat dipegang oleh seorang Caretaker (Pak Wongso) dan selanjutnya oleh Sutikno yang pada waktu itu sebagai Dan Dim 0202 Langkat.

Dan secara berturut-turut jabatan Bupati Kdh. Tingkat II Langkat dijabat oleh: 1. T. Ismail Aswhin 1967 – 1974 2. HM. Iscad Idris 1974 – 1979 3. R. Mulyadi 1979 – 1984 4. H. Marzuki Erman 1984 – 1989 5. H. Zulfirman Siregar 1989 – 1994 6. Drs. H. Zulkifli Harahap 1994 – 1998 7. H. Abdul Wahab Dalimunthe, SH 3-9-1998 s/d 20-2-1999 8. H. Syamsul Arifin, SE 1999-2009 9. Ngogesa Sitepu: 2009 s/d sekarang

Baca: Kota Lubuklinggau

  • Penduduk #


Berdasarkan angka hasil Sensus Penduduk tahun 2000, penduduk Kabupaten Langkat berjumlah 902.986 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 1,14 persen pada periode 1990-2000 dan kepadatan penduduk sebesar 144,17 jiwa per km2.

Sedangkan tahun 1990 adalah sebesar 1,07 persen.

Untuk tahun 2008, berdasarkan hasil proyeksi penduduk Kabupaten Langkat bertambah menjadi 1.042.523 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 1,80 untuk periode 2005-2010.

Kolam Abadi Langkat, Sumatera Utara
Kolam Abadi Langkat, Sumatera Utara

Jumlah penduduk terbanyak terdapat di Kecamatan Stabat yaitu sebanyak 83.223 jiwa sedangkan penduduk paling sedikit berada di Kecamatan Pematang Jaya sebesar 14.779 jiwa.

Kecamatan Stabat merupakan kecamatan yang paling padat penduduknya dengan kepadatan 918 jiwa per km2 dan Kecamatan Batang Serangan merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk terkecil yaitu sebesar 42 jiwa per km2.

Baca: Kota Palembang

  • Wilayah #


Kabupaten Langkat merupakan salah satu daerah yang berada di Sumatera Utara.

Secara geografis Kabupaten Langkat berada pada 3o 14' 00" - 4o 13' 00"   Lintang Utara, 97o 52' 00" - 98o 45' 00"   Bujur Timur dan 4 - 105 m dari permukaan laut.

Kabupaten Langkat menempati area seluas +- 6.263,29 Km2 (626.329 Ha) yang terdiri dari 23 Kecamatan dan 240 Desa serta 37 Kelurahan Definitif.

Area Kabupaten Langkat di sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Aceh dan Selat Malaka, di sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Karo, di sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Aceh, dan di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang dan Kota Binjai.

Berdasarkan luas daerah menurut kecamatan  di Kabupaten Langkat, luas daerah terbesar adalah kecamatan Bahorok dengan luas 1.101,83 Km2 atau 17,59 persen diikuti kecamatan Batang Serangan dengan luas 899,38 Km2 atau 14,36 persen.

Sedangkan luas daerah terkecil adalah kecamatan Binjai dengan luas 42,05 Km2 atau 0,67 persen dari total luas wilayah Kabupaten Langkat.

Baca: Kabupaten Karo

  • Tokoh #


Syeikh Abdul Wahab Rokan
Syeikh Muhammad Husni Ginting Al-Langkati Al-Azhari
Amir Hamzah
Datok Haji Nordin gelar Datok Setia Bakti
H.Tengku MHD Khalid Bin Sultan Mangedar
Syamsul Arifin
Nazril Irham
Markus Horison
Prof. Dr. Djohar Arifin Husin

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Informasi
Kabupaten Kabupaten Langkat
Provinsi Sumatra Utara
Luas 6.273,29 km2
Koordinat 3.77°N 98.22°E


Sumber :


1. www.langkatkab.go.id


Ikuti kami di


KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved