Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Imam Al Ghazali merupakan filsuf Islam yang menulis kitab Ihya Ulumuddin.
Ia lahir di Kota Tabaran di distrik Tus, Iran pada 450 Hijriah.
Untuk waktu lahir masehinya ada yang menyebut Imam Al Ghazali lahir pada Maret 1058 dan ada pula yang menyebutkan pada Februari 1059 Masehi.
Nama asli filsuf Islam ini ialah Abu Hamind ibn Muhammad Al-Ghazali, akan tetapi orang barat menyebutnya dengan Algazel.
Selain itu, Imam Al Ghazali dikenal juga sebagai teolog Muslim, ahli hukum, filsuf, dan seorang mistik dari Persia.
Tidak hanya itu, Imam Al Ghazali juga filsuf yang memiliki peran penting dalam penggabungan sufisme dengan syariah.
Dirinya adalah orang yang pertama menggabungkan konsep tasawuf ke dalam hukum syariah. (1)
Baca: Imam Bukhari
Masa Kecil Imam Al Ghazali #
Imam Al Ghazali lahir dari keluarga miskin.
Ayahnya merupakan pengrajin kain shuf (yang dibuat dari kulit domba).
Sebelum meninggal, sang ayah telah mewasiatkan AlGhazali dan adiknya, Ahmad untuk tinggal dan diasuh oleh temannya yang merupakan sufi.
Sehingga sepeninggal ayahnya, Imam Al Ghazali dan adiknya diasuh oleh teman ayahnya itu.
Akan tetapi hal itu tidak berlangsung lama, karena teman ayahnya itu juga orang miskin harta sehingga tidak bisa menghidupi keduanya lagi.
Teman ayahnya tersebut kemudian menyarankan Al Ghazali dan adiknya menuntut ilmu di sekolah karena di sana anak sekolah akan mendapatkan makanan. (2)
Baca: Ibnu Khaldun
Karier #
Imam Al Ghazali mulai belajar fikih di Kota Tus.
Setelah dari Kota Tus, ia lanjut menimba ilmu kepada Imam Haramain Al Juwaini di Kota Naisabur.
Di sinilah dirinya mulai menguasai ilmu fikih mazhab Syafi’i, fikih khilaf, ilmu perdebatan, ushul, manthiq, hikmah dan filsafat.
Ia belajar dengan Imam Haramain Al Juwaini sampai sang guru tersebut meninggal.
Sepeninggalnya Imam Haramain Al Juwaini, Al Ghazali bergabung menjadi pemimpin agama di istana Nizam Al-Mulk yang pada saat itu menjabat sebagai wazir di Dinasti Seljuk.
Atas berbagai ilmu agama yang dimiliki, Al Ghazali pun mendapatkan gelar "Kecemerlangan Agama" dan "Mulia di antara Para Pemimpin Agama".
Baca: Ibnu Sina
Hingga pada 1091, ia diangkat menjadi guru besar madrasah Nizamiyya di Baghdad.
Namun hal itu tidak berlangsung lama.
Setelah 4 tahun menjadi guru besar, Imam Al Ghazali memutuskan untuk ke luar dari madrasah itu dan pergi ke Makkah.
Hal itu ia lakukan setelah dirinya merasa kadar spiritualnya mulai menurun.
Bahkan pada 1096 Al Ghazali mengasingkan diri di kota Tus.
Meski begitu dirinya tetap menulis kitab-kitab serta mengajar di madrasah swasta dan biar sufi yang dibangunnya.
Ia telah menulis berbagai kitab, namun kitab yang populer ialah "Ihya Ulumuddin".
Selain itu kitab lain yang populer ialah "Kimiya As-Sa’adah" atau yang dikenal juga dengan "The Alchemy of Happiness".
Beberapa tahun kemudian tepatnya pada 1106, Wazir Agung Ahmad Sanjar, Fahr Al-Mulk meminta Imam Al Ghazali kembali lagi ke Nizamiyya.
Awalnya tawaran itu ia tolak, akan tetapi setelah didesak terus akhirnya Imam Al Ghazali pun menerima tawaran itu. (3)
Baca: Ibnu Multazam
Karya Imam Al Ghazali #
- Ihya Ulumuddin
- Al-Munqid Mina Ad-Dholal
- Al-Iqtisod Fi Al-I’tiqod
- Mizan Al-Amal
- Fadhoih Al-Bathiniyah
- Al-Qistos Al-Mustaqim
- Faishol At-Tafarruq Bayna Al-islam Wa Az-Zindiqoh
- Tahafut Al-Falasifah
- Mi’yar Al-‘ilm
- Al-Maqshod Al-Asna Fi Syarh Asma’ul husna
- Al-Bhasith
- Al-Wasith
- Al-Wajiz
- Al-Mustashfa
- Al-Mankhul
- Kimiya As-Sa’adah
- Jawahir Al-Qur’an
- Yaqut Atta’wil Fi tafsir Attanzil
- Minhaj Al-‘Abidin
- Al-Arba’in Fi usuluddin
- Maskatul Anwar
- Ad-duror Al-fakhiroh Fi Kasfi ‘ulum Al-akhiroh
- ‘Iljam Al-Awam ‘an ‘ilmi Al-Kalam
- Bidayah Al-Hidayah (4)
(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)
| Nama | Imam Al Ghazali |
|---|
| Tempat dan Tanggal Lahir | Kota Tabaran di distrik Tus, Iran pada 450 Hijriah. |
|---|
| Riwayat | Filsuf Islam |
|---|
Sumber :
1. muslim.or.id
2. internasional.kompas.com
3. pondoksanad.com