Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Museum Batak Balige merupakan sebuah wahana budaya dengan koleksi 1.000 artefak budaya Batak.
Terdapat juga peninggalan sejarah dari 6 puak Batak, yaitu Karo, Toba, Simalungun, Pakpak, Angkola, dan Mandailing.
Di museum ini juga terdapat catatan hidup Letjen (Purn) Dr. TB Silalahi, yang juga merupakan pendiri museum Batak Balige ini. (1)
Baca: Museum House of Sampoerna
Sejarah #
Museum Batak Balige ini didirikan pada 7 Agustus 2006 dan diresmikan pada 17 April 2008 oleh Letjen (Purn) Dr. TB Silalahi
Lalu pembukaan resminya dilakukan oleh Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono pada 18 Januari 2011.
Museum ini dibangun bertujuan untuk upaya pelestarian dan pemanfaatan koleksi kekayaan budaya dan sejarah etnik Nusantara.
Terutama koleksi budaya, artefak dan naskah kuno Batak yang tersimpan di perpustakaan dan museum di Eropa, terutama di Belanda, Jerman dan Inggris yang diupayakan kembali ke tanah Batak.
Baca: Museum MH. Thamrin
Menyuguhkan khasanah kekayaan alam Sumatra Utara dengan hamparan Danau Toba dan lanskap Balige.
Struktur Museum #
Komplek TB Silalahi Center memiliki tanah seluas 5 hektar, lalu dibangun museum Batak ini dengan luas bangunan seluruh lantai adalah 3.356 m2 dan terbagi dalam empat lantai.
Lantai 1 dengan luas 1536 m2, terdapat kantor, ruang cctv, ruang laboratorium, ruang penyimpanan, ruang sevice dan utilitas serta outdoor museum.
Baca: Museum Gubug Wayang
Lantai 2 dengan luas 480 m2, terdapat ruang penerima dan ruang pameran Temporer
Lantai 3 dengan luas 1340 m2, terdapat ruang pameran indoor yang terdiri dari ruang pamer tetap, ruang pamer temporer, ruang pamer benda khusus, ruang audio visual dan ruang edukasi.
Lantai 4 yaitu atap museum yang dijadikan sebagai Sky Restaurant dan Viewing Peck
Bangunan museum berbentuk kotak sederhana dengan ukuran 56 x 24 m, dan didominasi oleh kulit bangunan yang terbuat dari Aluminium Komposit dengan diberi motif gorga.
Struktur bangunan sudah memenuhi standar yang ditetapkan, termasuk antisipasi risiko gempa sesuai zona gempa di wilayah ini.
Baca: Museum Hakka Indonesia
Bangunan museum dilengkapi dengan 25 titik kamera cctv, tangga darurat untuk evakuasi, dan setiap ruang pamer indoor diterapkan system satu pintu akses digital untuk masuk dan keluar.
Koleksi #
- Artefak
- Barang-barang bersejarah
- Senjata dan Alat perang
- Peralatan kecantikan suku Batak
- Diorama 6 etnis Batak
- Miniatur danau Toba
Baca: Danau Toba
- Parsombaon
- Patung Marhaman Horbo
- Patung Raja Batak
- Miniatur Huta Batak
- Patung dan mobil dinas Letjend (Purn) Dr. TB Silalahi
Baca: Museum Balla Lompoa
Fasilitas #
- Artshop
- Convention Hall
- Huta Batak
- Kolam renang
- Cafetaria
Lokasi #
Museum ini berlokasi di Jalan Pagar Batu No. 88 Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara. (2)
Tepatnya di komplek TB Silalahi Center, Desa Soposurung, Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara yang berada di pinggiran Danau Toba sehingga menyuguhkan panorama yang memikat.
Lokasi tempat ini berdekatan dengan makam Sisingamangaraja XII, jadi wisatawan cukup berjalan 100 meter dari makam untuk sampai di Museum Batak Balige. (TribunnewsWiki.com/Mirta)
| Alamat | Desa Soposurung, Balige |
|---|
| Lokasi | Toba Samosir, Sumatera Utara |
|---|
| Google Map | Jl. Dr. TB. Silalahi No.88, Silalahi Pagar Batu, Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara 20553 |
|---|
Sumber :
1. id.wikipedia.org
2. www.tribunnews.com