Perang Shiffin

Perang Shiffin merupakan pertempuran yang terjadi antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abu Sufyan


zoom-inlihat foto
Perang-Shiffin-1.jpg
eramuslim.com
Ilustrasi Perang Shiffin

Perang Shiffin merupakan pertempuran yang terjadi antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abu Sufyan




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perang Shiffin merupakan pertempuran yang terjadi antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abu Sufyan.

Peristiwa ini terjadi pada tahun 37 Hijriah atau 657 Masehi setelah diangkatnya Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah ke-4 umat Islam menggantikan Utsman bin Affan.

Hal yang melatarbelakangi terjadinya Perang Shiffin adalah Muawiyah tidak mau mengakui kekhalifahan Ali dengan alasan bahwa pembunuh khalifah sebelumnya, Utsman bin Affan, belum ditemukan.

Selain itu, Muawiyah juga mengancam akan menyerang Ali juga tidak mengadili para pembunuh Utsman bin Affan.

Ali yang mendapat ancaman seperti itu pun akhirnya mengirim pasukannya, hal serupa juga dilakukan oleh Muawiyah.

Perang Shiffin ini terjadi di dekat hulu Sungai Furat.

Dalam peperangan itu kurang lebih 60 ribu orang terbunuh. (1)

Ilustrasi Perang Shiffin
Ilustrasi Perang Shiffin (dictio.id)

Baca: Perang Salib

  • Jalannya Perang Shiffin #


Ketika dua pasukan saling berhadapan, Ali dan Muawiyah masing-masing mengirim utusannya untuk bernegosiasi.

Namun, negosiasi itu gagal setelah Muawaiyah tetap bersikeras untuk menuntut pembunuh Utsman bin Affan.

Karena tidak ditemukan jalan ke luar, pertempuran itu tidak bisa di hindarkan.

Awalnya Ali bin Abi Thalib mengajak Muawiyah untuk berduel agar masalah keduanya hanya diselesaikan berdua saja tidak melibatkan umat Islam yang lain.

Hal itu ditolak oleh Muawiyah. Akan tetapi, Amr bin Ash yang berada di pihak Muawiyah menerima tantangan Ali.

Ali dan Amr pun akhirnya berduel satu lawan satu.

Saat berduel, Amr terdesak dan hampir terbunuh, tetapi Ali melepaskannya.

Ilustrasi Perang Shiffin
Ilustrasi Perang Shiffin (pwmu.co)

Baca: Perang Mutah

Setelah duel satu lawan satu selesai, pertempuran besar kedua pasukan itu pun terjadi.

Pada awal pertempuran, pasukan Muawiyah sempat mendominasi.

Namun, tak lama kemudian pasukan Ali berhasil mengubah kondisi pertempuran dan membuat pasukan Muawiyah terdesak.

Setelah pasukan Muawiyah terdesak, mereka pun mengangkat Alquran tinggi-tinggi sebagai jalan damai.

Pertempuran itu pun berhenti dan dilanjutkan dengan berunding. (2)

Ilustrasi Perang Shiffin
Ilustrasi Perang Shiffin (umma.id)

Baca: Perang Khandaq

  • Akhir Pertempuran #


Pertempuran antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah diselesaikan dengan cara berunding, dan masing-masing pihak mengirim utusannya.

Pihak Ali diwakili oleh Abu Musa Al Asy'ari, sedangkan pihak Muawiyah diwakili oleh Amr bin Al Ash.

Hasil dari perundingan itu adalah mencopot jabatan keduanya dan kemudian menyerahkan jabatan khalifah kepada kaum muslimin.

Setelah itu masing-masing utusan pun menyampaikan keputusan itu di atas mimbar.

Pihak yang pertama menyampaikan adalah Abu Musa Al Asy'ari yang mengumumkan pencopotan jabatan kekhalifahan Ali bin Abi Thalib.

Kemudian giliran Amr bin Al Ash menyampaikan juga di atas mimbar.

Ia bukannya mencopot Muawiyah, melainkan malah mengangkatnya sebagai khalifah.

Dari sinilah kemudian cikal bakal terbentuknya Dinasti Bani Umayyah yang khalifah pertamanya adalah Muawiyah bin Abu Sufyan. (3)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)

 


Nama Perang Shiffin
Terjadi 37 Hijriah atau 657 Masehi
Pihak yang berperang Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyah bin Abu Sufyan
   


Sumber :


1. www.nu.or.id
2. wawasansejarah.com
3. www.kompasiana.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved