Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sa’ad bin Abi Waqqash adalah sahabat Rasulullah saw. yang termasuk dalam Assabiqunal Awwalun (golongan yang pertama masuk Islam).
Dia lahir di Makkah pada tahun 595 Masehi.
Ketika masuk ke agama Islam usia Sa'ad bin Abi Waqqash pada saat itu 17 tahun.
Sahabat Rasulullah ini memiliki nama lengkap Sa’ad bin Malik bin Uhaib bin Abdul Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luhay.
Dia bermarga Bani Zuhrah dari suku Quraisy.
Sa'ad ini memiliki hubungan kekerabatan dengan Nabi Muhammad saw.
Kakek Sa'ad yang bernama Uhaib merupakan paman dari Aminah binti Wahab, ibunya Nabi Muhammad saw.
Ketika pertama kali memeluk agama Islam, ia sempat ditentang oleh ibunya, bahkan sampai diancam oleh sang ibu dengan berbagai ancaman.
Namun, iman Sa'ad tetap memilih memeluk agama Islam, dan sang ibundanya pun luluh. (1)
Baca: Khalid bin Walid
Kiprahnya dalam Perjuangan Islam #
Awal perjuangan
Sa'ad bin Abi Waqqash terkenal dengan keberaniannya.
Saat itu Islam masih disebarkan secara sembunyi-sembunyi di Makkah.
Kaum muslimin salat di lorong-lorong agar tidak diketahui oleh orang-orang Quraisy.
Namun, saat itu keberadaan mereka pun diketahui dan kemudian diserang oleh Quraisy.
Tak menunggu lama, Sa'ad bin Abi Waqqash pun langsung bangun dan memanah mereka hingga berhasil membunuh salah satu dari mereka.
Perang Badar
Keberaniannya yang begitu tinggi sehingga ketika ada seruan jihad, tak membuatnya menunggu lama untuk bangun dan ikut serta.
Perang pertama yang diikutinya ialah Perang Badar.
Perang ini juga sekaligus perang pertama yang dilakukan kaum muslimin.
Sa'ad bin Abi Waqqash ikut serta dalam peperangan ini, dia berhasil membunuh pasukan musuh dengan pedang dan anak panahnya hingga akhirnya umat Islam pun berhasil memenangkan pertempuran itu.
Satu sisi Sa'ad bahagia karena menang, tetapi di satu sisi sedikit mengalami kesedihan lantaran saudaranya yang bernama Umair gugur dalam pertempuran itu.
Perang Uhud
Peran Sa'ad bin Waqqash dalam Perang Uhud sangat penting, terlebih dia merupakan pemanah yang andal.
Pada saat terjadi serangan balik yang dilakukan pasukan Quraisy kepada pasukan Islam yang disebabkan oleh keteledoran yang dilakukan pasukan pemanah umat Islam.
Akibatnya, pasukan Islam pun kocar-kacir sampai terdesak.
Bahkan, nyawa Rasulullah pun terancam.
Sa'ad bin Abi Waqqash bersama para sahabat yang lain bahu-membahu melindungi Rasulullah dengan berada di sisinya.
Pertempuran demi pertempuran
Setelah itu, peperangan demi peperangan pun Sa'ad bin Abi Waqqash ikuti.
Bahkan, pada zaman kekhalifahan Umar bin Khattab, Sa'ad ditunjuk sebagai panglima perang melawan pasukan Persia dalam Perang Kadisiah.
Perang Kadisiah ini adalah salah satu perang besar yang dilakukan umat Islam selain Perang Yarmuk. (2) (3)
Baca: Zainut Tauhid Saadi
Menjadi Gubernur #
Ia ditunjuk menjadi gubernur di wilayah Kuffah, Irak, pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab.
Sa'ad bin Abi Waqqash pun melakukan tugasnya dengan baik.
Namun, ada salah satu suku yang tidak menyukainya dan menyebarkan fitnah dengan menjelek-jelekkan Sa'ad.
Bahkan, kepala dari suku tersebut mengirim surat kepada khalifah Umar bin Khattab.
Umar bin Khattab pun mencopot jabatan itu dan meminta klarifikasi kepada Sa'ad.
Ketika diminta klarifikasi, Sa'ad pun menjawab dengan jujur dan khalifah beserta para sahabat yang lain pun mempercayainya.
Baca: Muhammad bin Maslamah
Setelah masalah ini selesai, khalifah Umar bin Khattab menawari Sa'ad untuk kembali menjadi gubernur di wilayah itu, namun Sa'ad menolaknya. (4)
Meninggal Dunia #
Sa'ad bin Abi Waqqash meninggal dunia pada tahun 54 Hijriyah.
Saat itu usia Sa'ad 70 tahun.
Kemudian sahabat Rasulullah ini dimakamkan di pemakaman Baqi’ al-Gharqad, Madinah.
Sa'ad bin Abi Waqqash ini adalah salah satu orang yang kaya raya.
Bahkan, ketika meninggal dunia, ia meninggalkan uang senilai 250.000 dinar atau jika dirupiahkan sebesar 12 miliar rupiah. (5) (6)
(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)
| Nama | Sa’ad bin Abi Waqqash |
|---|
| Lahir | Makkah, 595 Masehi |
|---|
| Karier | Panglima perang Islam dan Gubernur Kuffah, Irak |
|---|
| Meninggal | 54 Hijriyah pada usia 70 tahun |
|---|
Sumber :
1. kisahmuslim.com
2. griyayatim.com
3. www.nu.or.id
4. kemenag.go.id
5. bincangsyariah.com