Jalan Anyer-Panarukan

Jalan Anyer-Panarukan ialah jalan yang membentang dari ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa dan pembangunannya diprakarsai oleh Herman Willem Daendels


zoom-inlihat foto
2-Jalan-Anyer.jpg
KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT
ILUSTRASI - Jalan Anyer Panarukan

Jalan Anyer-Panarukan ialah jalan yang membentang dari ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa dan pembangunannya diprakarsai oleh Herman Willem Daendels




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jalan Anyer-Panarukan merupakan jalan yang membentang dari ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa.

Terciptanya jalan tersebut diprakarsai oleh Herman Willem Daendels.

Herman Willem Daendels ialah seorang Gubernur Jenderal Hindia Timur saat Belanda dimpimpin oleh Loius Napoleon.

Selama kepemimpinan Daendels telah terjadi banyak perubahan dalam pemerintahan Hindia.

Kala itu, Daendels melihat kondisi infrastruktur jalanan di Jawa kurang bagus.

Lantaran itulah, tercetus sebuah proyek pembangunan Jalan Anyer-Panarukan.

Daendels juga melihat dengan pembangunan jalan tersebut akan memberi dampak pada perekonomian.

Baca: Museum MH. Thamrin

  • Sejarah


Pembangunan Jalan Anyer-Panarukan diprakarsai oleh Gubernur Jenderal Hindia Timur saat itu, yakni Herman Willem Daendels.

Daendels resmi diangkat menjadi gubernur jenderal kolonial pada tahun 1807 silam.

Dalam masa jabatannya itu, Daendels mendapat 2 tugas pokok, yakni mempertahankan Pulau Jawa dan membenahi sistem administrasi.

Kala itu, Belanda berusaha untuk memperkuat pertahanan di Jawa yang digunakan sebagai basis militer Perancis untuk melawan pasukan Inggris di kawasan Samudra Hindia.

Ia mulai memerintah pada 1808, dan menjabat selama tiga tahun hingga 1811.

Demi kelancaran tugasnya di Pulau Jawa, ia pun berinisiatif untuk membangun Jalan Raya Pos (Groote Postweg) dari Anyer di Ujung Barat Jawa Barat ke Panarukan di Ujung Timur Jawa Timur (kira-kira 1000 km).

Baca: Museum Gubug Wayang

 

  • Kebijakan


Dalam masa pemerintahannya, Daendels memiliki beberapa kebijakan dalam bidang politik dan pemerintahan, di antaranya:

- Membatasi pengaruh kekuasaan kerajaan-kerajaan tradisional Indonesia terhadap aspek-aspek kehidupan masyarakat

- Membagi pulau Jawa menjadi 23 karisidenan Kedudukan Bupati sebagai penguasa tradisional daerah diubah menjadi pegawai dibawah pemerintah kolonial

- Membagi wilayah Jawa bagian timur menjadi 5 prefektur (setingkat provinsi) yaitu Surabaya, Sumenep, Rembang, Pasuruan, Gresik

Pada bidang militer dan pertahanan, Daendels membangun benteng di pesisir, mendirikan pabrik senjata, membangun jalan raya Anyer-Panaurkan untuk memudahkan mobilisasi pasukan dan logistik perang.

Baca: Museum MACAN

  • Pembangunan


Jalan Anyer-Panarukan dibangun Daendels selebar 7,5 meter.

Jalan raya tersebut dibatasi lapisan batu di dua sisinya, agar tidak terkikis air yang mengalir.

Setiap 1506,9 meter diberi tanda berupa paal atau tonggak dari batu.

Paal tersebt berfungsi sebagai tanda untuk memudahkan perawatan dan perbaikan jalan.

Pada sisi kiri dan kanan jalan dibangun selokan yang berfungsi sebagai saluran air, sehingga air tidak menggenang di jalan raya.

Pembangunan jalan itu sempat berganti nama menjadi Jalan Raya Pos atau Groote Postweg.

Terbetang dari Anyer di Ujung Barat Jawa Barat sampai ke Panarukan di Ujung Timur Jawa Timur.

Pembangunan Jalan Anyer-Panarukan melewati Jakarta, Bogor, Cianjur, Bandung, Cadas Pangeran, Majalengka, Cirebon sampai Jawa Tengah.

Dari Cirebon sampai Surabaya, pembanguan jalan ada di wilayah jalur pantai utara.

Jalan terbaik dan terpanjang pada masanya itu bukan semata ide Daendels.

Ada instruksi atasannya, Napoleon Bonaparte. (1)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)

Baca lengkap soal PPKI di sini

 



Lokasi Jalan Anyer-Panarukan
   


Sumber :


1. www.kompas.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved