Demo 'Jokowi End Game', Masyarakat Diimbau Tak Terhasut

Sebanyak 3.385 personel gabungan dari TNI, Polda Metro Jaya, dan aparat Pemprov DKI disiagakan, Sabtu (24/7/2021).


zoom-inlihat foto
Ilustrasi-polisi-29.jpg
Kompas.com
Ilustrasi polisi


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Beredarnya seruan aksi demo "Jokowi End Game" rupanya membuat aparat keamanan tak tinggal diam.

Seperti diketahui, baru-baru ini media sosial ramai dengan imbauan aksi menolak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 yang bertajuk 'Jokowi End Game'.

Dalam poster seruan aksi 'Jokowi End Game' tersebut juga tertulis ajakan untuk turun ke jalan demi menolak PPKM dan menghancurkan oligarki istana.

Rencananya aksi tersebut digelar dengan berjalan kaki dari Glodok menuju Istana Negara.

Poster seruan aksi tolak PPKM lewat demo 'Jokowi End Game' tersebar luas di media sosial.
Poster seruan aksi tolak PPKM lewat demo 'Jokowi End Game' tersebar luas di media sosial. (istimewa)

Mengantisipasi hal tersebut, sebanyak 3.385 personel gabungan dari TNI, Polda Metro Jaya, dan aparat Pemprov DKI dikerahkan, Sabtu (24/7/2021).

Hal itu dikatakan Karo Ops Polda Metro Jaya, Kombes Pol Marsudianto, Sabtu (24/7/2021).

"Personel untuk mengamankan demo sebanyak 3.385 orang, gabungan," kata Marsudianto saat dihubungi wartawan, Sabtu (24/7/2021), seperti dikutip dari WartakotaLive.com.

Baca: Ada Imbauan Aksi Jokowi End Game Hari Ini, Polisi Tutup Akses Jalan ke Istana Negara

Baca: PPKM Level 4

Menurut Marsudianto personel tersebut sudah berjaga sejak pukul 07.00 WIB pagi.

Titik yang dijaga yakni titik yang diisukan bakal dijadikan lokasi demo hari ini.

"Dikerahkan ke sekitaran Monas kemudian sampai di sekitar DPR juga," katanya.

Personel kata dia disiapkan untuk melakukan pengamanan hingga pengaturan lalu lintas di titik aksi.

Terkait estimasi massa, Marsudianto tak mau berspekulasi.

"Kita tidak bisa perkirakan karena mungkin nanti ada massa cair ketika bergerak. Jadi kita tidak bisa memastikan," katanya.

Sebelumnya, polisi lalu lintas menutup akses jalan menuju Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Sabtu (24/7/2021).

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Lilik Sumardi, mengatakan penutupan jalan ini guna mengantisipasi massa yang dikabarkan bakal berunjuk rasa menuju Istana Negara.

Lilik menyebut, penutupan jalan ini meliputi Jalan Medan Merdeka Barat, Medan Merdeka Timur, dan kawasan Harmoni.

"Penutupan jalan sudah kami lakukan sejak 20.00 WIB menggunakan road barrier dan kawat berduri," kata Lilik, seperti dilansir dari TribunJakarta.com, Sabtu (24/7/2021).

Lilik menjelaskan, pemasangan kawat berduri akan diperbanyak jika massa aksi datang berjumlah 500-an.

"Jika tiga ratusan orang kami tidak pasang kawat berduri," kata Lilik.

Lilik mengatakan, seruan aksi yang dikabarkan bakal turun ke jalan menuju Istana Negara ini tidak ada izin.

Sebab, aparat melarang keras unjuk rasa selama PPKM Level 4.

Lilik mengimbau masyarakat agar di rumah saja dan tidak terprovokasi ajakan unjuk rasa yang tersebar melalui pamflet di media sosial.

"Tolong masyarakat jangan terprovokasi karena kita ini sedang berjuang melawan Covid-19," imbau Lilik.

"Pelan-pelan semoga angka Covid-19 di Jakarta ini berkurang," lanjutnya.

Sebelumnya, polisi menduga terdapat dua lokasi di Jakarta Selatan yang akan menjadi titik kumpul massa aksi unjuk rasa menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan tajuk Jokowi End Game.

Aksi unjuk rasa itu rencananya digelar hari ini, Sabtu (24/7/2021), dan berpusat di Istana Negara.

Seruan terkait aksi tersebut juga telah beredar luas di media sosial.

Kapolsek Metro Kebayoran Baru AKBP Febri Isman Jaya mengungkapkan, dua lokasi yang dimaksud adalah ITC Fatmawati dan kawasan SCBD.

"Informasinya akan ada unjuk rasa," kata Febri di Jalan Wijaya 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/7/2021) malam.

"Di wilayah kita ini ada rencana titik kumpul, makanya kita adakan operasi skala besar terutama wilayah Jakarta Selatan," ujarnya.

"Jakarta Selatan itu ada dua titik kumpul informasinya."

"Pertama di ITC Fatmawati sama yang di SCBD. Kita antisipasi dengan patroli di wilayah itu," tambahnya.

Saat menggelar patroli, Febri mengatakan jajarannya belum menemukan indikasi dua lokasi tersebut bakal dijadikan titik kumpul peserta aksi.

"Temuan sampai saat ini belum ada sih. Mudah-mudahan tidak ada," ujar dia.

Meski demikian, Febri memastikan polisi akan tetap bersiaga di dua lokasi tersebut.

Hanya saja, ia belum bisa merinci jumlah personel yang diturunkan untuk melakukan pengamanan.

"Iya kami akan melakukan pengamanan di dua titik, ITC Fatmawati sama di SCBD," kata Febri

"Dua titik akan gabungan Polres (Jakarta Selatan) dan Polsek (Kebayoran Baru)," imbuhnya.

Polri Imbau Masyarakat Tak Terhasut Aksi 'Jokowi End Game'

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengimbau masyarakat tak terhasut dengan ajakan aksi unjuk rasa serentak di media sosial (medsos) pada 24 Juli 2021 bertajuk 'Jokowi End Game'.

Pasalnya ajakan itu berpotensi terjadi kerumunan dan akan menambah penularan Covid-19.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengungkapkan, imbauan tersebut disampaikan karena saat ini jumlah Covid-19 terus melonjak.

Dengan adanya demonstrasi, potensi menciptakan kerumunan bakal terjadi, yang nantinya semakin memperburuk laju pertumbuhan virus corona.

"Kami berharap untuk tidak melakukan kerumunan karena situasi angka Covid yang masih tinggi," kata Argo, Jumat (23/7/2021), seperti dikutip dari Wartakotalive.com.

Jenderal bintang dua itu menyebut, saat situasi seperti ini penyampaian aspirasi bisa dilakukan dengan cara daring.

"Bisa dilakukan dengan audiensi atau dilakukan dalam bentuk FGD online," ujar Argo.

Dia mengatakan, aparat kepolisian akan melakukan tindakan tegas apabila kegiatan tersebut mengganggu ketertiban umum.

"Kalau memang dilakukan, mengganggu ketertiban umum ya kami amankan," ucap Argo.

Diketahui, beredar di media sosial mengenai percakapan persiapan aksi serentak yang hendak dilakukan oleh elemen masyarakat sipil di Semarang dan beberapa wilayah lain.

Disebutkan bahwa aksi tersebut akan dilakukan selama berhari-hari dan tidak membawa suatu identitas golongan ataupun kelompok.

(tribunnewswiki.com/RAK, Wartakotalive/Budi Sam Law Malau, TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul "Antisipasi Aksi 'Jokowi End Game', hari ini Ada 3.385 Personel Gabungan Dikerahkan"





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved