Begini Cara Terhindar dari Investasi Bodong Berkedok Arisan Online, Cermati Legalitasnya

Masyarakat perlu memahami adanya model investasi, terutama menyangkut aspek legalitasnya.


zoom-inlihat foto
Ilustrasi-aktivitas-investasi-online.jpg
Kompas.com
Ilustrasi aktivitas investasi online


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Belum lama ini, terungkap kasus penipuan investasi berkedok arisan online di Kota Batu.

Berkedok menggelar arisan yang ternyata palsu, seorang perempuan diamankan oleh Satreskrim Polres Batu, Jumat (16/07/2021).

Dari aksinya tersebut, pelaku meraup uang hingga Rp 1 miliar lebih dari korban.

Dikutip dari Kompas TV, diketahui sebanyak 18 orang menjadi korban pelaku.

Modusnya, pelaku berdalih menjual nomor arisan kepada belasan korban.

Kemudian, ia menjanjikan keuntungan 30-50 persen dari jumlah uang yang disetorkan.

Dosen Hukum Teknologi Informasi Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Dona Budi Kharisma mengatakan, saat memang marak adanya kasus investasi bodong dengan kedok arisan online, arisan haji, emas, mobil dan lainnya.

Masyarakat perlu memahami adanya model investasi, terutama menyangkut legalitasnya.

"Arisan online bodong dapat dilihat dari model pengelolaan keuangannya, biasanya pake skema ponzi, bunga atau return tinggi dan tidak wajar di atas 50 persen dari pokok, kemudian tidak ada izin resmi dari otoritas jasa keuangan dan lain-lain," ungkapnya, saat dihubungi Tribunnewswiki.com, Kamis (22/7/2021).

Ilustrasi aktivitas investasi online 2
Ilustrasi aktivitas investasi online

Jika memang sudah terlanjur terjerat skema investasi bodong, maka upaya hukum yang dapat dilakukan adalah melalui jalur keperdataan dengan mengajukan gugatan Wanprestasi untuk meminta uangnya kembali.

Jalur perdata efektif ditempuh agar uang peserta arisan bisa dikembalikan dengan sita aset pengelola arisan.

Kedua, jalur pidana untuk mempidanakan pelaku agar dapat sanksi pidana berupa penjara dan denda.

"Kedua jalur tersebut harus dilakukan agar uang bisa kembali dan pelaku mendapatkan efek jera karena sanksi pidana," sebut Dona.

Baca: TikTok Cash Diblokir Pemerintah, Dicurigai Tawarkan Investasi Bodong

Baca: Simak 7 Tips Bappebti Agar Masyarakat Terhindar dari Investasi Ilegal, Jangan Percaya Janji

Dalam beberapa kasus, kerap terjadi situasi dilematis lantaran adanya hubungan pertemanan antara pelaku dan korban investasi bodong.

Dona mengatakan, prinsip terpenting yang harus dilakukan adalah upaya hukum guna menjaga agar aset bisa diselamatkan.

"Inilah yang menjadi permasalahan dalam tataran praktik hukum, orang lebih mengedepankan uwuh pekewuh daripada memperjuangkan hak-haknya yang sudah dilanggar. Menurut saya, dalam proses upaya hukum baik perdata dan pidana akan ada upaya mediasi yang dilakukan oleh penegak hukum apabila masih dimungkinkan uang itu untuk kembali," katanya.

Dona memberikan sejumlah gambaran agar masyarakat berhati-hati dengan bujuk rayu model investasi yang kerap berujung penipuan.

"Sebelum berinvestasi perlu diperhatikan legalitas usaha, apakah sudah memiliki izin dari otoritas terkait. Karena ini sifanya penghimpunan dana/investasi maka ijin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sangat perlu. Cek di website OJK, usaha tersebut sudah terdaftar dan berizin atau belum," urainya.

Aspek berikutnya, adalah edukasi konsumen di mana masyarakat wajib 'melek' investasi.

"Misalkan ada investasi yang menjanjikan bunga tinggi atau tidak wajar maka harus berhati-hati. Kemudian, model pengelolaan dananya.

Biasanya investasi bodong menerapkan skema ponzi. Artinya keuntungan yang dibayarkan kepada nasabah eksisting berasal dari dana investasi yang disetor oleh peserta baru dengan bonus, bunga tinggi dan promosi menarik," tutupnya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

SIMAK ARTIKEL SEPUTAR INVESTASI ONLINE DI SINI

 











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved