Berakhir Bahagia, Ini Kronologi Ibu Hamil di Jatim Ditolak Beberapa RS karena Positif Covid-19

Wanita hamil asal Pamekasan, Jawa Timur, ditolak beberapa rumah sakit karena positif Covid-19.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-ibu-hamil.jpg
Unsplash - ???????? Janko Ferli? @itfeelslikefilm
FOTO: Ilustrasi ibu hamil


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Agustin, wanita asal Dusun Tomang Mate, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, terus menjadi perbincangan.

Wanita tersebut sebelumnya harus menerima kenyataan pahit sesaat sebelum melahirkan anaknya.

Ia yang tengah hamil dinyatakan positif Covid-19 saat menjalani tes swab.

Rumah sakit yang didatanginya kemudian mengatakan bahwa dia tak bisa menjalani persalinan.

Hal yang terus dialaminya di beberapa rumah sakit yang lain.

Kronologi

Agustin berangkat dari rumahnya pada Senin, (5/7/2021), sekitar pukul 08.00 WIB, menuju salah satu klinik di Kabupaten Pamekasan.

Saat itu, air ketubannya sudah pecah.

Untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayinya, pihak klinik menyarankan agar persalinan Agustin ditempuh dengan cara operasi.

Ilustrasi hamil
Ilustrasi hamil (Bio Force)

Agustin kemudian dibawa ke rumah sakit swasta Kusuma Hospital di Jalan Bonorogo, Pamekasan.

Sebelum menjalani operasi, istri Achmad Hidayatullah ini dites swab antigen oleh perawat rumah sakit.

Hasilnya dia positif terpapar Covid-19.

Dokter bedah RS Kusuma enggan menangani operasi persalinan Agustin.

Pasalnya, di rumah sakit tersebut tidak melayani pasien Covid-19 dan tidak ada ruang isolasi pasien Covid-19.

Keluarga Agustin kebingungan sebab Agustin terus-menerus mengerang kesakitan.

Pihak rumah sakit menyarankan kepada kerabat Agustin bernama Naora agar berkoordinasi dengan bidan desa yang menangani kehamilan Agustin.

Baca: Hamil Anggur

Baca: Viral Ibu Hamil Keguguran karena Makan Rumput Fatimah, Alami Rahim Sobek hingga Tak Sadarkan Diri

Bidan tersebut kemudian datang ke RS Kusuma dan menyarankan agar Agustin dirujuk ke rumah sakit swasta lainnya.

Agustin kemudian dibawa ke RS Larasati Pamekasan.

Sebelum ditangani dokter, Agustin dites swab antigen lagi. Hasilnya positif Covid-19.

Pihak RS kemudian menolak untuk melayani Agustin karena tidak ada layanan bagi pasien Covid-19.

Pihak RS menawarkan rujukan ke rumah sakit rujukan Covid-19, yakni RS Moh Noer Pamekasan dan RS Smart Pamekasan.

Bersama-sama dengan bidan, Agustin kemudian dibawa ke RS Moh Noer.

Namun, lagi-lagi ditolak karena ruang isolasi pasien Covid-19 sudah penuh.

Agustin akhirnya dibawa ke RS Smart Pamekasan.

Namun, sekali lagi Agustin ditolak karena di rumah sakit pelat merah itu sudah tidak bisa melayani pasien akibat sudah penuh atau overload.

"Sampai 8 jam kami mencari rumah sakit untuk menyelamatkan Agustin dan bayinya, tetap tidak ada rumah sakit yang mau menerima," kata Naora saat dihubungi, Jumat (9/7/2021).

Hidayat, suami Agustin, kemudian meminta bantuan kepada kerabatnya yang menjadi aparat di Desa Pamaroh, Kecamatan Kadur.

Oleh kerabatnya itu, mereka diajak untuk datang ke RS Nindhita Sampang.

Sebelumnya, kerabat Agustin itu berhasil menghubungi Bupati Sampang Slamet Junaidi dan disetujui dioperasi di rumah sakit itu.

Keluarga Agustin akhirnya setuju dibawa ke Sampang.

Ilustrasi kontraksi yang dialami inbu hamil
Ilustrasi kontraksi yang dialami inbu hamil (Medicalnewstoday.com)

Dioperasi di RS Nindhita Sampang

Humas RS Nindhita Zaini mengakui bahwa mereka mendapat kontak dari Bupati Sampang.

Agustin kemudian langsung dioperasi karena memang sudah darurat dan persalinan harus segera dilakukan.

"Kami buat perjanjian dulu dengan keluarga pasien agar mereka mematuhi protokol kesehatan. Semua keluarga pasien, perawat dan dokter menggunakan alat pelindung diri. Karena ini sudah darurat dan karena perintah Bupati, maka kami kerjakan," kata Zaini.

Agustin dan bayinya akhirnya selamat.

Bahkan, keduanya sudah pulang ke rumahnya.

Zaini sudah mewanti-wanti agar Agustin menjalani isolasi mandiri di rumahnya dan dipisahkan dari bayinya dan keluarga yang lain untuk mencegah penularan virus.

"Ini kami lakukan karena sudah menyangkut nyawa manusia untuk diselamatkan. Jadi meskipun berat dan penuh risiko, tetap kami lakukan. Kami semangat karena dukungan dari Pak Bupati," kata Zaini.

Sementara itu, Naora mengatakan perjuangan yang dilalui Agustin cukup berat.

Bahkan, berisiko karena sudah terlalu lama menunggu persalinan.

"Sungguh perjuangan yang berat bagi Agustin dan kami. Kami mencari rumah sakit sejak pukul 08.00 pagi dan baru selesai menjalani operasi pada pukul 21.00 WIB di Kabupaten Sampang," kata Naora, dikutip dari Kompas.com.

Baca: Viral Video Nakes Menangis Histeris Lepas Kepergian Perawat Hamil yang Meninggal karena Covid-19

Baca: Body Shaming

(TribunnewsWiki.com/Rest)





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved