Bacakan Pleidoi, Edhy Prabowo Minta Maaf kepada Jokowi, Prabowo Subianto & Masyarakat Indonesia

Edhy Prabowo menyampaikan permintaan maaf karena terlibat kasus suap izin ekspor benih lobster atau benur yang kini membelitnya sebagai terdakwa.


zoom-inlihat foto
eks-menteri-kelautan-dan-perikanan-kkp-edhy-prabowo-25-11-2020.jpg
Tribunnews/Irwan Rismawan
Eks Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020). KPK resmi menahan Edhy Prabowo bersama enam orang lainnya terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam kasus dugaan menerima hadiah atau janji terkait perizinan tambak usaha dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya.


 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo, meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang sekaligus Menteri Pertahanan (Menhan), dan seluruh masyarakat Indonesia.

Edhy Prabowo menyampaikan permintaan maaf karena terlibat kasus suap izin ekspor benih bening lobster atau benur yang kini membelitnya sebagai terdakwa.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Edhy saat membacakan pleidoi dalam sidang perkara suap ekspor benih lobster atau benur.

"Permohonan maaf secara khusus saya sampaikan kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Ir Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Bapak Prabowo Subianto, yang selama ini telah memberikan amanah atau kepercayaan kepada saya," kata Edhy Prabowo, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, pada Jumat, (9/7/2021), dikutip TribunnewsWiki.com dari Tribunnews.com.

Permintaan maaf juga Edhy sampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia, termasuk para pimpinan, staf, dan seluruh pegawai KKP, atas kasus ini.

"Yang telah merasa terganggu dengan adanya perkara ini," ucap Edhy.

Tak terlewat, Edhy Prabowo juga meminta maaf kepada sang ibunda, keluarga besar, serta keluarga sang istri, Iis Rosyita Dewi.

Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama)
Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama)

Baca: Berharap Divonis Bebas, Edhy Prabowo Merasa Banyak Berjasa untuk Negara saat Jadi Menteri KKP

Baca: Edhy Prabowo

"Dan seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya dan keluarga besar masyarakat kelautan dan perikanan," ujarnya.

Sementara dalam kasusnya tersebut, Edhy Prabowo membantah mengetahui adanya suap dalam pengajuan izin ekspor benur.

Edhy juga membantah dirinya adalah pemilik PT Aero Citra Kargo, perusahaan yang memonopoli pengiriman benih dari Indonesia ke luar negeri.

“Tuduhan bahwa saya terlibat mengatur dan turut menerima aliran dana adalah sesuatu yang amat dipaksakan dan keliru,” ujar Edhy.

Dalam perkara ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Edhy Prabowo 5 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider 6 tahun kurungan.

Selain pidana, jaksa KPK menuntut Edhy membayar uang pengganti sebanyak Rp9,6 miliar dan 77 ribu dolar AS.

Diketahui dalam perkara ini, Edhy Prabowo didakwa menerima suap senilai Rp25,7 miliar oleh jaksa penuntut umum (JPU) KPK.

Penerimaan suap ini dilakukan secara bertahap yang berkaitan dengan penetapan izin ekspor benih lobster atau benur tahun anggaran 2020.

Suap itu diterima oleh Edhy Prabowo dari para eksportir benur melalui staf khususnya, Andreau Misanta Pribadi dan Safri; sekretaris Menteri KP, Amiril Mukminin; staf pribadi istri Iis Rosita Dewi, Ainul Faqih dan Komisaris PT Perishable Logistics Indonesia (PLI), sekaligus pemilik PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadhi Pranoto Loe.

Pemberian suap ini setelah Edhy Prabowo menerbitkan izin budidaya lobster untuk mencabut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 56/PERMEN-KP/2016 tanggal 23 Desember 2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.) dan Ranjungan (Portunus spp.) dari wilayah negara Republik Indonesia.

Baca: Didakwa KPK Terima Suap Rp 25,7 Miliar, Edhy Prabowo Ngotot Merasa Tak Bersalah

Baca: Dapat Hadiah Mobil & Apartemen, Siapa Sosok Anggia Kloer? Sespri Edhy Prabowo yang Kini Jadi Saksi

Pemberian suap juga bertujuan agar Edhy melalui anak buahnya, Andreau Misanta Pribadi dan Safri, mempercepat proses persetujuan izin budi daya lobster dan izin ekspor benih bibit lobster perusahaan Suharjito dan eksportir lainnya.

Perbuatan Edhy selaku Menteri Kelautan dan Perikanan RI bertentangan dengan Pasal 5 angka 4 dan angka 6 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, serta bertentangan dengan sumpah jabatannya.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved