Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seledri, yang memiliki nama ilmiah Apium graveolens, adalah sayuran dalam keluarga tanaman jenis apiaceae.
Berbagai bagian seledri memiliki manfaat, termasuk manfaat daun seledri dan manfaat biji seledri.
Seledri merupakan salah satu jenis pelengkap sajian yang umum digunakan. (1)
Daun dan tangkai daun seledri dapat di gunakan sebagai campuran sup dan bahan makanan berkuah lainnya.
Seledri juga dapat di gunakan sebagai tanaman biofarmaka, yaitu untuk mengobati berbagai penyakit seperti demam, flu, gangguan pencernaan, dan dapat menurunkan tekanan darah tinggi bagi penderita hipertensi. (2)
Klasifikasi dan Morfologi #
Berdasarkan taksonominya, tanaman seledri di klasifikasikan sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
kelas : Dicotyledoneae
Famili : Umbelliferae (Apiaceae)
Genus : Apium
Spesies : Apiumgraveolens L.
Morfologi
Tanaman seledri (Apiumgraveolens L.) termasuk tanaman dikotil (biji berkeping dua) dan merupakan tanaman setahun atau dua tahun, yang berbentuk rumput atau semak. Berikut ini morfologi dari tanaman seledri (Apiumgraveolens L.) .
Tanaman seledri tidak bercabang, susunan tubuhnya terdiri dari akar, batang, daun, bunga dan buah.
Akar
Akar tanaman seledri (Apium graveolens L.) yaitu akar tunggang dan memiliki serabut akar yang menyebar kesamping dengan radius sekitar 5-9 cm dari pangkal batang dan akar dapat menembus tanah sampai ke dalaman 30 cm, berwarna putih kotor.
Batang
Batang Seledri (Apium graveolens L.) memiliki batang tidak berkayu, memiliki bentuk bersegi, beralur, beruas, tidak berambut, bercabang banyak, dan berwarna hijau.
Daun
Daun tanaman seledri (Apium graveolens L.) daun majemuk menyirip ganjil dengan anak daun 3-7 helai, anak daun bertangkai yang panjangnya 1-2,7 cm tangkai daun berwarna hijau keputih-putihan, helaian daun tipis dan rapat pangkal dan ujung daun runcing, tepi daun beringgit, panjang 2-7,5 cm, lebar 2-5 cm, pertulangan daun menyirip, daun berwarna hijau muda sampai hijau tua.
Bunga
Bunga tanaman seledri (Apium graveolens L.) adalah bunga majemuk berbentuk payung berjumlah 8-12 buah kecil-kecil berwarna putih tumbuh dipucuk tanaman tua. Pada setiap ketiak daun dapat tumbuh sekitar 3-8 tangkai bunga, pada ujung tangkai bunga ini membetuk bulatan.
Setelah bunga dibuahi akan terbentuk bulatan kecil hijau sebagai buah muda, setelah tua buah berubah warna menjadi coklat muda.
Buah
Buah tanaman seledri berbentuk bulatan kecil hijau sebagai buah muda, setelah tua buah berubah warna menjadi coklat muda. (2)
Baca: Daun Mint (Peppermint)
Kandungan Gizi #
Setiap 100 gram seledri, terkandung nutrisi sebagai berikut.
Air: 93 gram
Protein: 1 gram
Lemak: 0.1 gram
Karbohidrat: 4.6 gram
Serat: 2 gram
Kalsium: 50 miligram (mg)
Fosfor: 40 mg
Zat besi: 1 mg
Natrium: 64 mg
Kalium: 258.8 mg
Tembaga: 0.08 mg
Seng: 0.4 mg
Beta-karoten: 63 mikrogram (mcg)
Karoten total: 130 mcg
Thiamin (Vitamin B1): 0.03 mg
Riboflavin (Vitamin B2): 0.07 mg
Niasin (Niacin): 0.4 mg
Vitamin C: 11 mg (1)
Manfaat #
Menurunkan kadar kolesterol tubuh
Sebuah penelitian pada tahun 2014 lalu juga ikut membuktikan bahwa seledri memang dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).
Jika kadar LDL terlalu banyak dalam darah, risiko mengalami penyakit jantung dan stroke pun meningkat. Ekstrak seledri tidak hanya membantu menurunkan kolesterol jahat, tetapi juga trigliserida dalam darah.
Bahkan, mengonsumsi sayuran yang satu ini juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Oleh sebab itu, jika ingin mengurangi risiko dari berbagai penyakit serius tersebut, Seledri juga bisa dimasukkan dalam menu makanan harian.
Menurunkan tekanan darah
Pada 2016, menurut penelitian, disarankan orang dengan tekanan darah tinggi untuk mengonsumsi lebih banyak serat.
Mengingat seledri merupakan sayuran yang kaya akan serat, seledri juga bisa dimasukkan ke dalam menu makanan harian jika ingin menurunkan tekanan darah.
Mencegah peradangan
Seledri memiliki kandungan apigenin yang memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, antivirus, dan antioksidan yang juga dapat melakukan perlawanan terhadap radikal bebas penyebab penyakit kanker.
Sebuah penelitian tahun 2015 membuktikan bahwa apigenin dan makanan yang kaya akan apigenin berpotensi membantu mengurangi inflamasi atau peradangan sekaligus mengembalikan keseimbangan pada sistem imun yang sempat melemah.
Menjaga kesehatan organ hati
Seledri ternyata juga memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan organ hati. Pasalnya, ekstrak metanol dari biji seledri ternyata mampu melindungi hati dari kerusakan. Saat organ ini mengalami kerusakan, pemeriksaan laboratorium dapat menunjukkan hasil abnormal seperti peningkatan albumin, SGOT, SGPT, dan total protein.
Namun, ternyata ekstrak dari daun seledri dapat menurunkan hasil-hasil abnormal tersebut. Ketika jaringan hati dilihat di bawah mikroskop, terlihat adanya perbaikan struktur jaringan hati setelah pemberian ekstrak daun seledri.
Selain itu, menurut sebuah penelitian pada tahun 2015, kandungan antioksidan yang terdapat dalam seledri juga memiliki peranan penting dalam pengobatan untuk berbagai masalah liver.
Mencegah dehidrasi
Menurut sebuah penelitian, seledri termasuk salah satu sayuran yang memiliki kandungan air yang cukup tinggi.
Bahkan, penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 tersebut menyatakan bahwa kandungan air di dalam seledri berkisar antara 90-99 persen. Tak heran jika sayuran ini memiliki manfaat dalam menjaga tubuh tetap terhidrasi. (1)
Baca: Daun Katuk
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)
| Nama Sayuran | Seledri (Apium graveolens) |
|---|
| Famili | Umbelliferae (Apiaceae) |
|---|
| Genus | Apium |
|---|