Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Van der Capellen memiliki nama lengkap Godert Alexander Gerard Philip Baron van der Capellen lahir di Utrecht pada 1778 dan meninggal di De Bilt, Utrecht pada 1848.
Ia merupakan Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang ke-41.
Selama masa kepemimpinannya, Capellen berjuang menghadapi serangan Raffles yang saat itu menjabat sebagai Komisaris Jenderal Bengkulu.
Saat itu, Raffles mencoba mengambil alih kekuasaan di Sumatera dan Kalimantan.
Ia juga pernah membuat kebijakan pengurangan monopoli rempah-rempah serta menghentikan pembayaran sewa tanah.
Namun, penghentian pembayaran ini menimbulkan protes dari kalangan ningrat pemilih tanah hingga akhirnya Perang Diponegoro terjadi. (1)
Baca: Hendrik Smissaert
Sejarah #
Pada Kongres Wina, Hindia-Belanda diberikan kembali kepada Belanda.
Van der Capellen memerintah antara tanggal 19 Agustus 1816 hingga 1 Januari 1826. Ia merupakan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda yang ke-41.
Ia adalah seorang berpikiran liberal, semangat yang tengah berhembus di Eropa setelah Revolusi Perancis.
Namun,i segera ia melihat bahwa penerapan prinsip laissez-faire akan segera merugikan petani kecil di Jawa dan beberapa wilayah Hindia Belanda lainnya.
Hal itu karena orang-orang kaya akan segera menguasai banyak lahan dan membiarkan para petani dan buruh tani kehilangan mata pencaharian, keadaan yang sudah pernah terjadi pada abad ke-18, pada masa VOC.
Pada masanya ia juga harus menghadapi rongrongan Raffles, sebagai Komisaris Jenderal Bengkulu, yang mencoba menguasai Sumatra dan Kalimantan untuk dikuasai raja Britania Raya.
Perselisihan ini terselesaikan dengan disepakatinya Traktat London 1824.
Permasalahan keamanan lainnya yang harus dihadapinya adalah Perang Paderi di Minangkabau, Perang Diponegoro, perlawanan sultan Palembang, dan pemberontakan di Maluku.
Untuk memperbaiki situasi ekonomi, Van der Capellen berusaha memajukan ekonomi warga yang sebagian besar adalah petani.
Ia menghentikan pembayaran sewa tanah di daerah Negara Agung Mataram untuk membantu petani.
Namun, tindakannya ini menimbulkan protes dari kalangan ningrat pemilik tanah dan menjadi perlawanan.
Pecahlah perang yang dipimpin oleh seorang pangeran Kesultanan Yogyakarta, Pangeran Diponegoro, yang dikenal sebagai Perang Diponegoro antara tahun 1825–1830.
Di Maluku, ia mengurangi sebagian monopoli perdagangan rempah-rempah untuk meredam ketidakadilan dan perlawanan rakyat. (2)
Mendirikan Departemen Pertanian, Seni, dan Ilmu Pengetahuan untuk Pulau Jawa #
Untuk memajukan pertanian dan tingkat pendidikan, ia mendirikan "Departemen Pertanian, Seni, dan Ilmu Pengetahuan untuk Pulau Jawa" yang bertugas memajukan pertanian melalui pendidikan umum dan profesional serta penelitian di bidang biologi.
Prof. C.G.K. Reinwardt (dikenal pula sebagai direktur Kebun Botani Buitenzorg yang pertama) ditunjuk sebagai orang pertama untuk menduduki portofolio ini.
Pada masanya, dikeluarkan UU Pendidikan (1916). Sebagai pelaksanaannya dibangunlah sekolah-sekolah dasar untuk semua golongan warga.
Namun demikian, tanggapan masyarakat non-Belanda sangat sepi karena pengajaran sekolah-sekolah ini memakai bahasa Belanda dan mengajarkan pranata Eropa.
Menyadari hal ini van der Capellen memerintahkan penyelidikan mengenai sistem pendidikan warga asli sehingga dapat dimodernisasi.
Dapat dikatakan ini adalah usaha pertama untuk memasukkan prinsip pendidikan Eropa ke masyarakat asli Indonesia.
Dalam bidang kesehatan, tantangan yang harus dihadapi adalah mewabahnya penyakit cacar.
Reinwardt berusaha keras menyadarkan warga akan pentingnya sanitasi dan agar warga bersedia diimunisasi.
Imunisasi berhasil dijalankan dan penyakit cacar berhasil ditekan penyebarannya.
Van der Capellen yang sangat liberal ini tidak disukai kalangan atas di Hindia-Belanda karena dianggap terlalu lemah.
Pada tahun 1824 ia dipanggil pulang ke Belanda dan pada tahun 1826 posisi Gubernur Jenderal diserahkan kepada Hendrik Merkus de Kock.
Untuk menghormati jasanya, di kota Batusangkar, ibu kota Kabupaten Tanah Datar didirikan benteng menurut namanya, yaitu Fort Van der Capellen. (2)
Baca: Perang Diponegoro (1825-1830)
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)
| Nama | Godert Alexander Gerard Philip baron van der Capellen |
|---|
| Keterangan | Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-41 |
|---|
| Tahun Lahir | 1778 |
|---|
| Tahun Wafat | 1848 |
|---|
Sumber :
1. kompas.com
2. bataviadigital.perpusnas.go.id